Mar 242019
 

The guided-missile destroyer USS Jason Dunham (DDG 109) launches a SM-2 missile during a live-fire exercise. © U.S. Navy via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Moskow akan mengambil semua langkah tanggapan yang diperlukan jika Amerika Serikat mengimplementasikan rencana untuk menguji rudal pencegat SM-3 Blok IIA terhadap rudal balistik antar-benua (ICBM), kata Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat, seperti dilansir dari laman Sputnik.

“Rencana-rencana tersebut tak bisa tidak menimbulkan kekhawatiran ketika ancaman itu menjadi kenyataan”, kata Kemenlu Rusia dalam sebuah pernyataan. Kementerian lantas mencatat bahwa Rusia harus mempertimbangkan hal ini dan “mengambil tindakan yang diperlukan, termasuk yang bersifat teknis”.

Pernyataan tersebut muncul setelah Washington mengatakan awal tahun ini dalam laporan peninjauan kebijakan Amerika Serikat tentang pertahanan rudal bahwa Pentagon memiliki rencana mulai menguji rudal SM-3 dalam kapasitas ini pada tahun 2020.

A Standard Missile (SM-3) is launched from the Aegis combat system equipped Arleigh Burke class destroyer USS Decatur (DDG 73) during a Missile Defense Agency ballistic missile flight test. © U.S. Navy via Wikimedia Commons

Selain itu, salah satu fokus utama dari laporan tinjauan pertahanan rudal tersebut adalah menangani kemampuan rudal canggih yang dikembangkan oleh Rusia dan China.

Mengomentari langkah AS tersebut, asosiasi Missile Technology Control Regime (MTCR) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa AS harus melakukan pembicaraan dengan Rusia dan China mengenai stabilitas strategis mengatasi dampak kebijakan pertahanan rudal.

MTCR juga menekankan bahwa diskusi AS dengan Rusia dan China harus mengabaikan langkah-langkah destabilisasi seperti mengejar pencegat berbasis ruang angkasa hingga menguji SM-3 Blok IIA terhadap ICBM.