Rusia Rampungkan Uji Reaktor Nuklir Mini untuk Rudal & Drone

Ilustrasi: replika reaktor nuklir di museum Haigerloch. © Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia telah merampungkan uji coba unit tenaga nuklir mini yang di pasang pada rudal jelajah dan drone bawah air, menurut sumber diplomatik militer kepada TASS pada hari Sabtu.

“Rusia telah menyelesaikan uji coba miniatur unit tenaga nuklir untuk rudal jelajah dengan jangkauan tak terbatas dan untuk kapal selam otonom dari sistem kelautan multiguna. Hingga kini, teknologi tersebut telah dirancang dan dipraktikkan hanya oleh Rusia”, kata sumber tersebut.

Sumber tersebut pun menambahkan bahwa Rusia telah mengirim sinyal ke mitra Barat yang tak pernah kooperatif di masa lalu, dengan maksud menunjukkan kepada mereka bahwa upaya mereka untuk menetralisir potensi strategis kami dengan menerapkan elemen perisai rudal adalah sia-sia.

Sinyal tersebut termasuk juga bocoran tentang proyek Rusia untuk membangun drone bawah laut dengan jangkauan tak terbatas, yang sengaja dibuat beberapa tahun yang lalu dalam upaya memacu dialog mengenai keamanan global dengan mitra Barat.

“Sebaliknya, rekan-rekan Barat telah membuat kesalahan serius karena terlena atas ilusi superioritas dan keunggulan teknologi mereka. Mereka telah memilih untuk mengabaikan sinyal kita. Sekarang, merekalah yang harus mengejar dan menanggung semua konsekuensi, pertama-tama untuk dompet pembayar pajak mereka”, kata sumber tersebut.

Sumber tersebut menggambarkan bahwa kebijakan Barat mengenai Moskow sebagai kebutaan strategi terhadap Rusia dan kemampuannya.

Itulah mengapa salah satu gagasan penting yang disuarakan selama pidato Presiden Vladimir Putin sebagai sebuah proposal untuk berhenti memicu perlombaan senjata baru dan untuk mulai mencari cara dalam melestarikan perdamaian.

Dalam pidatonya didepan Majelis Federal, Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan sistem senjata strategis paling canggih, yang dikembangkan sebagai tanggapan atas penarikan sepihak Washington dari Traktat Rudal Anti-Balistik (Perjanjian ABM) serta penyebaran praktis elemen perisai rudal AS didalam dan diluar perbatasannya.

Diantara persenjataan mutakhir terbaru adalah rudal balistik antarbenua Sarmat, sistem senjata hipersonik Kinzhal, rudal jelajah bersenjata nuklir, termasuk drone bawah laut berkemampuan ganda, yang dimaksudkan untuk menjalankan misi konvensional dan juga nuklir.

Tinggalkan komentar