Rusia Targetkan Kontrak Alutsista dengan Indonesia dan India di 2017

SU-35BM Rusia (Carlos Menendez San Juan)

Langkawi – Ekspor senjata Rusia tahun 2017 secara signifikan akan melebihi angka tahun lalu, ujar direktur kerjasama internasional dan kebijakan regional, konglomerasi industri pertahanan Rostec, Rusia, Rabu, 22/3/2017.

“Portofolio Rosoboronexport saat ini $ 45 miliar dan cukup untuk menjaga perusahaan industri pertahanan sibuk selama tiga tahun. Pada 2017, akan ada lebih banyak kontrak dari tahun 2016,” ujar Viktor Kladov, yang mengepalai delegasi gabungan dari Rostec dan eksportir senjata negara, Rosoboronexport, kepada wartawan di Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA), Malaysia.

Menurut pejabat itu, rencana Rusia untuk tahun ini, termasuk kontrak pertahanan besar dengan Indonesia dan kontrak bernilai multi-triliun dengan India untuk membangun empat frigat Talwar kelas.

“Kontrak untuk pengiriman frigat tergantung seberapa cepat negosiasi akan dilanjutkan, dan mereka sedang melakukannya. Terutama, serangkaian pertemuan serius dengan mitra India telah terjadi. Jika beruntung, kontrak akan ditandatangani tahun ini,” ujarnya.

Dua dari frigat itu rencananya akan dibangun di Rusia dan dua di salah satu galangan kapal India di bawah lisensi.

“Mitra India yang memilih galangan kapal, ada semacam kompetisi. Kami menunggu konfirmasi resmi dari pihak India,” katanya.

Rusia juga berencana untuk menandatangani kontrak untuk produksi helikopter serbaguna 200 Ka-226T bermesin ganda yang dilakukan di India, kata Kladov.

“Sebuah kontrak direncanakan memasok 48 helikopter multiguna Mi-17V-5 ke India juga dijadwalkan untuk ditandatangani tahun ini,” tambah Kladov.

TASS.com