Mar 252019
 

Sepasang jet tempur MiG-31 membawa rudal hipersonik Kinzhal © Russian MoD

JakartaGreater.com – Sekitar 20 rudal Rusia yang tidak dapat ditangkis AS saat ini baru saja dipindahkan ke lokasi pengujian militer, menandakan tonggak bersejarah lain bagi program senjata hipersonik Kremlin, menurut orang-orang yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen Amerika, tulis CNBC pada hari Kamis.

“Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki ambisi mengembangkan senjata-senjata ini dan telah memprioritaskan program khusus ini. Rusia pada dasarnya telah menentukan bahwa mereka nyaman dengan desain dan sekarang akan fokus pada fine-tuning senjata melalui pengujian”, kata sumber anonim.

Rudal udara-ke-permukaan hipersonik yang dijuluki “Kinzhal”, ini dalam bahasa Rusia berarti “belati”, telah diuji setidaknya tiga kali. Pada bulan Juli, Kremlin telah berhasil menguji senjata terhadap target hampir 500 mil jauhnya (sekitar 800 km).

Terlebih lagi, dilaporan intelijen AS lainnya, rudal hipersonik dipasang dan diluncurkan sebanyak 12 kali dari jet tempur MiG-31 Foxhound, menurut sumber tersebut. Selain itu, pekerjaan juga sedang dilakukan untuk memasang senjata pada pembom strategis.

Senjata itu dijadwalkan untuk bergabung dengan gudang senjata Kremlin secepatnya di tahun 2020. Baru diungkapkan setahun yang lalu setelah Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan sistem Kinzhal bersama lima senjata canggih lainnya.

Dari enam senjata yang diluncurkan Putin pada bulan Maret, CNBC telah mengetahui bahwa dua di antaranya akan siap tempur pada tahun 2020, menurut sumber-sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang laporan intelijen AS.

Sementara itu, Pentagon tidak menanggapi permintaan komentar dari CNBC.

Jet pencegat tempur MiG-31K Foxhound Angkatan Udara Rusia dilengkapi rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal © DEFPOST

Kh-47M2 Kinzhal

Kh-47M2 Kinzhal alias Belati adalah rudal aero-balistik hipersonik berpresisi tinggi yang diperkenalkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018 sebagai salah satu dari enam senjata strategis baru Rusia.

Rudal itu memiliki jangkauan lebih dari 2.000 km (1.200 mil), kecepatan Mach 10, dan kemampuan untuk melakukan manuver menghindar di tahap penerbangan. Ini dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir.

Rudal Kinzhal sudah dikerahkan di pangkalan udara Distrik Militer Selatan Rusia. Rudal itu dibawa oleh jet pencegat supersonik MiG-31K Foxhound.

Rudal berakselerasi ke kecepatan hipersonik dalam beberapa detik setelah peluncuran dan melakukan manuver di semua tahapan lintasan penerbangan untuk menghindari pertahanan rudal musuh.