Rusia Rampungkan Pengiriman S-300 ke Iran

35
18
S-300 (Dmitriy Rogulin/ITAR-TASS)
S-300 (Dmitriy Rogulin/ITAR-TASS)

Moskow – Rusia telah menyelesaikan pengiriman sistem pertahanan udara S-300 ke Iran, ujar pejabat Layanan Federal untuk Kerjasama Teknik Militer Rusia, 13/10/2016.

“Ya, pengiriman telah dilakukan lewat persediaan yang ada,” kata pejabat FSMTC dalam membalas pertanyaan TASS..

Menteri Pertahanan Iran Hossein Dehghan akhir Agustus lalu mengatakan Teheran mengharapkan suplai akan selesai dalam waktu satu bulan.

Kontrak untuk penjualan S-300 ke Iran merujuk kepada perjanjian tahun 2007 yang ditangguhkan pada tahun 2010. Pada musim semi 2015 Presiden Rusia Vladimir Putin mencabut larangan penjualan S-300 ke Iran. Kontrak ini berlaku efektif pada November 2015.

S-300 adalah sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara jarak jauh buatan Rusia yang diproduksi oleh NPO Almaz, yang didasarkan pada versi awal S-300P.

Sistem S-300 dikembangkan untuk pertahanan terhadap rudal pesawat dan kapal perang bagi Pertahanan Angkatan Udara Soviet. Versi berikutnya dikembangkan untuk mencegat rudal balistik. Sistem S-300 pertama kali digunakan oleh Uni Soviet pada tahun 1979, dirancang untuk pertahanan udara untuk melindungi fasilitas industri besar, pangkalan militer, dan penjagaan wilayah udara terhadap serangan pesawat musuh.

TASS

Nb : Jika militer suatu negara ingin maju, jangan bermain-main dengan pembelian yang terkait dengan teknologi mutakhir. Belilah dari negara-negara yang teknologinya memang telah maju dan terukur.

35 COMMENTS

  1. S300 yang mana nih..?

    Karena Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 dengan mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yang sudah dianggap kadaluarsa.

    Beginilah nasib negara jika di embargo…

    Indonesia harus belajar dengan pengalaman dan negara luar….
    Semoga negara kita tidak terulang untuk yang kesekian kalinya di embargo…

    Btw jika ingin borong yang seri S400 saja ya Pak.
    Meskipun di embargo 15 tahun masih aman dan layak pakai…

  2. S300 yang mana nih..?

    Karena Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yang sudah tidak diproduksi lagi sejak 2014 dengan mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yang sudah dianggap kadaluarsa.

    Beginilah nasib negara jika di embargo…

    Indonesia harus belajar dengan pengalaman dan negara luar….
    Semoga negara kita tidak terulang untuk yang kesekian kalinya di embargo…

    Btw jika ingin borong yang seri S400 Triumph saja ya Pak…
    Meskipun di embargo 15 tahun masih aman dan layak pakai…

    Jarak deteksi target : 600 km
    Jangkauan : Pesawat antara 2 – 400 km
    Rudal balistik antara : 5 – 60 km
    Rudal yang digunakan :
    ? Rudal 9M96E2 (120 km)
    ? Rudal 48N6E3 (250 km)
    ? Rudal 40N6 (400 km)
    Ketinggian : 27 – 185 km
    Kemampuan mencegat secara simultan : 80 target
    Waktu reaksi : Deteksi 0,6 menit
    Siap tembak : 3 menit
    Overhaul : 10.000 jam
    Masa pelayanan : Fasilitas darat 20 tahun
    Rudal Anti-Pesawat : 15 tahun

      • Kalau mau lengkap silahkan cari di wikipedia saja bro…
        Kolom isian yang saya tulis hanyalah untuk komentar.
        Kalau ingin yang panjang dan lengkap itu namanya artikel…

        Btw mohon pencerahannya yang lengkap itu seperti apa?

        Mungkin @Paidjo Van Koplak yang merasa lebih pintar dapat merefisinya atau lainnya, karena saya berharap lebih dari sekedar balasan, “kurang lengkap, kurang pintar dan bla bla bla…”

        Silahkan dimulai…

  3. Pak menhan ayo di beli buk mk3 nya tapi dengan syarat TOT… atau beli juga pantsyr S1 dengan TOT RUDAL dan kanon tipe 2A38M jadi nya PINDAD membuat mini gun sendiri dan CIWS mandiri untuk kapal TNI AL…

  4. Yaahhh…klu kita cukup segera…, segera… dan rencana…, rencana aja.
    Mau beli yang Battle Proven dan bener” handal…ehhh… malah kantong nya yg kurang tebal dan mesti mikir 1000x anggaran nya….
    Beli yang Murah meriah…eehhh… Delay 5 menit meluncur nya. Payah…..

  5. dgn ini dibertahukan kpd segenap pejabat baik itu DPR,ataupun pejabat2 militer yg ikut andil dlm pembelian alutsista,,harap mengkoreksi ulang,,sekali lg mengkoreksi ulang,jika perlu dibatalkan,sgala prencanaan pembelian semua alutsista dri cina…!!!krn bisa membahayakan negara,dan termasuk pembelian yg sia2,uang negara adlah uang rakyat,dan kami sbgai rakyat mau yg terbaik,bahkan yg kelas kakap,kami gak mau negara membeli alutsista yg ecek2 dri cina,tinggalkan cina dlm hal pembelian alutsista,msh banyak negara2 yg punya alutsista berkwalitas,,rusia,jepang,jerman,francis,swedia,dll,,rugi beli ke cina,sma2 keluar uang,kwalitas kw,blm teruji,awas ya kl msh beli beli brg cina…!!!

    • TANK juga sangat diperlukan bung,sebab karena Ukurannya yang besar dan dapat membawa Meriam beserta memiki pelindung amour Baja, tank dapat digunakan untuk menembus pertahanan Musuh dan perang Kota.

      Salam kenal Sigma lover:-) @

    • Untuk petasan jarak jauh mungkin masih jauh dari yang kita impikan…
      Untuk sementara waktu payung udara kita baru kelas medium…
      Semoga saja petasan jauhnya berbarengan dengan datangnya SU35 dambaan kita.
      Btw kalau boleh usul, untuk petasan jauhnya lebih baik pakai S400 Triumph, S300 sudah stop produksi tahun 2014 yang lalu.

  6. Beli yg udh batle proven mahal. Pemerintah harusnya jeli memilih alut sista yg masih dalam pengembangan. Blm dijual udh di pesen.

    Jadi dapat harga early bird price…hehe.

    Tapi pilih alut sista yg bagus dan kalau bisa yg jelas future usernya akan pakai itu alutsista dlm konflik mendatang.
    ….jgn ditanggepin serius yah.

LEAVE A REPLY