Mar 052018
 

Ilustrasi: replika reaktor nuklir di museum Haigerloch. © Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia telah merampungkan uji coba unit tenaga nuklir mini yang di pasang pada rudal jelajah dan drone bawah air, menurut sumber diplomatik militer kepada TASS pada hari Sabtu.

“Rusia telah menyelesaikan uji coba miniatur unit tenaga nuklir untuk rudal jelajah dengan jangkauan tak terbatas dan untuk kapal selam otonom dari sistem kelautan multiguna. Hingga kini, teknologi tersebut telah dirancang dan dipraktikkan hanya oleh Rusia”, kata sumber tersebut.

Sumber tersebut pun menambahkan bahwa Rusia telah mengirim sinyal ke mitra Barat yang tak pernah kooperatif di masa lalu, dengan maksud menunjukkan kepada mereka bahwa upaya mereka untuk menetralisir potensi strategis kami dengan menerapkan elemen perisai rudal adalah sia-sia.

Sinyal tersebut termasuk juga bocoran tentang proyek Rusia untuk membangun drone bawah laut dengan jangkauan tak terbatas, yang sengaja dibuat beberapa tahun yang lalu dalam upaya memacu dialog mengenai keamanan global dengan mitra Barat.

“Sebaliknya, rekan-rekan Barat telah membuat kesalahan serius karena terlena atas ilusi superioritas dan keunggulan teknologi mereka. Mereka telah memilih untuk mengabaikan sinyal kita. Sekarang, merekalah yang harus mengejar dan menanggung semua konsekuensi, pertama-tama untuk dompet pembayar pajak mereka”, kata sumber tersebut.

Sumber tersebut menggambarkan bahwa kebijakan Barat mengenai Moskow sebagai kebutaan strategi terhadap Rusia dan kemampuannya.

Itulah mengapa salah satu gagasan penting yang disuarakan selama pidato Presiden Vladimir Putin sebagai sebuah proposal untuk berhenti memicu perlombaan senjata baru dan untuk mulai mencari cara dalam melestarikan perdamaian.

Dalam pidatonya didepan Majelis Federal, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan sistem senjata strategis paling canggih, yang dikembangkan sebagai tanggapan atas penarikan sepihak Washington dari Traktat Rudal Anti-Balistik (Perjanjian ABM) serta penyebaran praktis elemen perisai rudal AS didalam dan diluar perbatasannya.

Diantara persenjataan mutakhir terbaru adalah rudal balistik antarbenua Sarmat, sistem senjata hipersonik Kinzhal, rudal jelajah bersenjata nuklir, termasuk drone bawah laut berkemampuan ganda, yang dimaksudkan untuk menjalankan misi konvensional dan juga nuklir.

  67 Responses to “Rusia Rampungkan Uji Reaktor Nuklir Mini untuk Rudal & Drone”

  1.  

    Wah makin sangar nih Rusia!

    •  

      Klu dikatakan meluncur tanpa batas, bagaimana dgn sistem kontrolnya?

      •  

        Menggunakan pemandu satelit seperti GLONASS. Masalahnya kalo tuh satelit dihancurkan maka percuma saja rudalnya diluncurkan.

        •  

          Itu maksud dr pertanyaan saya, klu satelit dan stasiun pengendali bermasalah apa gak ngelantur dan nyasar kemana tuh drone dan rudal klu sudah diluncurkan seperti bola liar bs nyeruduk sembarangan kan bahaya!he3

          •  

            Mungkin dipasang self destruction. Jadi kalo ngelantur tuh Rudal langsung kembali lagi ke asal lalu meledakkan dirinya sendiri. Hhhhhhhhhh

        •  

          Sepertinya mesti ada yg dihitung dulu bung Agato, misalnya:

          1. berapa kecepatan rudal musuh (waktu mencapai sasaran), termasuk berapa banyak rudal yang mereka luncurkan

          2. berapa kecepatan rudal/laser anti satelit (waktu dibutuhkan)

          3. berapa banyak satelit GLONASS yang berada di orbit

          4. perhitungkan juga apakah rusia begitu saja meluncurkan rudal nuklirnya tanpa melumpuhkan satelit lawan terlebih dahulu?

          Saat suatu negara memulai perang, maka mereka harus yakin bakal menang dan menyiapkan strategi. Tentunya beda strategi dengan negara yg bertahan dan membalas serangan.

          •  

            Yg jd rancu dan lucu kan sudah ada perjanjian pelarangan satelit dipersenjatai jg penghancuran satelit diorbitnya secara sembarangan, apakah akan efektif dan dituruti klu ekskalasi perang semakin akut apa gak jd perang antariksa jg jdnya!he3

          •  

            Sebab yang 1 masih mempersenjatai satelitnya, dan yang 2 lagi terpaksa buat anti-satelit…

            Artikelnya sudah muncul koq mengenai 2 negara yang ikut buat senjata anti satelit tersebut

            https://www.military.com/defensetech/2018/02/16/russia-and-china-racing-get-satellite-jammers-report-finds.html

          •  

            Anggap saja Russia-USA terjadi perang, dan sesuai dg pertanyaan bung Lingkar maka:

            1.) Jarak Moskow ke Washington DC adalah 7.843 km, bila kecepatan rudal ICBM Kinzhal adalah Mach 20 maka kemungkinan akan sampai target sekitar 19 menit lebih +- 25 detik. Atau bila menggunakan Minuteman 3 maka ICBM akan mencapai Moskow dalam waktu 16 menit +- 45 detik.

            2 dan 3) Satelit GLONASS berjumlah 24 buah sedangkan GPS sejumlah 31 buah. Satelit musuh biasanya akan diserang duluan baik sebelum maupun beberapa menit sesaat setelah deklarasi perang diumumkan. Tidak menunggu hingga ICBM musuh diluncurkan. Andaikan berbarengan dg diluncurkannya ICBM musuh maka hanya beberapa ASAT yg diluncurkan pada satelit yg sedang beredar diatas wilayah sendiri. Mungkin 3-4 satelit. Sebuah ASAT ASM-135 mampu melaju dg kecepatan Mach 19 lebih, hanya butuh 1,5 menit untuk menghajar satelit yg terbang dg orbit rendah dg ketinggian 600 km. S-500 juga kemungkinan bisa digunakan untuk anti satelit dan jaraknya juga hampir sama dengan ASM-135. Masalahnya baik GPS maupun GLONASS adanya di orbit tinggi/orbit Geostasioner (ketinggian GPS 20 ribu km lebih dan GLONASS mencapai 19 ribu km lebih diluar angkasa). Kalo satelit sasaran setinggi itu maka kita harus menggunakan teknologi yg lebih canggih dan murah. Pentagon memiliki pesawat ulang-alik tanpa awak X-37B yg bisa dipersenjatai dan dalam kondisi perang USA bisa menggunakan Space-X roket Falcon 9 yg bisa mendarat kembali memungkinkan pengiriman senjata seperti X-37B lebih banyak dengan sekali pengiriman “hanya ” membutuhkan USD 7 milions, bandingin dengan biaya yg dikeluarkan oleh Rusia untuk meluncurkan Soyuz hingga ratusan milions USD sekali luncur. Jelas USA akan lebih kuat dalam pertempuran luar angkasa dan otomatis akan mempengaruhi jalannya pertempuran di Bumi.

            4.) Bahkan bila Rusia meluncurkan 1000 SARMAT 2 yg satu rudal saja bisa menghancurkan Prancis tetap saja ketika terbang tinggi di orbit rendah, X-37B yg sudah ditempatkan di luar angkasa akan mampu mencegatnya dg mudah.

          •  

            China pun sama saja, pada akhirnya takkan mampu menghadapi USA.

            Nah ini video: How Space X is changing The Space Industry.
            https://youtu.be/BtZDAynd67Y

          •  

            Berarti untuk Sarmat 2 masih ada 2 sistem pemandu rudal lagi, yaitu Astrocelestial dan INS (selain GLONASS) dan rudal Trident juga menggunakan pemandu Astro-Inertial guidance (ANS)

          •  

            Saya tidak tahu mengapa bung Agato tiba2 mengaitkan Soyuz dengan peperangan satelit… Soyuz sampai saat ini menjadi wahana yang digunakan bahkan oleh semua astronot dari semua negara di dunia untuk melakukan perjalanan ke wahana ISS baik pergi maupun balik ke bumi…
            Termasuk untuk mengirimkan logistik… lalu mengapa tiba2 dikaitkan dengan perang bintang???

            Suka tidak suka, justru Soyuz adalah satu2nya alat transportasi yang diandalkan juga oleh NASA sampai saat ini…

        •  

          GPS dan Glonass malahan sekarang akan ditinggalkan. Selain masalah rentan di satelite juga rentan terhadap jammer.
          Dengan semakin cepat data processor di Missile, maka yang paling berkembang saat ini adalah Inertia Guidance. Memanfaatkan motion sensors, gyroscopes and magnetic sensors untuk medekat ke Object, dan finnall touch akan dikombinasikan dengan Active Homing atau Electro Optical sensor.
          Khusus untuk Missile Nuklir tidak diperlukan presisi Tinggi. Bahkan kesalahan 1 Km pun tidak menjadi masalah bukan ?

      •  

        Intinya dari semua komen mulai kembali Cold War dan perang pengaruh sekaligus penumpukan Senjanta…
        mungkin kalo ingin Cold War berakhir lagi ya salah satu adidaya harus colaps lg seperti dulu. Amerika colaps rasanya ga mungkin, Rusia masih mungkin, China kayaknya ga mungkin juga.

    •  

      bung Andre …
      Kalo logika sy, utk negara se level Russia, Amrik, Perancis, China, tekno roket besar utk ruang angkasa sdh dikuasai dg baik, dg riset & development terus menerus, sy yakin mrk mampu buat kontrol/seeker roket tanpa perlu satelit glonass/gps.
      Roket rudal tanpa batas jelajah, sy pikir mksdnya mungkin ditempatkan & parkir di ruang angkasa di luar atmosphere bumi berkeliling nunggu instruksi turun ke bumi menghantam sasaran, bisa juga dimaksudkan sbg deterrent utk menekan posisi tawar politis.
      Sangat mengerikan ketika rudal tsb mampu membawa byk hulu ledak nuklir, jadi wajar Russia mengatakan tdk bisa atau sulit ditangkal dg perisai rudal yg ada saat ini, tapi sy jg yakin Amrik dkk. akan bersiap menciptakan antidote nya, malah pasti akan develop pula jenis rudal yg sama dg Russia.

  2.  

    Melestarikan Perdamaian dg mengembangkan senjata baru?? LoL.. That’s very funny and sounds lunatics.

    Pergelaran senjata anti balistik dan payung anti nuklir yg dipasang oleh USA dan sekutunya sekalipun takkan langsung mematikan kemampuan serangan pertama atau serangan balasan nuklir milik Rusia. Apa yg ditakutkan dg dipasangnya AEGIS Ashore, PAC-3 hingga THAAD disejumlah wilayah di Eropa dan Asia?? Apa hanud itu benar-benar bisa melumpuhkan Yars, Bulava, Satan atau Topol M??? Sebegitu takutnya kah Rusia terhadap hanud milik USA hingga harus mengembangkan rudal balistik yg bisa melaju sejauh 100.000 km???

    Ane yakin, apa yg dulu disampaikan oleh Ronald Reagan dalam strategi yg disebut sebagai “The Star Wars'” akan benar2 dihidupkan. Platform atau satelit yg dipersenjatai dg laser dan digunakan untuk menghancurkan ICBM hingga satelit musuh saat di luar angkasa. Bahkan bisa digunakan untuk menembak rudal Anti Satelit musuh dah jika dikembangkan lebih besar digunakan untuk menghancurkan sebuah kota/pangkalan militer dari luar angkasa.

    Kalopun Laser belum siap, menghujani kota dengan Tungsten sebesar tiang listrik dari jarak 5000 km sudah cukup untuk meratakan sebuah kota layaknya dihajar nuklir.

    https://www.google.co.id/amp/s/amp.businessinsider.com/air-force-rods-from-god-kinetic-weapon-hit-with-nuclear-weapon-force-2017-9

    •  

      Kan ada pepatah ”klu ingin damai harus siap perang” dan bila terjadi perang maka negara2 yg lemah militernya seperti ”gajah berkelahi pelanduk mati ditengah”.he3

      •  

        Indonesia darurat nuklir tipe destroyer. Hhhhhhhhhh

      •  

        Mungkin saja itu pepatah dibuat oleh penjual senjata biar makin banyak perang, agar senjatanya laku.
        Apakah akhir perang pasti berlanjut dengan kedamaian? Belum tentu. Yang lebih mungkin justru menciptakan dendam berkepanjangan. Dendam yang menyulut perang baru lagi. Begitu seterusnya.

        •  

          Ci Vis Pacem Parabellum itu sudah ada sejak zaman Romawi kuno dan digunakan oleh para petinggi militer mereka. Jadi bukan oleh pedagang senjata.

          Manusia sendiri selain sebagai Zoon Politicon (Aristoteles) atau hewan yang bermasyarakat, juga bisa menjadi hewan yang menyukai perselisihan dan perang. Jadi, mau sampai kiamat sekalipun, perang antar manusia tetap akan ada. Kecuali jika ada ancaman luar biasa atau common enemy misalnya bencana alam skala global/serangan endemi virus yg mengancam umat manusia atau manusia diserang alien misalnya maka manusia pasti akan damai dan bersama-sama akan menghadapi bencana/serangan yg datang.

          •  

            Bung Agato percaya alien atau tidak? :lol: hihihi

          •  

            Dan mungkin sudah sejak zaman Romawi itu pedagang senjata sudah nongol duluan di bumi.

            Jika perang antar manusia tetap akan ada sampai kiamat, maka apakah pepatah ”klu ingin damai harus siap perang” masih tetap berlaku?

          •  

            koq jaman Romawi bung? bahkan jauh sebelum itu sudah banyak pedang senjata berkeliaran…

            Sebagai contoh, peradaban Mesopotamia (Irak) itu yang tertua didunia bung

            Mesopotamia dianggap merupakan peradaban tertua di muka bumi sejak evolusi manusia. Mesopotamia kuno berlangsung sekitar 3.300 SM – 750 SM. Mesopotamia menjadi tempat pertama dimana masyarakat beradab benar-benar mulai terbentuk. Mereka hidup makmur di wilayah yang sekarang disebut Irak modern. Peradaban Mesopotamia kemudian dikenal sebagai Babilonia, Sumeria dan Asyur.

          •  

            Iya bung Lingkar, maka saya kataken sebelum zaman Romawi.

          •  

            Tapi kenapa nasib Mesopotamia modern jadi hancur seperti sekarang ya?

          •  

            Bahkan di jaman purba pun pedagang senjata sudah eksis

            Pembeli:
            Kami sedang tawuran dengan warga seberang sungai, yang sering nyerobot padang perburuan kami.

            Pedagang:
            Apa yang kalian perlukan?

            Pembeli:
            24 unit senjata penusuk.

            Pedagang:
            Akan kami buatkan senjata tusuk kualitas terbaik, dari tulang mamoth. Dan bonus 4 unit dari tulang marmut.

            Pembeli:
            Kami juga butuh 5 unit bom molotov.

            Pembeli:
            Husss! Bukankah di jaman kita ini belum ditemukan molotov?

          •  

            itu barter pakai bulu atau pakai kutu bung pragota? klo jaman sekarang masih pake barter, berarti mereka masih tinggal di jaman purba dong ya… atau sisa-sisa orang purba yang tak berevolusi?

            wkwkwkw :lol:

          •  

            Ahahaaaa ….
            Tanya aja ke bung Jimmy. xixixiiii

          •  

            Ane percaya alien, selama bakteri di luar angkasa juga bisa hidup maka ane sebut itu alien. Kalo alien yg dimaksud punya kecerdasan seperti kita ya Ane belum tau. Walopun sebetulnya terlalu aneh, se- galaksi Bima sakti saja kemungkinan ada planet dg posisi emas seperti Bumi bisa ada ratusan ribu planet dari puluhan juta planet yg ada. Sedangkan di alam semesta ada ratusan miliar galaksi. Jelas kemungkinan besar ada kehidupan dg kecerdasan seperti Manusia di Bumi.

      •  

        nyindir siapa bang ???

    •  

      Saya rasa bung Agato memandang secara perspektif berbeda dengan yang dipandang Russia… Russia merasa dengan penempatan banyak sekali sistem pertahanan mengelilingi mereka maka cara untuk mendistrosinya ya buat saja senjata yang bisa melalui sistem itu semua, sehingga bisa dikatakan percuma ada sistem pertahanan sedangkan rudalnya bisa melewatinya…
      Justru kalau Russia diam saja atau adem saja, maka mereka2 akan semakin jumawa…
      Perdamaian itu absurb… bahkan negara2 disekitar Russia terus menerus ditakut2i dengan ancaman ekspansi dari Russia… bahkan bukanya berusaha melakukan konstruksi yang baik untuk mencapai perdamaian justru semakin dibuat lebih parah situasinya dengan berbagai sangsi dan sekarang malah mulai mengancam pihak2 lain yang bekerja sama dengan Russia…
      Bagi Russia supaya mereka tidak diganggu dan damai mau tidak mau ya membuat senjata yang paling mematikan, sebagai jaminan supaya mereka tidak di serang…
      Bagi USA dan koalisinya, damai itu kalau Russia bisa tunduk kepada mereka….

      •  

        bisa jadi karena beliau LM oriented, atau mungkin beliau emang sengaja membuka intuisi kita untuk lebih berfikir kreatif… dan dalam berdiskusi, adanya perbedaan malah lebih membuka wawasan… :D

  3.  

    Ini yang saya sampaikan di Komen “Konsep Perpur Generasi 6” tempo hari.
    https://jakartagreater.com/riset-pesawat-generasi-keenam-pentagon-butuh-504-juta/

    Beberapa diskusi menyatakan “Kemungkinan PENTAGON akan salah langkah lagi menyusun konsep Gen6 , seperti kasus F35” dimana Gen6 versi Barat adalah :
    “Kemampuan superioritas udara akan bertepatan dengan fokus utama di peperangan elektronik, kemampuan jaringan dan mendominasi spektrum elektromagnetik”

    Sama sekali tidak menyentuh wacana “SUMBER ENERGI TAK TERBATAS” , yang akan menentukan berbagai macam teknologi yang tidak mungkin selama ini di pespur menjadi kenyataan (radar quantum, laser, pespur di atas atmosphere, perjalan hypersonic, umlimited combat range, “Mother Plane” dengan perut berisi ratusan drone dan pespur , anti gravity ..etc)

    Vision jauh ke depan menjaid kunci disini, akan tetapi mohon maaf jika saya sumir dalam komen : Sampai kapanpun jika Kepentingan LM mendominasi strategi Barat, maka akan susah Barat Out of the box konsep2 baru.

    •  

      Betul jg bung, tapi klu sudah pake AI pasti wajib jg py anti virus,anti sadap jg anti jaming yg mumpuni! Maka benar jg kata panglima unsur terpenting dan ujung tombak perang masa depan adalah perang cyber! He3.opini tukang nguping.

      •  

        Makanya saya kurang sepakat dengan konsep masa depan Netowrk Centric dan “system Keluarga” dari kosnep gen6 Pentagon.
        Sesuai dengan komen Bung Andre ini, Anti Virus, Anti sadap dan anti jamming yang bisa dilakukan adalah “pespur/missile” yang “mandiri” tanpa koneksi dan intervensi luar.
        Mungkin di masa sekarang iya, yaitu dikala booming inet, gps dll, tapi di beberapa tahun ke depan hal tersebut sangat rentan.

        Itulah kenapa Raptor saat itu memilih “Koneksi Tertutup” antar mereka Raptor sendiri untuk menghindari intervensi, .. dan saat ini menjadi sangat Mahal untuk bisa terkoneksi dengan F35 atau pespur lainnya.

        •  

          Pihak Norwegia pernah mengungkapkan menemukan adanya aktivitas F-35 mengirimkan data secara otomatis ke server pusat pabrikan di Texas setelah selesai penerbangan… sempat saya buka dan jadi beberapa perdebatan…
          Saya rasa F-35 memang sengaja dibuat komersil justru mungkin salah satunya dengan sistem yang terkoneksi justru digunakan untuk seperti mata2 bagi negara USA…
          Sedangkan F-22 memang dibuat lebih tertutup untuk mendapatkan proteksi yang sempurnya, sebelumnya kalau tidak salah F-35 Australia pernah di retas…

          •  

            Jd mirip alat komunikasi ZTE dan Huahwe China yg disinyalir disusupkan alat penyadap ya bung.he3

          •  

            Entahlah bung Andre… tetapi biasanya USA tidak seagresif F-35 untuk penjualan pespurnya… mereka terkenal sangat protektif termasuk harus mendapatkan ijin dari senat untuk setiap penjualan, dan mungkin F-35 seperti pengecualian…

    •  

      Benar itu bung SP, dengan terlalu bergantung pada teknologi LM, maka LM bisa seenak hati memberikan harga, yang semestinya bisa di tekan lebih kecil apabila ada pesaing dari perusahaan lain, dan ini awalnya pernah di suntikkan oleh Trump saat awal menjabat, tapi sekarang sepertinya bahkan Trump sendiri gak bisa berbuat banyak.

      Dan ke depan bisa saja perusahaan pesaingnya akan gulung tikar atau malah di caplok oleh LM, sama seperti yg bung SP jelaskan waktu itu

    •  

      “Sebaliknya, rekan-rekan Barat telah membuat kesalahan serius karena terlena atas ilusi superioritas dan keunggulan teknologi mereka. Mereka telah memilih untuk mengabaikan sinyal kita. Sekarang, merekalah yang harus mengejar dan menanggung semua konsekuensi, pertama-tama untuk dompet pembayar pajak mereka”, kata sumber tersebut.

      Saya rasa, negara2 barat memang kadang2 terlalu meremehkan kemampuan finansial Russia, sehingga mungkin mereka beranggapan kalau Russia akan terlalu sibuk mengejar berbagai ketingggalan mereka terutama setelah sangsi yang begitu gencar untuk membelenggu Russia…
      Saya setuju dengan bung SP… Sumber energi tanpa batas adalah sebuah capaian luar biasa, bayangkan batere yang tidak pernah habis, pesawat yang bisa terus-menerus terbang dan banyak hal yang bisa diaplikasikan menyertainya… apalagi di artikel tentang laser Russia menyatakan teknologi ini jauh lebih murah daripada sistem rudal…

  4.  

    Indonesia darurat mbah bowo T_T

  5.  

    Apakah perlu intelejen untuk mengetahui gimana gugupnya Amerika dan rekan baratnya?, Saya rasa si dengan hanya melihat respon yang canggung para pejabat tinggi USA dan NATO seolah-olah membenarkan kalau mereka belum siap dengan perkembangan teknologi militer Rusia dan China. Cuman yang patut diwaspadai bagaimana aktor USA dan NATO pandai berakting (memainkan intelejen) dan memainkan peran.

    •  

      sudah bung, makanya sebelum Putin buat pidato kemarin, beberapa waktu sebelumnya Pentagon memberikan laporan ke Senat mengenai perkemangan alutsista Rusia, termmasuk drone nuklir bawah lautnya…

  6.  

    ini baru diskusi….ijin nyimak….

  7.  

    kalo sya boleh bilang, ni negara maju pada belagu, ga tau apa indonesia punya senjata yg mematikan jga, bakar sja smua alas/ hutan yg ada di indonesia, gak US kek, rusia kek, china kek, apa kek pasti pada klepek2 jd dendeng, wis,biarin mati kabeh biar ga ada yg busung dada sekalian

  8.  

    Yang jd pertanyaan saya ni reaktor mini dipake dlm hal ketahanan daya nya dalam hal menjelajah yg thn lama, apa jg termasuk daya dorong kecepatan nya ?