Rusia Siap Ekspor Korvet Anti Kapal Selam Pengganti Parchim Class

51
67

small-asw-ship

Almaz Central Marine Design Bureau akan memasarkan korvet anti kapal selam Project 23.420 ke negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Korvet Project 23.420 dirancang terutama untuk menggantikan korvet parchim class yang sudah ketinggalan jaman.

Almaz Central Marine Design Bureau juga tidak menutup kemungkinan pembelian korvet dengan disertai transfer teknologi.

Korvet anti kapal selam Project 23.420 memiliki bobot sekitar 1.300 ton dengan panjang 75 meter dan lebar 13 meter. Kecepatan maksimum korvet diharapkan sekitar 30 knot.

korvet akan dipersenjatai dengan meriam utama AK-176MA 76 mm atau canon otomatis AK-306 kaliber 30 mm, untuk pertahanan udara dilengkapi rudal anti-pesawat ZM-47 Gibka, dua senapan mesin 12,7 dan sistem torpedo kapal selam Paket-E / NK atau sistem rudal anti kapal selam dan bom kedalaman RPK-8E. Korvet juga dilengkapi pesawat tanpa awak (UAV) yang ditempatkan di dek.

Saat ini, Angkatan Laut Rusia mengoperasikan korvet Project 20.380 yang dilengkapi dengan sistem anti kapal selam Paket-NK serupa. Paket-NK juga dipasang pada fregat Project 22.350 yang saat ini masih dalam tahap konstruksi.

paket-nk_boiky_steregushchiy_class_corvette_russian_navy_1 paket-nk_boiky_steregushchiy_class_corvette_russian_navy_2

Sistem Paket-NK adalah persenjataan anti kapal selam dan perlindungan anti serangan torpedo otomatis yang terintegrasi dengan sistem sonar kapal dan sistem Combat Management System (CMS) kapal.

Sebuah torpedo Paket-NK memiliki diameter 324 mm dan panjang sekitar 3.2 meter. Bobotnya sekitar 385 Kg dengan hulu ledak setara 70 Kg TNT. Kecepatannya berkisar dari 30 sampai 50 knot dengan jangkauan 10 mil laut.

Paket-NK nantinya akan menggantikan sistem roket-torpedo anti kapal selam RBU yang sudah dalam pelayanan sejak tahun 1960-an.

51 KOMENTAR

    • Bisa bung. Untuk urusan persenjataan kan sebenernya produsennya juga bukan produsen kapal. Kita bisa misalnya bikin platform KCR yang digedein (misal KCR 75 atau KCR 80) atau PKR yang dikecilini. Sebisa mungkin sih apa yang kita udah bisa bikin sendiri ya kita manfaatin. jadi tinggal paket senjata atau radar yang blom bisa bikin aja kita import.

    • @andri cahyadi : Torpedo Paket-NK memiliki diameter 324 mm dan panjang sekitar 3.2 meter. Bobotnya sekitar 385 Kg dengan hulu ledak setara 70 Kg TNT. Kecepatannya berkisar dari 30 sampai 50 knot dengan jangkauan 10 mil laut (18.52 km)

      Setidaknya jika kita memiliki torpedo Paket-NK ini jika dapat di instal untuk KS-22 kita, torpedo ini hampir mengimbangi range torpedo negara tetangga di selatan wilayah kita.
      Karena kecil kemungkinan kita dapat memiliki dan mendapatkan ToT torpedo MU90/Impact yang sudah di miliki oleh negara tetangga sebelah selatan kita.

      A244/S Mod 3 berdimensi panjang 2,75 m, diameter 324mm, bobot 254 kg, memiliki kecepatan tertingginya 36 knot dan jangkauan maksimum 13,5 km dengan kecepatan rendah.
      Hasil karya Italia dan Prancis.

      Torpedo MK-54 berdimensi panjang 2,72 m, diameter 324 mm, dan memiliki berat 276 kg hanya memiliki kecepatan maksimum 40 knot.
      Efektif diluncurkan dari kapal permukaan, helikopter dan pesawat udara.

      MU90/Impact merupakan torpedo generasi ketiga, berdimensi panjang 2,85 m, diameter 323,7 mm, berbobot 304 kg, memiliki kecepatan maksimum 50 knot dan dengan kecepatan rendah mampu mencapai target di jarak 23 km.
      Diproduksi oleh EuroTorp konsorsium dari perusahaan pertahanan WASS, DCNS International dan Thales yang sepenuhnya menjadi torpedo standar NATO.
      Digunakan oleh Angkatan Laut Perancis, Italia, Jerman, Denmark, Polandia dan Australia.

      Torpedo MK-48 ADCAP Mod CBASS iberdimensi panjang 5,79 m, diameter 533 mm, bobot 1,676 ton, membawa 292,5 kg hulu ledak dan dengan kecepatan maksimumnya adalah 55 knot dan jangkauan efektif 50km dengan kecepatan 40 knot.

      DM2A4 Seehecht (sebutan ekspor: SeaHake mod 4) adalah torpedo kelas berat ini berdimensi panjang hingga 7 m (tergantung jumlah baterai), diameter 533 mm, bobot 1,37 ton, kecepatan maksimumnya 50 knot dan jangkauannya 50 km.

      Torpedo 62 (versi ekspornya disebut Torpedo 2000) dari SAAB adalah torpedo dual-purpose kelas berat yang berdimensi panjang 6m, diameter 533 mm, bobot 1,45 ton dapat mencapai target yang jaraknya lebih dari 40 km dengan kecepatan maksimum 40 knot.

      Torpedo Spearfish berdimensi panjang 7 m, diameter 533 mm dan bobot 1,85 ton serta memiliki kecepatan 80 knot dan daya jangkau hanya 54 km.

      F-21 berdimensi panjang 6 m, diameter 533 mm dan berbobot 1,3 ton, memiliki kecepatan hingga 50 knot, dengan jangkauan 50 km. 

      Torpedo Blackshark hanya memiliki kecepatan 50 knot dan daya jelajahnya hanya 50 km.

      Sedangkan torpedo Shkval-E adalah torpedo dengan panjang 8,2 m, diameter 533 mm dan bobot 2,7 ton ini membawa hulu ledak tinggi yang setara dengan 210 kg TNT.
      Sistem propulsinya terdiri dari hydro-reactive jet dan solid-fuel rocket booster memberikannya kecepatan tertinggi hingga 200 knot.

      Lalu untuk torpedo Shkval Block 2 belum ada speknya di dumay…

    • @Perenung : Benar apa yang di katakan bung @Uling Putih, saya hanya ingin menambahkan saja bahwa sementara waktu ini TNI AL lebih mengandalkan 11 unit Heli Panther AS565 + KRI Rigel 933 & KRI Spica 934

      KRI Rigel 933 & KRI Spica 934 merupakan salah satu kapal perang pertama yang dimiliki oleh Indonesia berjenis Multi Purpose Research Vessel (MPRV).
      Kapal tersebut berada dibawah kendali jajaran TNI AL di bawah satuan Survei Hidro-Oseanografi.

      Kapal buatan Prancis ini dilengkapi Deep Water Multibeam Kongsber EM 302. Peralatan ini memiliki resolusi dan akurasi yang cukup tinggi, dengan menggunakan gelombang suara frekusensi 30 KHz, KRI Rigel-933 yang mampu melaksanakan pemetaan bawah laut hingga kedalaman 7.000 meter.

      Selama ini Indonesia memiliki kapal riset Baruna Jaya yang dioperasikan BPPT dan LIPI. Tapi peralatan riset bawah laut dan pelacak sonar di kapal ini sifatnya portable, bisa dipindahkan ke kapal lain. KRI Spica dan KRI Rigel memang didesain khusus secara lengkap.

      KRI Rigel 933 dan KRI Spica 934 dilengkapi dengan shallow dan deep water multibeam echosounder, yang dapat mendeteksi sensor suara dan gerak dan juga dynamic position, alat yang dikendalikan komputer untuk mengontrol posisi dan arah kapal.

  1. @cintia : Anda mempunyai sumbangsih apa untuk Republik Indonesia kecuali banyak bacot di forum ini…!
    Anda pikir meriset, memuat dan menginstal kapal untuk menjadi seperti bacot anda gampang…?
    Anda pikir meriset dan membuat rudal seringan bacot anda…!
    Dari jaman Indonesia merdeka hingga sekarang, para ahli kapal perang Indonesia untuk sementara waktu ini baru hanya mampu membuat kapal perang jenis Light Frigat PKR Sigma Class.
    Itupun melalui ToT dengan DCNS.
    Dari jaman Indonesia merdeka pada kenyataannya hingga sekarang para tenaga ahli Indonesia belum dapat membuat rudal dengan kualitas yang baik dan hanya sebatas roket.
    Semuanya butuh proses dan waktu, karena teknologi dengan kualitas terbaik butuh ketekunan dan kesabaran.
    Tidak seperti bacot anda yang mengindikasikan sebagai manusia dengan tong kosong nyaring bunyinya.
    Jika anda merasa malu dan lebih banyak bacot provokasi, lebih baik anda pindah kewarganegaraan saja…!
    Di sini / di forum ini yang di butuhkan adalah pejuang dengan berbagai cara lewat diskusi / komentar untuk berbagi ilmu dengan kata dan kalimat yang sopan hingga terjalin silaturahimnya di antara WARJAG.

    Anda adalah salah satu contoh manusia tidak tahu diri, tidak tahu malu dan tidak tahu adat…!!!

    Anda di tegur bukan oleh saya pribadi, melainkan oleh WARJAG yang lainnya juga, untuk menjaga isi komentar anda.

    JIKA PARA ADMIN TIDAK MEMBANDED ANDA JANGAN SALAHKAN KAMI MEMBULY ANDA JIKA TIDAK MENJAGA ISI KANDUNGAN KOMENTAR ANDA YANG PROVOKASI…!!!

  2. @cintia : Saya tidak perduli jika Malaysia ataupun Singapura ingin memiliki alutista apapun…!
    Karena negara lain pun mempunyai hak sesuai dengan rencana dan anggarannya masing-masing negara…!
    Yang kami perdulikan adalah alutista Republik Indonesia dengan cara yang baik dan sopan.
    Karena bagaimanapun kita hanyalah rakyat dan hanya mengikuti kebijakan dari hasil kesepakatan para pemimpin yang bersangkutan.
    Dalam hal ini rakyat Indonesia dapat membagi opininya, ilmunya ataupun lainnya di forum ini dengan komentar yang tidak mengandung sara, menghina para pemimpin ataupun pahlawan serta tidak menuliskan komentar yang sifatnya / mengandung artian provokatif.

    Jika anda merasa sehat lahir batin, jasmani maupun rohani, semoga saja anda paham arti semua kata / kalimat yang saya tuliskan.

    Wassalam..

  3. Kalau untuk membuat hull kapal kosongan pasti PAL sudah bisa ,apalagi hanya ukuran 75 Metr. Masalahnya tinggal lagi isinya ,karena Kapal selam yang beroperasi di sekitar kita umumnya buatan barat maka sebaiknya kita pakai sensor ,cms dan rudal atau terpedo buatan timur . Maka PAL bikin HUL nya dan di isi dengan peralatan yang terpasang di kapal ini. Artinya kita hanya butuh jeroannya saja . Baru top deh.