Rusia: Salah Sendiri Jet Su-30MKM Bermasalah

Jet tempur multiperan Su-30SM Angkatan Udara Rusia © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Pemerintah Rusia telah membantah klaim bahwa jet tempur Sukhoi yang dipasok ke Malaysia sulit dipertahankan, mengatakan bahwa pesawat tersebut telah berhasil digunakan di banyak negara yang mengikuti jadwal pemeliharaan yang tepat.

Dilansir dari laman Free Malaysia Today, pemerintah Rusia mengatakan bahwa tidak ada keluhan dari negara lain yang membeli jet tempur canggih tersebut selama pekerjaan untuk pemeliharaan dan servis dilakukan secara rutin sehingga pesawat akan tetap “dalam kondisi prima untuk melayani tujuan mereka.

Pesawat tempur buatan Rusia telah banyak bertugas di berbagai negara di seluruh dunia dan menunjukkan keandalan dan daya tahan mereka.

“Di India, misalnya, hampir 300 unit jet tempur multiperan Su-30MKI dan MiG-29 merupakan andalan kemampuan Angkatan Udara negara itu”, sebut kedutaan besar Rusia di Kuala Lumpur, sebagai tanggapan atas laporan yang menyebut bahwa jet tempur buatan Rusia mahal untuk dipertahankan karena birokrasi dan kurangnya transparansi dari pihak Rusia.

Laporan sebelumnya yang mengutip seorang pejabat tinggi Malaysia yang akrab dengan aset Angkatan Udara Malaysia, yang menyalahkan “grounded” jet tempur Su-30MKM Malaysia disebabkan oleh cara Rusia dalam melakukan bisnis.

Dia mengatakan bahwa cara Rusia melakukan bisnis tidak “terbuka atau transparan” seperti yang dilakukan negara-negara Barat lainnya, menambahkan bahwa ada rincian yang tidak diungkapkan ke Malaysia ketika jet tersebut dijual.

“Di tengah-tengah pengadaan, kami tidak diberitahu tentang perlunya melakukan pemeliharaan jenis tertentu setelah 10 tahun, yang hanya dapat mereka lakukan”, kata pejabat itu, menambahkan bahwa prosedur ini berbeda dengan pembelian jet tempur dari AS.

Tetapi Rusia menolak klaim itu, yang disebut “bias dan tidak profesional”. Dikatakan bahwa Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) sendiri telah menyebutkan bahwa kurangnya pendanaan dari pemerintah sebagai alasan atas masalah yang kini dihadapi oleh armada jet tempur Su-30MKM Malaysia.

Pemerintah Rusia menyebutkan bahwa kegagalan untuk membiayai pemeliharaan armada bisa dihindari jika memang Malaysia berniat untuk mempertahankan armada jet tempur Sukhoi Su-30MKM tetap dalam pelayanan.

“Para pakar militer Rusia dan asing berkali-kali mengakui bahwa pesawat tempur Rusia adalah merupakan salah satu yang termurah di dunia dalam hal harga dan pemeliharaan, disaat yang sama itu memberikan kinerja yang sangat baik dalam memenuhi misi operasional”, tambahnya.

Masalah yang dihadapi oleh jet tempur Su-30MKM Malaysia tersebut mencuat bulan lalu ketika Menteri Pertahanan Malaysia Mohamad Sabu mengatakan bahwa hanya 4 dari 18 unit Sukhoi Su-30MKM yang dapat terbang, sementara yang lain sedang dalam perbaikan.

Kedutaan Besar Rusia mengatakan permasalahan “birokrasi dan ketidakefisienan” dalam hal pemeliharaan armada jet tempur Sukhoi sebenarnya berasal dari pihak Malaysia sendiri.

Dikatakan bahwa ini karena pihak berwenang Malaysia di masa lalu telah menandatangani perjanjian pengadaan langsung dengan berbagai perusahaan swasta asal Rusia yang menjadi penanggungjawab untuk dukungan teknis dan pasokan suku cadangnya.

“Prosedur itu tidak transparan dan mengakibatkan buruknya perawatan jet tempur buatan Rusia”, katanya, menambahkan bahwa praktik itu baru-baru ini diubah ketika kedua negara telah menugaskan lembaga yang berwenang untuk menyelesaikan masalah terkait dengan pemeliharaan Sukhoi.

Duta Besar Rusia bahkan menyatakan bahwa “Pada kenyataannya, saat parade militer untuk perayaan Hari Kebangsaan 2018, kita melihat ada 6 jet Sukhoi terbang dalam formasi, tidak 4 seperti yang dinyatakan sebelumnya, ini membuktikan bahwa masalah pemeliharaan sedang dipecahkan secara bertahap dan ada kemauan untuk melakukannya”.

Tinggalkan komentar