Dec 272018
 

Asap terlihat diatas gunung didekat Damaskus pada Selasa malam © Reuters

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan rudal Israel terhadap Suriah pada hari sebelumnya secara langsung mengancam dua penerbangan sipil, seperti dilansir dari laman Reuters.

Kementerian tidak merinci penerbangan mana yang telah terancam, menambahkan bahwa pertahanan udara Suriah telah menghancurkan 14 dari 16 rudal Israel yang diluncurkan terhadap sasaran yang tidak ditentukan di dekat Damaskus pada hari Selasa.

Rusia Mengutuk Serangan Udara Israel

Rusia mencap bahwa serangan udara Israel ke Suriah pada Selasa malam sebagai tindakan “provokatif”. Laporan dari Suriah mengatakan sebuah gudang senjata di Qatifah, sekitar 40 km timur laut Damaskus, terkena tembakan dan melukai tiga tentara.

Israel berkomentar dan mengatakan pihaknya telah menembak rudal anti-pesawat Suriah. Namun tidak melaporkan adanya kerusakan atau cedera. Israel telah melakukan puluhan serangan terhadap Suriah dalam beberapa tahun terakhir.

Dikatakan pihaknya bertindak untuk menggagalkan transfer senjata canggih dari Iran ke gerakan Hizbullah pro-Iran di Lebanon dan memperkuat kehadiran militer Iran di Suriah.
Israel menganggap Iran dan Hizbullah sebagai ancaman berbahaya.

Serangan dilancarkan dari Libanon

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan bahwa 2 pesawat sedang bersiap-siap untuk mendarat di bandara Beirut dan Damaskus. Militer Suriah mengatakan serangan tersebut dilancarkan dari ruang udara Libanon.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kemudian men-tweet bahwa sistem pertahanan udaranya telah “diaktifkan sebagai tanggapan terhadap rudal anti-pesawat yang diluncurkan Suriah”.

Israel sebelumnya dikenal jarang mengakui bila telah melakukan serangan terhadap target di Suriah.

Namun pada bulan Mei, Israel mengatakan telah menyerang hampir semua infrastruktur militer Iran di sana dalam serangan terbesarnya sejak dimulainya perang saudara Suriah pada tahun 2011.

Serangan itu terjadi setelah roket ditembakkan ke posisi militer Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah yang mereka duduki.