Sep 032018
 

Militan di Idlib Suriah. (Tasnimnews.com)

Moskow, Jakartagreater.lcom – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Pemerintah Suriah berhak mengejar para militan keluar dari kantung yang dikuasai pemberontak di Idlib, dirilis Antara, 2-9-2018.

Menurut Menlu Lavrov seperti dikutip kantor berita Interfax, pada Jumat 31-8-2018, pembicaraan mengenai pembuatan koridor kemanusiaan di sana juga sedang berjalan. Provinsi Idlib di Suriah dan kawasan-kawasan di sekitarnya merupakan kantung utama terakhir yang dikuasai petempur yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad, sekutu dekat Rusia.

Satu sumber mengatakan kepada Reuters, Bashar sedang menyiapkan ofensif untuk merebut kembali provinsi tersebut. Pasukan Pemerintah Suriah “mempunyai hak penuh untuk melindungi kedaulatannya dan mengusir, menghancurkan ancaman teroris atas wilayahnya”, ujar Lavrov, seperti dilansir kantor berita Interfax.

Ketegangan antara Rusia dan Barat telah meningkat terkait Idlib, dan Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan pada Kamis 30-8-2018 bahwa Rusia akan mulai melakukan latihan utama angkatan laut di Laut Tengah pada Sabtu di lepas pantai Suriah.

Sergei Lavrov juga mengatakan bahwa komunikasi antara Rusia dan Amerika Serikat mengenai Suriah berlangsung seketika. PBB telah menyerukan Rusia, Iran dan Turki untuk menangguhkan pertempuran yang dapat berdampak pada jutaan warga sipil, dengan menghimbau koridor kemanusiaan untuk mengevakuasi warga sipil.

Reuters melaporkan dari Berlin, Kanselir Jerman Angela Merkel berharap Kremlin menggunakan pengaruhnya terhadap Pemerintah Suriah untuk mencegah bencana kemanusiaan di Idlib, kawasan di bagian utara yang dikuasai pemberontak, kata seorang juru bicara Merkel.

Merkel mengangkat isu tersebut dalam beberapa hari belakangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemerintah Jerman memperhatikan perkembangan-perkembangan di kawasan itu dengan kecemasan yang meningkat.

“Kami mengharapkan … Rusia mencegah Pemerintah Suriah menambah eskalasi situasi dan karena hal itu mencegah bencana kemanusiaan,” kata Ulrike Demmer, jubir Merkel, pada jumpa pers reguler. Menurut dia, sangat penting organisasi-organisasi kemanusiaan diberi akses ke penduduk sipil yang terpapar.

Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Moualem mengatakan pada Kamis 30-8-2018, pasukan pemerintah akan “berbuat dengan berbagai cara” dalam ofensif yang direncanakan di Idlib, benteng terakhir pemberontak di Suriah, dan sasaran-sasaran utama Damaskus ialah para militan Al-Nusra.

Tetapi Suriah tidak akan menggunakan senjata kimia dalam tiap ofensif dan negara tersebut tak mempunyai persenjataan jenis itu. Suriah akan berusaha menghindari kematian di kalangan sipil, kata Moualem.

Vladimir Putin akan menghadiri konferensi tingkat tinggi di Teheran pada 7 September 2018 dengan para pemimpn dari Turki dan Iran, kata jubirnya kepada Reuters.

  5 Responses to “Rusia: Suriah Berhak Kejar Pemberontak Keluar Idlib”

  1.  

    Buruanlah perangnya,biar jadi perang dunia ke 3.
    Biar cepat kiamat dunia ini.

  2.  

    Hehe..kejarr teruss

  3.  

    buruanlah perangnya, jadi ga sabar pengen lihat tomahawk dijaring sama pilot2 rusky pake mig-31

  4.  

    suriah mmng berhak memburu pemberontak keluar idlib walau ke israel

  5.  

    kmrn siapa yg memulai.kog rusia di suruh mengakhiri.
    ati ati bu angela.tar hp nya disadap lagi xi xi xi.

 Leave a Reply