Des 162018
 

Jakartagreater.com   –    Kementerian Pertahanan Rusia pada Rabu 12-12-2018 menampilkan video penerbangan Bomber strategis pembawa Rudal nuklir Tu-160 yang dipiloti oleh Angkatan Udara Rusia, saat penerbangan menuju Venezuela. Uniknya video ini menampilakn bagian dalam kokpit bomber Tu-160 yang jarang dilihat orang, saat berada di atas perairan Karibia. Penerbangan dari Rusia ke Venezuela ini dilakukan dalam waktu hampir 10 jam.

Tu-160 bisa dikatakan “kapal induk udara” pengangkut Rudal, karena bisa memuat Rudal dalam jumlah besar. Dua Bomber yang terbang ini dikawal oleh pesawat Su-30 dan F-16 Venezuela. Pilot dari kedua negara bekerja dalam interaksi dalam menjalankan tugas penerbangan.

Semua penerbangan Angkatan Udara Rusia (VKS) di luar negeri dilakukan secara ketat sesuai dengan Aturan Internasional untuk Penggunaan Ruang Udara.

Tu-160 Dicemooh

Tu-160 Rusia mendarat di Venezuela. (Russian MoD)

Duta Besar AS untuk Kolombia Kevin Whitaker sempat menyebut Bomber strategis Rusia Tu-160 merupakan “barang antik di museum”. Yang bisa kita artikan, barang antik untuk pajangan saja.

Mendapatkan komentar seperti itu, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov, menyatakan pernyataan petinggi AS tersebut bersifat amatir, dirilis TASS, Jumat 14-12-2018.

Menurut Jenderal Igor Konashenkov, “Kementerian Pertahanan Rusia tidak terkejut oleh pernyataan amatir dari perwakilan Departemen Luar Negeri AS tentang pesawat taktis pembawa Rudal Tu-160 di tengah kesunyian para ahli profesional Pentagon.”

“Sejak saat penciptaan mereka, Tu-160 yang membawa Rudal strategis bahkan tidak memiliki analog yang sebanding di Amerika Serikat atau di negara anggota NATO lainnya dengan kecepatan yang mereka kembangkan, muatan senjata, jangkauan operasi dan tidak dapat diakses olehk setiap kemampuan pertahanan udara, “kata Konashenkov.

Sang Jenderal juga mengingatkan bahwa produksi versi upgrade dari pembom Rudal strategis Tu-160 telah diluncurkan, dengan kemampuan yang meningkat, kata juru bicara Kementerian Pertahanan itu.

Seperti yang Konashenkov catat, Tu-160 dapat dibandingkan dengan “barang antik di museum” hanya dalam konteks “mengagumi karya agung pemikiran rekayasa domestik di bidang pembuatan pesawat hingga membuat iri para simpatisan Rusia.”

Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pada hari Senin 10-12-2018 bahwa 2 Bomber strategis Tu-160, pesawat militer dan transportasi berat An-124 Ruslan dan pesawat jarak jauh Il-62 dari Angkatan Udara Rusia telah tiba di Venezuela.

Pesawat Tu-160 telah tinggal selama sekitar sepuluh jam di langit di atas Laut Karibia dan didampingi Jet tempur Venezuela pada beberapa tahap penerbangan mereka.