Rusia Puji Sikap Turki Kukuh Gunakan Sistem Pertahanan Udara S-400

s 400 sistem rudal anti roket

Antalya, JakartaGreater   –   Moskow sangat menghargai posisi Ankara dalam mengembangkan kerja sama teknis militer dengan Rusia dan niatnya untuk menggunakan resimen pertama sistem pertahanan udara ‘Triumf’ S-400 untuk memastikan kemampuan pertahanannya, ujar Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov saat konferensi pers setelah pembicaraan dengan  Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, Rabu, 30-6-2021.

“Kami sangat menghargai posisi berprinsip dari Turki dalam mengembangkan kerja sama militer dan teknis, termasuk niat teman-teman Turki kami untuk menggunakan resimen pertama sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 ‘Triumf’ untuk memastikan kemampuan pertahanan negara itu,”ujar Mevlut Cavusoglu, dikutip Sputniknews.com.

Kesepakatan S-400 dan Tekanan yang Datang.

Moskow dan Ankara menandatangani kesepakatan pada tahun 2017 tentang pengiriman sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia ke Turki, sehingga menjadikannya anggota NATO pertama yang membeli sistem Rudal pertahanan udara ini dari Rusia.

Keputusan Ankara untuk membeli sistem buatan Rusia membuat marah Amerika Serikat dan NATO. Sejauh ini, Washington tidak meninggalkan upayanya untuk membuat Turki menyerahkan sistem pertahanan udara Rusia.

Turki tidak menyerah pada tekanan AS dan mengatakan akan mempertahankan sistem S-400. Washington telah menanggapi dengan mengecualikan Ankara dari program AS untuk mengembangkan pembom tempur F-35 generasi kelima.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersumpah pada Oktober tahun lalu bahwa Ankara tidak akan menyerahkan sistem S-400, terlepas dari tekanan Washington.

S-400 ‘Triumf’ Rusia (nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal permukaan-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, jelajah dan balistik, Rudal, dan juga dapat digunakan melawan instalasi darat, S-400 dapat menyerang target pada jarak hingga 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km di bawah tembakan dan gangguan musuh yang intensif.

*Foto: Sistem Rudal Anti-Udara. (@Vitaly V. Kuzmin – commons.wikimedia)

Leave a Reply