Jul 182019
 

File : Sukhoi Su-35S from Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow, Jakartagreater.com  – Perusahaan Rusia Rostec siap memasok Jet tempur Su-35 ke Turki jika Ankara menyatakan minat untuk membelinya, kata pimpinan Rostec Sergei Chemezov, Kamis 18-7-2019, dirilis TASS.

“Jika rekan-rekan Turki menyatakan minat, kami siap untuk membahas pengiriman Su-35,” kata layanan pers Rostec mengutip Chemezov.

Pada 17 Juli 2019, Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa keputusan Turki untuk membeli sistem pertahanan rudal Rusia S-400 membuat Ankara tidak mungkin untuk tetap dalam program Jet tempur F-35 AS.

Kementerian Luar Negeri Turki meminta AS untuk mempertimbangkan kembali keputusan untuk mengecualikan Turki dari program F-35.

Jet tempur supersonik Su-35S generasi 4 ++ melakukan penerbangan debutnya pada 19 Februari 2008. Jet tempur ini adalah turunan dari pesawat Su-27. Su-35S berbobot 19 ton, memiliki maksimum terbang di ketinggian 20.000 meter, dapat mengembangkan kecepatan maksimum 2.500 km/jam dan memiliki awak satu pilot.

Persenjataan Jet tempur termasuk senapan pesawat 30mm, hingga 8 ton muatan senjata (misil dan bom dari berbagai jenis) pada 12 titik bawah sayap. Su-35S telah beroperasi dengan Angkatan Darat Rusia sejak 2015.

China telah menjadi pembeli asing pertama dari pesawat tempur Rusia Su-35. Kontrak bernilai sekitar $ 2,5 miliar pada pengiriman 24 Jet tempur ke China ditandatangani pada 2015. Kontrak juga menetapkan pengiriman peralatan darat dan mesin cadangan.

Indonesia adalah pembeli asing kedua Jet tempur Rusia Su-35. Laporan muncul pada awal 2018 bahwa Rusia telah menandatangani kontrak dengan Indonesia untuk pengiriman 11 pesawat tempur. Di bawah kontrak, Rusia akan mengirimkan Jet tempur pertama ke Indonesia tahun ini. Pemenuhan kontrak Indonesia menghadapi beberapa kendala terkait dengan sanksi AS.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menyatakan bahwa jika AS menolak memasok Jet tempur F-35 ke Turki, ia akan mempertimbangkan untuk menandatangani kontrak dengan negara lain, termasuk Rusia.

  13 Responses to “Rusia Siap Kirim Jet Tempur Su-35 ke Turki”

  1.  

    Borong

  2.  

    Apakah punya kita akan datang Patrick

    •  

      Mungkin tidak …
      Kecuali kalau USA kasih ijin …
      Dan IMF lewat pejabat Ekuin Kita juga setuju
      Birokrasi yang berbelit Dari mereka itu artinya tidak disetujui …
      Walhasil …pembelian sukhoi 35 tidak akan lancar ..diakui saja Kita ini takut sama sanksi USA…maklum hutang nya Kita ini banyak sekali.

      •  

        Yah kalo hutang saya saya memang menakutkan tapi yang paling di takutkan adalah Sanksi embargo jilid ke 2 seperti Turki yang terjadi di kita…
        Bisa dibilang Alutsista kita 60% lebih condong ke barat. Sekali kena Embargo auto gagal pula project IFK kita…

    •  

      Udah, ganti aja ama F-35.Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

  3.  

    kegagalan pengiriman SU 35 ke kita banyak sekali preseden2 nya .. Kedua negara tdk akan mengorbankan preseden baik yg sudah ada …Kalau saya kiranya ” tetap akan dikirim walau dg syarat2 dr AS yg mengharuskan ” …

  4.  

    Kegagalan pengiriman Su-35 ke TNI AU akan makin menjadikan kita bulan bulanan negara disekitar kawasan, bukan underestimate TNI dan overestimate negara lain tapi kita juga harus berani untuk tidak membohongi diri sendiri bahwa sekarang ini kalau peralatan tempur tidak mumpuni itu sama dengan bunuh diri tidak cukup mental baja dan nyali gunung merapi saja. Kita belum sampai tujuan musuh dari jauh sudah habisi kita duluan, musuh timpukin kita dari jauh kita cuma bengong mau ngapain tidak bisa membalas dan tidak bisa lakukan apapun.

  5.  

    Nich…gegara lobi @###to di senat asu.kita gagal dapet sukro35.emank sempak tuch @###to.

    •  

      nato mksdny gan? klo ky gini kpn indonesia bs menjadi yg “terkuat” di kawasan dr segi alutsista, stiap mau beli yg baru & moncer di kawasan ada ja yg sirik pdhl beliny pke duit sndiri. klo ky gini hrs bnyk2 bersabar ini ujian smpe proyek IFX kelar. mungkin 2030/2050 saat ekonomi Indonesia sdh lebih maju kt bs lbh mandiri dlm hal militer. saatnya akan tiba suatu saat nanti gantian ASu yg diacak-acak.

      •  

        Sebetulnya beli Su-35 itu salah, karena hotspot Indonesia itu ada di Natuna, lawannya jelas China dan mungkin Vietnam. Percuma kita beli Su-35 kalo China juga punya dan lebih banyak. China bakal tau karakteristik dasar Su-35,apalagi mereka juga punya Su-30MK2 dan Su-27SKM yg sekarang jadi tulang punggung kekuatan udara kita.

        Makanya akan lebih bagus kalo pespur Rusia lawannya pespur buatan Barat dan yg bisa jadi lawan tangguh buat Su-35 selain F-15E/SE ya F-35. Lebih bagus kalo Indonesia mengakuisisi F-35 biar Indonesia bisa lebih mengenal teknologi pespur generasi kelima, secara IFX blok 2 bakal dikembangkan menjadi generasi kelima juga.

        •  

          Mungkin ndak sampe segitunya juga bang, kalau gunakan senjata dan peralatan yang sama pada akhirnya skill pilot yang bakal dominan, dan kita juga sebenarnya tidak ngefans banget dengan pespur Rusia masalahnya sering dicurangi dan disiriki sama Barat, tak ada jalan lain terpaksa beli dari Rusia demi harga diri dan kedaulatan bangsa dan lagi musuh kita belum tentu Cina atau Vietnam bisa jadi Amerika, Australia atau Malaysia dan Singapura yah terpaksa banyak berdoa saja supaya tidak terjadi konflik. Filipina yg kemarin underdog saja sekarang bakal miliki fregat yang mumpuni koq ambil contoh last defend equipment nya saja rencana kapal perangnya dilengkapi CIWS Phalanx sementara fregat kita cuma senapan mesin ringan Vector G12 manual pula.