Sep 092019
 

Sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 Rusia. © Russian Federation MoD

Yuzhno-Sakhalins, Jakartagreater.com   – Rusia akan mengirimkan sistem pertahanan udara S-400 ke India sesuai dengan jadwal, dalam 18-19 bulan, dan kontraknya telah dibayar dimuka, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov, dirilis Sputniknews.comk pada Minggu 8-9-2019.

“Pembayaran uang muka telah diterima dan semuanya akan dikirimkan sesuai dengan jadwal, dalam waktu sekitar 18-19 bulan,” kata Borisov di kepada penyiar Rossiya 1.

Awal tahun ini, Komandan Komando Indo-Pasifik AS Laksamana Philip Davidson mengatakan AS menganggap pembelian sistem S-400 Rusia oleh India sebagai “sedikit masalah”, dan menambahkan bahwa Washington sedang dalam pembicaraan dengan militer India untuk meyakinkan India tidak melanjutkan kesepakatan itu.

India dan Rusia menandatangani kontrak $ 5,43 miliar S-400 dalam mata uang nasional pada tahun 2018 meskipun AS mengancam akan memberi sanksi kepada New Delhi berdasarkan undang-undang tahun 2017 yang memungkinkan Washington untuk menghukum negara-negara yang membeli senjata Rusia.

Terlepas dari ancaman itu, India masih tetap menjadi mitra pertahanan utama Rusia dengan sekitar 58 persen impor senjata India antara 2014 dan 2018 bersumber dari Rusia.

Selain India, AS juga menghadapi pertikaian dengan Turki, mitra NATO Washington, mengenai pembelian sistem pertahanan udara Rusia. Musim panas ini, Rusia menyelesaikan pengiriman batch pertama dari sistem S-400 dalam suatu kesepakatan yang disimpulkan pada Desember 2017.

Setelah Ankara menjelaskan sebelumnya pada tahun itu bahwa ia akan melanjutkan kesepakatan itu, Washington menunda pengiriman F- 35 jet ke Turki dan berjanji untuk bergerak dengan lebih banyak sanksi terhadap negara.