Rusia: Serangan Jet Israel ke Suriah Bahayakan Pesawat Sipil

Jakartagreater.com  –  Militer Suriah mengatakan sebelumnya mereka telah menggagalkan target bermusuhan di atas Damaskus, menambahkan bahwa serangan itu telah diluncurkan oleh pasukan Israel dari Dataran Tinggi Golan, dirilis Sputniknews.com, Jumat 7-2-2020.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, Jet-Jet tempur F-16 Israel melakukan serangan dengan 8 Rudal udara-ke-permukaan di pinggiran Damaskus Kamis pagi 6-2-2020, tanpa memasuki wilayah udara Suriah.

Menurut militer Rusia, sebuah Airbus-320 sipil dengan 172 penumpang di dalamnya sedang mencoba untuk mendarat di bandara Damaskus selama serangan udara Israel malam itu, tetapi malah mendarat di pangkalan udara Rusia di Hmeymim.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, sudah menjadi praktik umum bagi angkatan udara Israel untuk menggunakan pesawat sipil untuk melindungi Jet tempur mereka sendiri dari sistem pertahanan udara Suriah.

Delapan tentara terluka dan beberapa kerusakan material disebabkan oleh serangan udara Kamis pagi 6-2-2020 di Damaskus dan kota-kota Suriah lainnya, kata sumber militer Suriah sebelumnya.

Sumber militer mengkonfirmasi serangan itu diluncurkan dari Dataran Tinggi Golan, yang sebagiannya telah ditempati oleh Israel sejak 1967, dan dari wilayah udara selatan Libanon. Israel tetap diam tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Menurut laporan media, serangan itu menargetkan distrik Mezzah Damaskus, di mana Bandara Militer Al-Mezzah berada, titik dislokasi Brigade ke-75 Angkatan Darat Suriah di sekitar desa al-Maquilbiya, dan Pusat Penelitian Ilmiah di Jamaria.

Terbang dari Irak

Pada hari Jumat, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa serangan udara Israel di pinggiran Damaskus pada 6 Februari 2020 membahayakan sebuah pesawat penumpang dengan 172 orang di dalamnya.

Sebuah pesawat Jet penumpang, yang hampir dihancurkan oleh Angkatan Udara Israel selama serangan udara di Damaskus awal pekan ini, terbang dari Irak,bukan dari Iran, menurut situs pelacakan flightradar24.com.

Portal mengidentifikasi pesawat itu sebagai Airbus A320-211 milik Cham Wing Airlines, yang memiliki nomor penerbangan 6Q514 dan yang terbang dari kota Irak selatan, An-Najaf.

Pemutaran situs web Penerbangan 6Q514 mengkonfirmasi identitas pesawat yang mencoba mendarat di bandara Damaskus tetapi kemudian tiba-tiba mengubah arah dan terbang menuju Hmeymim Airbase Rusia di Suriah.

Data Flightradar datang setelah Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa serangan Jet tempur F-16 Israel di pinggiran Damaskus telah menempatkan sebuah pesawat sipil pada risiko serius dan memaksanya untuk mengalihkan pendaratan ke Hmeymim setelah pertahanan udara Suriah diaktifkan untuk mengusir serangan itu.

Menurut juru bicara Kementerian Igor Konashenkov, sebuah Airbus A320 dalam perjalanan dari Teheran ke Damaskus terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah serangan Rudal Israel.

Dia memuji “tindakan tepat waktu” pengontrol lalu lintas udara yang mencegah pesawat dengan 172 orang di dalamnya dalam baku tembak setelah sistem pertahanan udara Suriah mulai melibatkan target yang bermusuhan.

Konashenkov mengatakan bahwa A320 akhirnya mendarat “di lapangan terbang alternatif terdekat”, menambahkan bahwa serangan itu terjadi sekitar pukul 2 pagi waktu setempat setelah empat F-16 Israel menembakkan setidaknya delapan Rudal udara-ke-permukaan dari luar wilayah udara Suriah. Dia menambahkan bahwa menggunakan pesawat sipil sebagai “perisai” tidak jarang di antara pilot Angkatan Udara Israel.

Praktik Lama Israel

Dalam beberapa tahun terakhir, Israel telah melakukan ratusan serangan udara ke Suriah, menargetkan apa yang dikatakan Tel Aviv adalah pasukan “Iran” atau “yang didukung Iran”, yang, menurut otoritas Israel, mengancam negara itu. Pemerintah Suriah telah berulang kali mengajukan banding ke PBB atas “agresi” pasukan Israel dan pelanggaran wilayah udaranya.

Dalam insiden serupa pada September 2018, sebuah pesawat pengintai Il-20 Rusia dengan 15 prajurit di dalamnya menghilang dari layar radar dekat Hmeymim Airbase di Suriah. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, penghilangan itu bertepatan dengan serangan oleh 4 Jet militer F-16 Israel terhadap sasaran-sasaran Suriah di provinsi Latakia.

Kementerian itu menyatakan pada saat itu bahwa pilot Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai perisai, dengan demikian menjadikannya sebagai serangan oleh unit pertahanan udara Suriah, dengan rudal S-200 Suriah pada akhirnya menjatuhkan pesawat Rusia sambil berusaha mengusir serangan Israel. Sebanyak 15 prajurit militer Rusia tewas dalam kehancuran pesawat.

Pada saat itu, pihak berwenang Israel mengklaim bahwa sementara mereka memahami Moskow, militer Suriah bertanggung jawab atas insiden tragis itu.

6 pemikiran pada “Rusia: Serangan Jet Israel ke Suriah Bahayakan Pesawat Sipil”

  1. Kir….tungkir
    Si gatol mulai fristrasi dia kir…tungkir
    Sudah kalah ilmu mulai ngetrol komen spt org mabuk kir…tungkir.
    Sekali lagi jongos si paman jambul kuning ini babak belur dilapak sebelah kir….tungkir
    Mental babu tetap dibawanya di lapak sebelah kir…tungkir
    Tp tetap saja si sugi gatol tak berdaya spt biasa kir…tungkir…….xicixicixicixicixi

Tinggalkan komentar