Sep 282018
 

Render komputer peluncuran rudal R-37 (RVV-BD) Rusia © Aleksandr Yartsev via Devianart

JakartaGreater.com – Sebuah rudal anti-pesawat hipersonik dengan jangkauan lebih dari 300 km akan menjadi bagian dari gudang amunisi Su-57, jet tempur multiperan generasi kelima Rusia. Senjata ini dimaksudkan untuk menghancurkan sasaran yang bernilai tinggi dengan impunitas, seperti dilansir dari laman Ria Novosti.

Su-57 adalah jet tempur generasi kelima pertama buatan Rusia, yang dirancang untuk menjadi ancaman yang tangguh bagi kekuatan udara utama seperti AS. Dan biasanya persenjataan dibawa dalam bay internal, untuk mengurangi penampang radar serta tanpa mengorbankan kemampuan silumannya.

Namun, rudal yang lebih besar dapat dibawa secara eksternal di hardpoint, dan salah satunya adalah R-37M, rudal dengan jangkauan yang lebih jauh daripada rudal yang dimiliki pesawat AS.

R-37M adalah versi upgrade dari rudal yang mulai beroperasi pada tahun 1985. Varian yang lebih tua adalah salah satu rudal udara-ke-udara yang lebih besar, berukuran 4,2 meter dan berat 600 kg, hanya cocok untuk pesawat tempur berukuran besar seperti pencegat Mig -31BM.

Rudal udara-ke-udara jarak jauh R-37M (RVV-BD) Rusia © Vitaly V. Kuzmin via Wikimedia Commons

Fitur utama rudal R-37 yang diperbarui adalah dalam hal jangkauan, yang dilaporkan sekitara 300 km, meskipun sejumlah sumber mengatakan bahwa itu R-37M mungkin mencapai 400 km, tergantung pada profil penerbangan.

Misil yang mahal itu dimaksudkan untuk mengambil sasaran yang sama pentingnya seperti pesawat AWACS. Rudal R-37M alias RVV-BD memiliki kecepatan 6 mach dan sistem pencari aktif homing mengambil alih dalam fase terminal. R-37M ini menjadi ancaman nyata bagi target yang lebih gesit seperti jet tempur.

Rudal varian R-37M yang dilaporkan dalam tahap akhir pengembangan, diberi sistem panduan baru dan pengurangan sejumlah berat dan panjang agar muat pada platform yang lebih kecil, seperti jet tempur siluman Su-57.

Jet tempur Su-57 Rusia © Aleksey Filippov via Sputnik

Boris Obnosov, direktur Tactical Missiles Corporation (KTRV), telah mengkonfirmasi kepada Interfax pada hari Rabu, bahwa Su-57 akan menjadi salah satu jet tempur yang mampu menembakkan rudal baru tersebut. KRTV adalah perusahaan induk dari NPO Vympel, sang pengembang rudal R-37.

Kemajuan dalam mengembangkan varian R-37M mempertanyakan masa depan rudal udara-ke-udara jarak jauh potensial lainnya yang telah dipertimbangkan untuk Su-57. Disebut bahwa rudal KS-172 yang dikembangkan oleh NPO Novator, anak perusahaan Almaz-Antey, dilaporkan bahwa rudal tersebut memiliki jangkauan yang bahkan lebih jauh dari 400 km.

Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak eksta jauh KS-172 dengan jangkauan 400+ km untuk armada Su-35 Rusia © Anatoly via Wikimedia Commons

Hal tersebut dimungkinkan dengan menggunakan komposisi dua tahap, dengan tahap pertama yang lebih kuat dan cepat, meningkatkan tahap kedua yang lebih kecil. Rudal KS-172 menjalani beberapa pengujian yang sukses, namun diyakini tidak masuk ke dalam layanan.

Yang menarik adalah bahwa China dilaporkan mengembangkan rudal udara-ke-udara jarak-jauh dua tahap yang sama untuk jet tempur siluman J-20.

Dengan rivalitas strategis yang memiliki persenjataan jenis ini, AS kemungkinan perlu memikirkan kembali strateginya untuk superioritas udara. Angkatan Udara AS – USAF – memiliki rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti AIM-54 Phoenix dengan jangkauan operasional 190 km, namun rudal itu telah pensiun pada tahun 2004 bersama dengan platformnya, F-14 Tomcat. Sejumlah rudal AIM-154 masih beroperasi pada Angkatan Udara Iran – warisan hubungan pra-revolusi Iran dengan AS.

Jet tempur multiperan F-16 Angkatan Udara AS membawa rudal AIM-9 Sidewinder, AIM-120 AMRAAM dan AGM-88 © USAF via Wikimedia Commons

AIM-120 AMRAAM, rudal udara-ke-udara diluar jangkauan visual punya Angkatan Udara AS, dengan jangkauan yang lebih pendek daripada Phoenix, varian AIM-120D tercanggih dilaporkan terbatas pada 180 km. Senjata tersebut masih cukup tangguh diadaptasi ke banyak platform dan militer AS tentunya berharap bahwa hampir semua musuh dapat dijatuhkan oleh rudal dari jarak yang aman dengan jet tempur generasi kelima seperti F-22 dan F-35.

Rudal udara-ke-udara (AAM) jarak jauh (320 km) MBDA Meteor © ILA-boy via Wikimedia Commons

Dengan menggelar rudal yang memiliki jangkauan yang lebih jauh, Rusia dan China akan menggandakan strategi tersebut, mengancam aset AS yang berharga dari jarak aman. Ini berpotensi untuk membuka celah kerentanan, sampai sekutu NATO dapat mengembangkan penyeimbangnya, seperti rudal MBDA Meteor dengan jangkauan hingga 320 km.

  11 Responses to “Rusia Persenjatai Su-57 dengan Rudal Hipersonik 300+ Km”

  1.  

    hadeeuhh admin..apalagi nih..jangan rusia teruss dong..bikin kepala cekat cekot teruss ahh..xixixixii

  2.  

    RUSIA DI LAWAN…..
    MAU DI EMBARGO KEG
    MAU DI KUCILKAN KEG
    MAU DI GORENG KEG.
    RUSIA MEMANG SETLOOOOOONG.

  3.  

    Hancurrrrr kn Yahudi Lappettttt ??

  4.  

    Kasihan f22 dan f35 makanya mereka jadi pinter nungging

    😎 huehuehue

 Leave a Reply