Oct 222017
 

APC BT-3F Amfibi (Missiles.Ru)

Manama-Bahrain. Jakartagreater.com. Rusia sedang melakukan negosiasi dengan Indonesia untuk penjualan lapis baja amfibi angkut personel (BTR) BT-3F, ujar Sergei Goreslavsky, Wakil Direktur Jenderal Rosoboronexport (RoE) yang memimpin delegasi ROE di pameran senjata BIDEC-2017 Bahrain, kepada wartawan pada 17/10/2017, dilansir oleh Kantor Berita Rusia, RIA Novosti.

“Negosiasi mengenai hal ini sedang berlangsung, komando Angkatan Bersenjata sangat mementingkan kendaraan lapis baja,” katanya, menanggapi sebuah pertanyaan wartawan.

Goreslavsky menjelaskan bahwa pada awalnya pihak Indonesia ingin penggandaan armadanya untuk kendaraan tempur infanteri menggunakan BMP-3F Rusia.

Sebelumnya di beberapa media, informasi yang dipublikasikan menyebutkan Indonesia bermaksud untuk menghentikan pembelian lapis baja amfibi produksi BTR-4 Ukraina, beralih kepada kendaraan lapis baja Rusia BT-3F yang baru.

Diperkirakan perundingan akan diadakan saat kunjungan delegasi Indonesia ke forum teknis militer “Army-2017”.

Infantry Fighting Vehicle BT-3F Amfibi (Vitaly V. Kuzmin)

Menurut publikasi tersebut, marinir Indonesia yang menguji kendaraan amfibi pengangkut pasukan BTR-4, menyimpulkan bahwa kendaraan lapis baja tersebut terendam secara berlebihan di dalam air saat mengatasi rintangan air dengan kecepatan penuh.

Kendaraan lapis baja BT-3F yang dikembangkan perusahaan “Kurganmashzavod” pertama kali diperkenalkan di forum “Army-2016”. Kendaraan ini bisa bergerak di atas air dan dikirim dengan pesawat angkut. Awak BT-3F berjumlah tiga orang, yang dapat mengangkut 14 pasukan terjun payung.

Di atap kendaraan tempur ini ada senjata mesin remotely controlled 7,62 mm dengan thermal imaging sight dan laser range finder. Mesin diesel berkapasitas 500 daya kuda memungkinkan kendaraan mengembangkan kecepatan hingga 70 kilometer per jam, di daratan dan mengapung – hingga 10 kilometer per jam.

  23 Responses to “Rusia Negosiasi dengan Indonesia, untuk Tank BT-3F”

  1. Blm ada yg comment ya ?

  2. Ok lanjuuuutt

    Hahhahaaaa

    • Semoga jadi Beli Dan Tidak Mengecewakan TNI …
      Tapi …bentuk nya kok Tidak menarik ya ?? Seperti prototype tank yang belum jadi …
      Lalu …Bagaimana dengan BTR 4 Ukraine yang Kata nya punya versi yang disempurnakan itu ?? Apa TNI mungkin berminat?

  3. Menarik…. jika sebelum BTR -4 (Ukraina) ternyata performanya tidak memuaskan pada kecepatan di atas air lalu mencoba ke BMP-3F Rusia. disini yang jadi masalahnya, apa mungkin Besi dengan berat ribuan ton dapat melaju dg kecepatan full dan body tank tetap mengapung pada ketinggian tertentu ? apa lagi jika kondisi alam saat itu gelombang diatas 1,5Meter atau 2 Meter.

  4. Pintu keluar- masuk pasukannya kok spt ada yg kurang pas. Agak repot dalam hal membuka dan menutup kembali pintunya. Sebab ada pintu dibagian atas yg harus dibuka dan ditutup jg selain pintu belakang utk kelancaran keluar nasuknya pasukan. Mengapa gak dirancang 1 pintu aja ya.?

  5. musti di test menghadapi kondisi geografis & cuaca disini … minta kirim contoh dulu, spy tdk terulang kasus btr Ukraina, sayangi duit !!!

  6. koq ngk coba beli MBT untuk angkatan darat rasa russia ya… bisa buat tandem si leo.

  7. angkatan darat mulu, laut sma udaranya mana??

  8. Mantap kalau tank rusky ane medium tank pake T54 buat tier IX mantap lari plus armor secara manuver juga keren…Tank berat masih demen IS8 heavy tank rasa MEdium IS7 susah manuver tpi face to face masih sering menang di kroyok 2musuh baru kelabakan.

  9. coba ajak kerjasama buat di Indonesia. kali aja Indonesia diberikan lisencinya.

  10. Untuk pemenuhan 3 armada…lampung-surabaya-sorong…

  11. Masih pake kata sakti “akan”kah?

 Leave a Reply