Rusia Punya Prospek Tawarkan Produksi Su-35 di India

Jakartagretaer – Pesawat tempur Flanker Su-35 Rusia lebih menonjol di antara tujuh kontestan Medium Multi-Role Combat Aircraft (MMRCA) untuk Angkatan Udara India sebagai satu-satunya platform pesawat tempur superioritas udara kelas berat, lansir Defense Aviation.

Baca Juga:

Turki Uji Mesin Rudal Jarak Menengah Buatan Lokal

Hizbullah Ancam Bisa Serang Israel dengan Rudal Presisi

Jepang Deteksi Kapal Selam Diduga Milik China

Dengan bobot yang lebih tinggi, Su-35 dapat mengungguli semua kontestan pesawat tempur lain di seluruh spektrum, dengan muatan yang lebih berat, jangkauan yang lebih panjang, langit-langit ketinggian yang lebih tinggi, sensor dan suite elektronik yang lebih kuat, dan mesin vectoring dorong 3 dimensi yang memberikan kemampuan manuver dan kecepatan tinggi yang tak tertandingi, kecuali oleh MiG-35.

Selain itu, Su-35 adalah satu-satunya pesawat tempur kontestan yang dikonfirmasi dapat menggunakan rudal udara ke udara hipersonik, selain itu juga MiG-35 adalah satu-satunya pesawat tempur yang diperkirakan akan menggunakan rudal yang berpandu radar APAA (active phased array antenna).

Meskipun harganya relatif murah dan berkemampuan tinggi, kelemahan utama Su-35 daripada pesawat tempur yang lebih ringan seperti MiG-35 dan Rafale adalah biaya pemeliharaan dan operasionalnya yang lebih tinggi – yang membuatnya kurang cocok sebagai kontestan untuk pesawat tempur kelas medium.

Baca Juga:

Jerman akan Upgrade Typhoon dengan Radar AESA Captor-E

India akan Beli MiG-29, Su-30 di Tengah Ketegangan dengan Cina

Iran Luncurkan Rudal Darat ke Laut Terbaru

Apabila dikaitkan dengan keharusan untuk memproduksi 114 pesawat tempur Su-35 di India, dengan kemampuan memodernisasi armada lebih dari 250 pesawat tempur kelas berat Su-30MKI, tawaran Rusia tersebut dapat mengkompensasi kelemahan biaya operasional Su-35 yang lebih tinggi.

United Aircraft Corporation Rusia dilaporkan menawarkan untuk menyediakan sejumlah teknologi Su-35 sebagai bagian dari kontrak, yang dapat digunakan untuk meningkatkan armada Su-30MKI India. Banyak dari teknologi ini akan diproduksi di India sendiri, dan akan secara signifikan meningkatkan kemampuan Su-30MKI.

Kontrak tersebut akan melihat mesin dan sistem lainnya dari Su-35 terintegrasi ke dalam Su-30MKI India, yang bisa menciptakan kesamaan besar bagian antara dua jet dan interoperabilitas yang lebih besar. Dengan demikian pada gilirannya dapat mengarah pada pemeliharaan yang lebih mudah dan pengurangan biaya operasional bersih untuk armada pesawat tempur kelas berat India – sesuatu yang tidak dapat ditawarkan oleh pesaing lain dalam kompetisi MMRCA.

Baca Juga:

Jerman akan Upgrade Typhoon dengan Radar AESA Captor-E

Iran Luncurkan Rudal Darat ke Laut Terbaru

13 pemikiran pada “Rusia Punya Prospek Tawarkan Produksi Su-35 di India”

  1. bahasa sales ruskimin.
    wkakakakakaka
    padahal india lah penyumbang besar pendapatan penjualan senjata rusia.
    setelah india beralih kenegara lain untuk senjata baru bila memiliki prospex,ini baru prospex dek panboy belum ada kata yang memadai untuk dipegang.
    wkakakakakakaka
    kayak anak kecil ngambek aja pake dikasih janji janji dan harapan.
    wkakakakakaka

  2. Pesawat tempur AS gak laku di india dek lincreet.
    India alergi dng pespur AS yg mengikat banyak aturan dlm penggunaan.
    Pespur AS itu dibeli dek lincreet, kok syaratnya bagaikan sewa pesawat….xicixicixicixi

    Mojok sono lg dek. Jng lupa sambil meweek walau tercirit ciriit…..xicixicixicixi

  3. tapi jaminan mbah siap berbagi produksi,kalou besar kotrak semakin besar juga lini produksi diberi usa pada indie.
    kalou rusia takut dia tersaingi karna tehnologinya susah berkembang jadi masih mengandalkan tehnologi jadulnya,jadi rada pelit dia mbah.
    ini faktanya.
    coba dipelajari lagi sana digoogle kalou engak dipikir lagi sambil dengkul dipukul pukul.
    wkakakakakakaka

  4. Untuk TNI AU sebenarnya cocok juga bila duet dengan pesawat pembom tempur Hawk atau T50 Golden Eagle mengingat jumlah pesawat produksi Korea ini sepertinya akan ditambah jumlahnya sekitar 2 squadron lagi, dan lagi pihak Rusia sedang menyiapkan model spek khusus pesanan Su-35 buat TNI AU yaitu hemat di biaya maintenance, pada akhirnya kita akan tetap pilih Su35 karena tak ada pilihan lain, misal Viper dibelipun sepertinya prajurit udara kita tetap butuh pespur kelas berat, jika pilih F35 sepertinya hil yang mustahal karena harga pesawat yg sangat mahal…semoga

  5. namaya juga negara kacung dek,ya gitu deh.
    beda ceritanya kalou india,negara kuat.
    larang negara kuat sama tambah musuh satu lagi,kan runyam kalou negara negara besar pada musuhin usa.
    kalou malon dia mah mau jungkir balik juga engak ada yang peduli,engak masuk hitungan tuh negara satu,negara apa provinsi england ya?.

  6. sebenernya f16 kurang menarik saja bagi india,karna kalou dipikir india sudah mampu bikin pespur kelas ringan ,itu yang jadi penyebab nya mbah.
    kalou endak percaya tanya sana sama menhan india.
    wkakakakakaka

  7. Gak bisa bahasa india saya dek lincreet. Cuma bisa bahasa Rusia aja. Sebab gadis Rusia lebih cantik, montok, mbahenol dan seger dek, ketimbang gadis India yg gendut2 hitam2. Apalagi gadis Amerika dek, keringatnya bau bawang dek, layu2 spt sayuran yg nda laku dipasaran ya dek lincreet…..xicixicixicixi

Tinggalkan komentar