May 072017
 

Pesawat AEW&C Beriev A-100 Rusia sedang lepas landas. © Max Bakshaev

Angkatan Udara Rusia akan sangat bergantung pada pesawat peringatan dini dan kontrol Beriev A-100 “Premier” baru untuk mendeteksi pesawat siluman musuh seperti F-22 Raptor dan F-35 Lightning II, seperti dilansir dari China Topix.

Beriev A-100 terbang perdana pada bulan Oktober 2016, dan dilengkapi radar AESA Vega Premier baru di sebuah radome yang berputar. Radar AESA berputar setiap lima detik, guna meningkatkan kemampuan radar untuk melacak sasaran yang bergerak dengan cepat seperti jet musuh.

Beriev A-100, berbasis pada pesawat transport Il-76MD-90A (Il-476), dan kini masih dalam pengembangan. Beriev A-100 dikembangkan oleh Vega Radio Engineering Concern, anak perusahaan Rostec, perusahaan negara yang mendominasi industri pertahanan Rusia.

Dijuluki sebagai “The Flying Mushroom” atau cendawan terbang karena ukuran radomenya yang besar, Beriev A-100 adalah sebuah sistem radar pengintai dan pemandu jarak jauh. Ini berperan untuk mendeteksi target udara, kapal permukaan dan menyampaikan informasi ke pusat komando tentang situasi yang ada.

Selain itu, Beriev A-100 juga dapat berfungsi sebagai pos komando udara dan memberikan bantuan untuk menyerang pesawat untuk menyerang sasaran udara, darat dan laut.

Pesawat radar pengintai jarak jauh multifungsi Beriev A-100 akan dapat mendeteksi kategori target baru, termasuk pesawat taktis generasi mendatang, menurut Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Sergei Shoigu.

“Kompleks ini akan dapat dengan cepat membangun medan radar sesuai arahan operasional yang diberikan. Pengembangannya dikondisikan oleh munculnya kategori sasaran baru, ini termasuk pesawat taktis generasi mendatang”, kata Jenderal Shoigu beberapa hari yang lalu.

Menurut media pemerintah Rusia, mengatakan bahwa pesawat taktis generasi mendatang yang dikutip oleh Jenderal Shoigu tersebut mengacu pada pesawat siluman F-22 dan F-35 buatan Amerika.

Jenderal Shoigu juga mengatakan bahwa VVS berencana untuk mengembangkan dua varian Breiev A-100, yaitu laboratorium terbang dan prototipe sistem AEW&C multifungsi.

  27 Responses to “Rusia Sebut Beriev A-100 AEW&C Baru Bisa Deteksi F-22 dan F-35 AS”

  1. Kasihan Yonhap komentarnya dicuekin

  2. ane ambil dulu pertamaxnya dr bung patih ..

  3. Pertamax

  4. teknologi hasil kerjasama bung PP dan bung PE untuk dapat pertamax hahahaaaa

  5. kok nggak disebutin….berapa radius yg mampu dicover AESA Vega????…ini.anjayyy….banyak betul dagangannya bung@JS.mumet milih yg mana…

  6. saling klaim.. yng percaya dibodohi

  7. bisa jadi betul, klo rusia bisa pasang aesa di a 50 kemungkinan besar bisa deteksi siluman dan makhluk astral lainnya seperti jin dan dedemit.
    tpi harus kros cek ulang sapa tahu di php in sama rusia bilang aesa ga tahunya masih pesa. hihi

    • eh… jgn salah… Rusia bkn negara yg tdk mampu untuk bikin aesa lho…

      • HUAHAHAHA !!! Apaan ni joosss !!! Dipakein payung segala, ente mao bawa orang hidup apa…Singkat aja dah:

        BENER MONCER NI BARANG !!! HUAHAHAHA !!!

    • klu utk dogfigt F16 vs SU27, klh telak itu F16 apa lagi menggunakan mig29 mig 35 & su 35 sudah jelas sama , jk utk sniperfight trgantung kepintaran avioniknya & kekuatan rudalnya, jd bagusnya ganti fans ajja

  8. HUAHAHAHA !!! Apaan ni rongsokan !!! Dipakein payung segala, ente mao bawa orang mati apa…Singkat aja dah:

    KAGAK MONCER NI BARANG !!! HUAHAHAHA !!!

  9. Mantap saling bersaing teknologi antara barat dan timur yg mumet si calon pembeli, bagi yg nonblok bagus dibeli keduanya untuk dipelajari dan dikembangkan didalam negri!

  10. kayak pesawat komando milik amerika HAWKEYE juga ada payungnya xixixi

  11. Kalau sudah dapat radar yg bisa mendeteksi F22/F35, gak ada yg bisa dibanggakan lg.
    Kecuali gaya mendarat kodoknya

 Leave a Reply