Mei 132019
 

File:Sukhoi Su-25 of the Russian Air Force  From Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow, Jakartagreater.com   –    Pesawat serang Su-25SM3 upgrade Rusia akan memiliki kemampuan akuisisi target onboard dan sistem penjejak dengan elemen kecerdasan buatan untuk memungkinkan pilot untuk menyerang target yang dituju tanpa partisipasi pilot, ujar sumber di industri pertahanan mengatakan kepada TASS pada hari Rabu 8-5-2019.

“Sebagai bagian dari peningkatan lebih lanjut dari pesawat serang, versi Su-25SM3 terbaru akan dilengkapi dengan sistem penampakan baru. Ini akan sepenuhnya otomatis dan seorang pilot hanya akan harus memilih target di layar dan sisanya akan dilakukan oleh kecerdasan buatan, “kata sumber itu.

Sistem akuisisi target dengan kecerdasan buatan akan dapat mengidentifikasi secara independen target yang bermusuhan, menjaga mereka agar tetap terlihat dan membimbing rudal. Teknologi baru telah diintegrasikan ke dalam komando pasukan terpadu dan sistem kontrol, yang memungkinkan pemetaan rute optimal menuju target dan lintasan menggunakan senjata.

Pesawat serang yang ditingkatkan juga akan dapat menerima data tentang target dari sumber eksternal melalui sistem komando dan kontrol. Sebuah sumber di industri pembangunan pesawat sebelumnya mengatakan kepada TASS bahwa Helikopter serang Mi-28NM Upgrade juga akan mendapatkan sistem yang serupa dengan kecerdasan buatan.

Seperti yang dikatakan Pemimpin Redaksi Arsenal of the Fatherland, Viktor Murakhovsky, kepada TASS, sistem baru ini mampu menyelesaikan berbagai tugas. “Ini termasuk penargetan ulang selama penerbangan, penerbitan penugasan penerbangan baru dan integrasi ke dalam pengintaian medan perang dan ruang informasi,” katanya.

Sistem akuisisi target baru benar-benar menampilkan elemen kecerdasan buatan, kata pemimpin redaksi. “Ketika memilih target, sistem kontrol dan informasi penerbangan pesawat secara otomatis memetakan rute yang paling optimal menuju target ini sesuai dengan taktik yang dipilih.

Sistem juga dapat menawarkan opsi untuk menggunakan muatan senjata terhadap target seperti itu, varian taktis dan manuver udara berkenaan dengan target ini, “ahli menjelaskan. Selain itu, pesawat serang yang dilengkapi dengan sistem ini dapat memandu senjata menggunakan akuisisi target dari sumber eksternal, kata pakar tersebut.

“Itu bisa mendapatkan akuisisi target dari perangkat keras berbasis darat, misalnya, dari pengintaian, kontrol dan sistem komunikasi Strelets (bagian dari peralatan tempur prajurit Ratnik),” pakar menyimpulkan.

Su-25SM3 adalah versi modern dari pesawat serang Su-25. Pesawat ini mampu menghancurkan instalasi darat dan target udara ukuran kecil setiap saat, siang atau malam hari. Efisiensi tempur pesawat serang meningkat tiga kali lipat dibandingkan dengan modifikasi lainnya.

Berbeda dari pendahulunya, pesawat yang ditingkatkan ini dilengkapi dengan sistem navigasi satelit Glonass yang menawarkan kemungkinan pemrograman titik akhir pada peta dengan akurasi hingga 10 meter sementara kokpit memiliki layar digital dengan opsi proyeksi situasi darat dan udara.

  4 Responses to “Rusia Pasang Kecerdasan Buatan di Pesawat Su-25”

  1.  

    Hebatnya Rusia kecerdasan aja bisa dibuat. Berarti yg tolol2 boleh ke Rusia biar dibuatkan kecerdasan.
    Amerika atau bahkan NATO sekalipun gak bisa menciptakan pesawat dng kecerdasan buatan. Kalo pesawat jatuh karena gak cerdas banyak di AS dan NATO……..xicixicixi

  2.  

    Bisa ngak indonesia mengupgrade f16,tanpa njaluk izin usa.

  3.  

    Biar body tua, daleman masa kini.he..

  4.  

    Parah Rusia. Pesawat renta masih di piara. Ini yg model pilot naruh peta di paha…..Kl emang dana kurang, mending minta di buatkan China saja, lebih baru dan cepat pengerjaannya. Order aje ke Chengdu ame Shenyang