Aug 292018
 

Sistem amunisi taktis Switchblade buatan AS © Bao Dat Viet

JakartaGreater.com – Tidak hanya rudal anti-tank Javelin, di ajang Army-2018, Rusia juga memamerkan sistem rudal taktis “Switchblade” yang diperoleh dari Suriah – seri UAV bunuh diri yang hanya dimiliki oleh Pasukan Khusus AS, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Senjata Pasukan Khusus AS

Semua peralatan militer yang berasal dari Amerika Serikat dan beberapa negara Barat yang ditampilkan di Army-2018 disita oleh pasukan pemerintah Suriah dan Rusia dari pemberontak jihadis dalam perang melawan teror di Suriah.

Perhatian khusus dari media internasional yang hadir pada acara tersebut adalah rudal anti-tank Javelin dan kendaraan udara tanpa awak Switchblade, dikenal juga sebagai sistem rudal taktis yang dirancang khusus untuk Pasukan Elite AS.

UAV Switchblade seperti miniatur roket yang dapat dioperasikan secara manual atau otomatis, mampu terbang terus-menerus selama 15 menit dengan kecepatan hingga 160 km/jam.

Setelah diluncurkan, UAV akan terbang di udara secara diam-diam dan mencari target, kemudian bergegas langsung menuju sasaran dan mengaktifkan blok peledaknya. UAV Switchblade telah beroperasi untuk Angkatan Darat dan Marinir AS sejak tahun 2012.

Mengingat pentingnya menggunakan UAV dan persenjataan serangan cepat melawan pasukan teroris dan kelompok bersenjata non-negara seperti ISIS, UAV bersenjata bunuh diri ini biasanya hanya digunakan oleh Pasukan Khusus Amerika Serikat  saat berperang di Irak dan Suriah.

Amerika Membantu Para Pemberontak?

Tidak hanya Switchblade dan juga Javelin yang ditemukan dari tangan pemberontak di Suriah, Angkatan Darat Suriah (SAA) telah menemukan sejumlah besar rudal buatan AS yang ditinggalkan oleh para pemberontak dari Timur Damaskus memperkuat bukti bahwa Washington diam-diam memasok senjata untuk sejumlah kelompok militan di Suriah.

Sebab hal yang tidak masuk akal para pemberontak tersebut dapat merebutnya dari tangan Pasukan Khusus Amerika Serikat.

Sebuah sumber dari SAA menegaskan bahwa ketika berperang di wilayah Qalamoun Timur, pasukan itu menemukan sebuah gudang senjata besar yang ditinggalkan oleh Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Sebagian besar dari mereka adalah rudal buatan AS dan rudal anti-tank AS serta senjata genggam lainnya.

Meskipun AS secara konsisten membantah tuduhan tersebut, fakta bahwa Amerika Serikat telah memasok senjata kepada teroris, termasuk rudal anti-tank, pernah pula disebutkan oleh Abdullah Agar dari Gugus Tugas Turki pada awal 2018.

Ketika Angkatan Bersenjata Turki memperkenalkan kepada publik senapan M4 yang telah disita selama bentrokan dengan unsur-unsur bersenjata Partai Pekerja Kurdistan (PKK) di bagian tenggara negara itu, orang-orang dapat melihat nomor seri diproduksi di luar negeri. Setelah diperiksa melalui arsip, ditemukan bahwa senjata teror yang di sita juga memiliki nomor seri tersebut.

“Kami telah melihat banyak senjata Amerika jatuh ke tangan kelompok teroris, dan ini adalah bukti bahwa ini sedang terjadi”, katanya. Sejauh yang kami tahu, biasanya pengiriman senjata yang diproduksi oleh Barat ditangani dengan hati-hati. Sehingga ketika senjata tersebut bisa ada di tangan teroris, maka dapat dengan jelas terlihat siapa yang mendukung mereka”, kata Abdullah Agar.

Ada satu fakta lagi bahwa Amerika Serikat telah memasok persenjataan tidak hanya yang diproduksi di Amerika Serikat saja, tetapi juga persenjataan dan amunisi Rusia.

Itu terbukti dari fakta bahwa, bersama dengan persenjataan buatan AS, senjata Rusia juga ditemukan di gudang-gudang teroris namun tidak berasal dari Rusia, menurut Abdullah Agar.

Berbagi

  11 Responses to “Rusia Pamerkan Senjata Yang Mencoreng Wajah AS”

  1.  

    Suda sering diberitakan, dimana FSA/pemberontak demokrat mendapatkan senjata dari USA sebagai bentuk dukungan kemudian dijual kepada ISIS, dan hal itu disebutkan sumber dari FSA diketahui oleh militer USA di Suriah dan mereka membiarkanya…

  2.  

    Intinya…kita semua udeh mahfum.siape teroris sebenarnya…!!!!!…iya kan…????

  3.  

    dakjal sudah mulai ketahuan .
    dimana ada pemberontakan,di situlah amer berada di belakang layar.
    itu sdh pasti.

  4.  

    nah loh, itu senjata rusia dari mana hayooo ?
    biasa itu strategi politik cuci tangan…….

    •  

      https://internasional.kompas.com/read/2017/12/15/11043441/dari-mana-isis-mendapatkan-senjatanya

      “Pendorong utama pasokan senjata ilegal bukanlah perusahaan dan negara yang memproduksi senjata,” tulis laporan itu. “Namun, pemerintah dan entitas yang mendapatkan senjata secara resmi dan kemudian mengalihkannya ke pengguna yang tidak berwenang,” tambahnya.

      https://www.dw.com/id/pasukan-isis-berperang-di-irak-dan-suriah-dengan-senjata-buatan-eropa/a-41810165

      Laporan tersebut menunjukkan bahwa kebanyakan senjata ISIS dijarah dari tentara Irak dan Suriah. Namun, dalam banyak kasus, senjata yang dibeli oleh Arab Saudi dan Amerika Serikat dari negara-negara Eropa timur dan kemudian dipasok ke pasukan oposisi Suriah – juga berakhir di tangan kelompok ISIS.

    •  

      Udah tau kayak gitu keadaannya. Masih mau ngeles aja nih orang. Xixixi. Jadi yang benar harus gimana dong? Xixixi..

      •  

        wow copet teriak copet…..

        ketahuan lha yg ngeles siapa,,,
        baiknya sih si abdul agar itu diam aja, jadikan kgk ketahuan klo dia buka mulut malah ketahuan dah begonya.

      •  

        oalah boy boy……
        sudah jelas diartikel tertulis senjata rusia juga dipegang oleh terong.
        jelas yg ngeles siapa hayo…hoho

        •  

          kali ini saya setuju dengan bung KBH alias APP

          cuma 1 hal yg mesti anda cermati, pemberontak memperoleh senjata rusia dengan merebut dari pasukan pemerintah.

          apa menurut anda pemberontak memperoleh senjata AS dan Eropa dengan merebut dari gudang senjata mereka?

          selanjutnya, anda mesti melihat, AS dan Eropa cenderung bersahabat dengan pihak mana?

          dari 2 petunjuk diatas mestinya gak perlu banyak diperdebatkan, cukup di akui saja. selesai, habis perkara.

          •  

            @Lingkar… ada senjata yang di beli oleh USA maupun Arab Saudi dari negara2 Eropa Timur…
            Jika mengikuti secara intensif perang Suriah, Jerman dijadikan sebagai lokasi transit sebelum senjata dipasok ke militan di Suriah… itulah mengapa militan di Suriah/Irak sangat kuat saat Turki masih menjadi koalisi kuat USA/NATO… ketika Turki berpaling, ISIS semakin lemah dan tidak ada lagi militan yang dengan mudah keluar masuk ke Suriah/Irak melalui Turki seperti sebelumnya… termasuk dengan pasokan senjata…

  5.  

    Russia pamerkan senjata yg mencoreng amerika? hahhaahaaa, dulu diera nikita krushchev pernah mengatakan kepada amerika perwakilan pbb di amerika “orang² yg hidup didalam rumah kaca tidak boleh melemper batu”,
    mungkin kalian tau maksudnya, ini bukan lg mencoreng, tapi sudah merusak cita² pbb ketika dibentuk & itu mmbuka sedikit rahasia sejarah pd2

    hahhaahaaaa

 Leave a Reply