Sep 232018
 

Sosna-R, sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) buatan Rusia © Army Recognition

JakartaGreater.com – Sistem pertahanan udara jarak pendek (SHORAD) terbaru Sosna-R buatan Rusia akan segera masuk dalam produksi massal, menurut General Desainer dari kendaraan Vladimir Ukleyev. Sosna-R ini didasarkan pada lambung kendaraan lapis baja multi-peran berantai MT-LB, seperti dilansir dari laman Army Recognition.

“Sistem pertahanan udara mobile terbaru Sosna-R telah melewati uji coba negara. Ini dirancang untuk menggantikan sistem rudal permukaan-ke-udara jarak pendek (SAM) Strela-10 alias SA-13 Gopher yang masih dalam layanan Angkatan Bersenjata Rusia. Kemampuan manufaktur industri saat ini sedang dipersiapkan untuk produksi massal sistem SHORAD, Sosna”, kata Ukleyev.

Sosna memiliki arsitektur modular, yang memungkinkan integrasi modul sistem tempur dengan berbagai jenis chassis dengan kapasitas muatan tidak kurang dari 3.500 kg, atau 3,5 ton termasuk wahana angkut personel lapis baja BTR-82A, kendaraan pertempuran infanteri BMP-2 dan BMP-3 dan kendaraan tempur lintas udara BMD-4. Sosna-R dapat disematkan di berbagai sistem komando dan kontrol otomatis (C2).

Varian dasar dari sistem SHORAD Sosna-R ini didasarkan pada transporter MT-LB yang berantai. Sosna telah dilengkapi dengan sub-sistem komputasi digital dan bekerja dalam mode otomatis dan semi-otomatis.

Suite sensor sistem menggabungkan unit opto-elektronik yang secara drastis mengurangi tanda tangan Sosna di medan perang. Dengan demikian, sistem SHORAD baru tersebut dilengkapi dengan pengintai laser, sub-sistem kontrol rudal laser (LMC), CCTV, serta pencitra-panas dengan rangefinder dan subsistem LMC yang terpasang pada platform gyrostabilized. Integrasi dari unit LMC itu telah menghasilkan peningkatan jangkauan keterlibatan target Sosna menjadi 10 km. Sistem memiliki waktu reaksi sekitar 5-6 detik.

Modul tempur tanpa awak dari Sosna membawa 12 SAM siap pakai Sosna-R dalam dua buah sel yang berisikan enam rudal masing-masing. Rudal yang terbungkus itu memiliki berat 42 kg dan memiliki panjang 2,4 m.

Sosna-R memiliki kecepatan hingga 875 m/s dan dapat digunakan melawan target udara terbang pada ketinggian hingga 5 km dengan kecepatan 100 m/s seperti helikopter, 250 m/s seperti rudal jelajah dan 300 m/s seperti pesawat bersayap tetap.

“Rudal Sosna-R juga dapat melumpuhkan kendaraan udara tanpa awak atau UAV”, kata sumber industri kepada TASS.

Disebutkan bahwa sistem rudal permukaan-ke-udara Sosna tak memerlukan kendaraan transport-loader. “Hanya butuh sekitar 10 menit untuk mengisi ulang ke-12 rudal dari modul tempurnya”, tambah sumber itu.

Angkatan Bersenjata Uni Soviet telah menggunakan keluarga sistem SAM jarak pendek Strela-10 sejak akhir tahun 1970-an. Menurut buku analisis Military Balance 2018 yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London, Angkatan Darat Rusia (SV) masih memiliki sekitar 400 unit sistem SHORAD 9K35M3 Strela-10M3 alias SA-13 Gopher.

Bagikan:

  2 Responses to “Rusia Segera Produksi Massal SHORAD Baru”

  1.  

    kita mesti ber shorad sorai……heeee

 Leave a Reply