Oct 182018
 

Jerusalem

Jakarta, Jakartagreater.com – Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva menegaskan bahwa negaranya tidak akan memindahkan kedutaan besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, meskipun beberapa negara telah dan berencana mengikuti langkah Amerika Serikat itu.

“Kami tidak berencana memindahkan kedutaan kami dan sikap kami jelas mendukung penyelesaian dua negara,” kata Vorobieva dalam keterangan pers di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta pada Rabu, 17/10/2018, dirilis Antara.

Penegasan itu kembali disampaikan Dubes Vorobieva terkait pengumuman Perdana Menteri Scott Morrison, yang berencana memindahkan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem mengikuti langkah Presiden AS Donald Trump.

Vorobieva enggan menanggapi alasan rencana Morrison itu, namun ia mengatakan bahwa jika dilihat dari hubungan Australia, yang adalah salah satu sekutu AS, maka mungkin saja rencana tersebut akan terjadi.

Meskipun demikian, Vorobieva berharap rencana itu tidak terwujud dan semua negara perlu berhati-hati karena masalah Palestina dan Israel sangat peka, sehingga mengikuti langkah AS memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem hanya akan memperburuk upaya perdamaian, yang berjalan sulit.

“Rusia bersama Indonesia dalam hal ini, bahwa penyelesaian dua negara adalah satu-satunya cara nyata saat ini untuk perdamaian Israel dengan Palestina, dan jika negara lain mengikuti ukuran ganda AS, maka komitmen mereka pada perdamaian sangat perlu dipertanyakan,” kata dia.

Terkait kemungkinan perubahan sikap AS dalam Dewan Keamanan PBB dalam menyikapi berbagai masalah internasional setelah Perwakilan Tetap AS untuk PBB Nikki Haley mundur pada tahun depan, terutama tentang Palestina dan berbagai kritik pada Rusia, Vorobieva mengatakan kemungkinannya sangat kecil.

“Fakta bahwa dia mundur tidak akan mengubah keputusan, yang diambil Kongres atau Presiden AS. Saya meragukan kepribadian seorang utusan berarti banyak dalam hal ini, meskipun Haley memang cukup keras dalam membahasakan kebijakan negaranya,” kata dia.

  19 Responses to “Rusia Tak Akan Pindahkan Kedutaan ke Jerusalem”

  1.  

    Ahh ntar juga nyusul mindah kedubes tuh Rusia, cepat atau lambat. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Kalau rusia dukung pemindahan kedubesnya, bagaimana kabar rakyat rusia yang muslims…, wah bisa banyak demo…, 10 juta nya muslim dari 100 an juta rakyat rusia…, dan 140 rebuuuu yahudi, muslim terbesar di eropa dan yahudi terkecil di eropa. dukung pemindahan kedubes…, rusia bakalan mikir.

    •  

      Ga bakalan… pindah sekalipun juga tetap saja sikap USA tidak berubah… justru Russia mengambil posisi strategis dengan menolak pindah karena akan mendapatkan simpati besar dari negara2 yang notabene tidak sukan dengan USA atau Israel…
      Itu berarti pangsa pasar….

      •  

        Rusia dulu pernah ikut bantu waktu ngadepin Taliban dan Al Qaeda di Afganistan, bahkan pernah mendukung serangan ke Irak waktu Perang Teluk pertama. Siapa yg bisa menjamin suatu saat Rusia juga bakal mindahin kedubesnya ke Yerusalem??? Secara historis, seharusnya Rusia bakal ikutan karena mereka muak dg muslim dan negara muslim. Rusia menganggap dirinya sebagai pewaris Bizantinum yg dikalahkan oleh Kekhalifahan Turki Utsmani,mereka sudah ratusan tahun berperang dengan Turki, menganeksasi negara2 islam di Asia Tengah, menolak mendukung Kosovo yg sebagian besar warganya adalah muslim dan bahkan mengusir Warga Tatar yg muslim saat menguasai Semenanjung Krimea. So, masih yakin Rusia gak bakalan ikutan mindah kedubes?? Ahh itu sih cuman gimmick biar dapet simpati dari negara muslim aja. Aslinya mah sabodo teuing. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

        •  

          Seenggaknya sampe saat ini rusky tetep konsisten ga double standart buat ngadepin persoalan palestine israel. Masih bisa dipegang gitulho omongannya, seenggaknya sampai sejauh ini. Dan gabanyak retorika juga kayanya

        •  

          Russia pernah memiliki hubungan yang sangat dekat dengan USA terutama saat terjadi wind of change… sehingga tidak mengherankan jika Russia membantu memerangi Al Qaeda dan Taliban di Afganistan… tetapi kenyataanya itu hanya dimasa lalu, saat ini USA kembali terjebak di medan perang Afganistan, dan mereka tidak menemukan jalan keluar selain keluar dari Afganistan…
          Turki adalah mitra penting Russia begitupun arti Russia bagi Turki, sangsi ekonomi keras Russia berhasil membuat Turki menyerah dan bahkan efeknya adalah Turki bersitegang dengan USA dan NATO, keributan pasca pembelian S-400 jelas menunjukan segalanya…
          Crimea, suku Tatar sudah tersisih bahkan pada saat masih Uni Soviet… krisis Crimea tidak ada hubunganya dengan suku Tatar…
          Russia adalah negara dengan penduduk terbesar kedua adalah Muslim, bagaimana mungkin mereka muak dengan muslim??? Russia dekat dengan Suriah-Iran-Irak, mereka bahkan dekat juga dengan Arab Saudi dan negara muslim lainya…
          Simpati??? dari siapa??? mereka sudah mendapatkan cukup simpati jika saja USA tidak kebakaran jenggot dan berusaha memblokir kedekatan itu dengan sangsi kepada Russia…

          •  

            Masalah utama USA dg Turki itu awalnya karena Turki ingin baterai Patriot milik anggota NATO menetap di Selatan Turki untuk antisipasi di Suriah, lalu karena banyak yg menolak makanya mau beli langsung tapi Senat dan Kongres USA melakukan blunder dg menolak FMS yg dirancang oleh Pentagon. Disisi lain, Turki juga sedang ada masalah dg Rusia lalu ada kudeta yg gagal. Ane kira Erdogan dan partainya sudah mempersiapkan diri termasuk kader di angkatan bersenjata Turki sehingga mereka bisa bersiap ketika terjadi kudeta dg kondisi semacam itu. Setau ane, baru pertama kali ada pemerintah sipil di Turki bisa selamat dari pemberontakan, Gulen hanya sebagai kambing hitam aja.

            Salah kalo bangsa Tatar tak ada hubungannya dengan Krimea, justru mereka sudah mendiami disana sejak berabad abad yg lalu, dan kini mereka cemas dg nasib mereka dibawah pengaruh Putin.
            https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/17/08/19/ouxuzn313-kecemasan-tatar-crimea

            Negara² bagian di Kaukasus Rusia yg mayoritas muslim masih merasa tidak nyaman dibawah kediktatoran Putin. Jelas mereka kadang masih melakukan perlawanan dg cara bom bunuh diri di Metro/Subway Rusia.

            Rusia hanya dekat dg Suriah, Iran dan Irak yg memang kebetulan atau tidak, pemerintah disana dipegang oleh Syiah yg diperangi oleh sebagian besar umat islam dan khususnya negara² Arab Teluk.

            Jika Rusia memang dekat dg Islam dan negara Islam, apa pernah Rusia melakukan embargo atau pengucilan terhadap Israel??? Kunci perdamaian di Timur Tengah jelas ada di masalah Israel-Palestina. Rusia sendiri tidak pernah mendorong suatu resolusi yg benar-benar menghukum Israel atas tindakannya terhadap Palestina. Bahkan serangan ke Gaza pun Rusia hanya diam saja. So, apa benar Rusia dekat dg dunia Islam?? Ane rasa sih tidak. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      @Bung Agato maaf seandainya bung ngefans alutsista USA,tapi ya mohon jangan semua masalah jadi disiplin mati ikut bela USA juga..

  2.  

    Palestina butuh bantuan Rusia berupa Senjata AK-47 & RPG bwt Rakyat Palestina

  3.  

    Kutipan Menlu Palestina saat berkunjung ke indonesia

    “Kami juga mencoba berbicara dengan Rusia dan China” , tapi tidak ada satu negara pun yang mau bicara ke AS untuk bergabung sebagai mediator dalam proses perdamaian.

  4.  

    Kedubes Rusia ndak bakal pindah….tenang saja…

 Leave a Reply