Rusia Siapkan Balasan Bagi Peningkatan Kekuatan Militer NATO

21
6719

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah meningkatkan kekuatan militernya hingga mencapai dua kali lipat di wilayah perbatasan Rusia. Oleh karena itu, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu menyampaikan bahwa Moskow terpaksa mengambil langkah-langkah pembalasan.

”Saat ini, NATO dan Amerika Serikat telah mengerahkan sekitar 1.200 peralatan militer, termasuk 30 jet tempur dan lebih dari 1.000 tentara, di wilayah negara-negara Eropa Timur secara rotasi,” kata Shoigu.

Shoigu menambahkan bahwa NATO juga terus memodernisasi dan meningkatkan berbagai fasilitas militer di Polandia, Rumania, Bulgaria dan Baltik untuk membawa negara-negara itu ke standar NATO. Tak hanya itu, menurutnya, penyebaran sistem pertahanan anti-rudal (ABM) Amerika Serikat di Eropa Timur mendapat perhatian khusus dari militer Rusia.

”Langkah-langkah dari rekan-rekan Barat tersebut mengakibatkan erosi bagi stabilitas strategis di Eropa dan memaksa kita untuk mengambil langkah-langkah pembalasan, terutama dalam operasi teater Barat,” ujar Shoigu.

Menteri Pertahanan Rusia juga memperingatkan bahwa setelah pertemuan puncak Warsawa, NATO secara signifikan akan meningkatkan aktivitasnya di dekat perbatasan Rusia.

Sumber: Sindo News

21 COMMENTS

  1. Kerja Sama Militer Rusia-Indonesia Masih Terbuka Lebar untuk Berkembang

    Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin mengatakan Indonesia dan Rusia memiliki peluang besar untuk mengembangkan kerjasama militer teknis. Galuzin menyebut Indonesia sangat menghargai karakteristik kinerja produk militer Rusia.

    “Indonesia, seperti negara lain sangat peduli dengan perlindungan kedaulatan dan integritas teritorial, tertarik untuk mempertahankan dan memperkuat kemampuan pertahanan dan untuk tujuan Indonesia membangun angkatan bersenjata modern yang dilengkapi dengan baik diperlukan,” kata diplomat Rusia itu kepada Kantor Berita TASS Selasa 28 Juni 2016.

    “Sebagai duta besar Rusia, saya dapat mengatakan bahwa saya sangat senang dan sangat bangga bahwa hari ini angkatan bersenjata Indonesia mengoperasikan perangkat keras militer canggih Rusia. Sebagai contoh, jet tempur multiperan Su-30, Su-27, kendaraan tempur infanteri BMP 3F yang digunakan Marinir Indonesia dan lain-lain,” kata duta Besar.

    “Kepemimpinan politik dan pertahanan Indonesia sangat menghargai karakteristik kinerja produk militer Rusia,” tambah Duta Besar.
    Dia juga mengutip banyaknya pernyataan dari Indonesia tentang rencana Angkatan Udara untuk mengakuisi jet tempur Su-35.

    “Kami, sebagai diplomat, akan terus melakukan segala kemungkinan untuk memastikan bahwa militer dan kerjasama teknis antara Rusia dan Indonesia untuk berkembang lebih lanjut dan saling menguntungkan kedua belah pihak. Saya dapat mengatakan bahwa ada pra-syarat untuk ini,” kata Duta Besar Rusia.

    Bidang ketahanan, keamanan, baik regional maupun global menurutnya adalah hal yang sangat menjanjikan dalam hubungan Rusia-Indonesia.

LEAVE A REPLY