Feb 142019
 

Angkatan Udara India (IAF) sedang mengevaluasi stok berlebih pesawat tempur MiG-29 dari Rusia. 21 MiG-29 yang dibangun pada tahun 1980-an oleh perusahaan RAC MiG, merupakan pesanan dari Angkatan Udara Rusia, dan tidak jadi dibeli karena tidak ada biaya.

Selama tiga dekade, MiG-29 tidak digunakan dengan bagian sayap tersimpan digudang, dan sekarang Angkatan Udara India (IAF) telah diundang untuk membelinya dengan harga yang sama saat pertama dibangun – yaitu kurang dari US$ 25 juta (Rs 175 crore). Harga yang bahkan lebih murah daripada harga pesawat tempur Tejas Mark 1.

“Tim tingkat tinggi IAF telah kembali dari Rusia, dan menemukan MiG-29 berada dalam kondisi sangat baik. MiG-29 bisa membuat tambahan yang bagus untuk armada kami dan kami mengirimkan laporan positif, ”kata seorang pejabat senior Angkatan Udara India yang terlibat dalam pembelian persenjataan Angkatan Udara..

IAF pertama kali membeli MiG-29 pada akhir 1980-an setelah Amerika Serikat memasok Angkatan Udara Pakistan pesawat tempur F-16 Falcon. Sejak itu, IAF mengoperasikan tiga skuadron MiG-29, yang disebut Skuadron “First Supersonics”, “Black Archer” dan “Tridents”. Dua dari skuadron ini ditempatkan di Adampur, Punjab dan yang ketiga di Jamnagar, Gujarat.

69 unit MiG-29 milik IAF saat ini sedang mengalami upgrade ke standar MiG-29UPG senilai US$ 900 juta.

MiG-29 lawas adalah pesawat tempur superioritas udara, yang dioptimalkan untuk melakukan pertempuran udara-ke-udara. Sedangkan MiG-29UPG akan dioptimalkan sebagai pesawat tempur multi-peran yang akan dilengkapi persenjataan untuk menyerang target darat.

Selain itu, dengan penambahan tangki bahan bakar berkapasitas besar dan kemampuan pengisian bahan bakar di udara, MiG-29UPG akan diperankan juga sebagai pesawat tempur multi-peran jarak jauh.

Rusia telah mengkonfirmasi akan memutakhirkan 21 unit MiG-29 yang ditawarkan ke India dengan standar yang sama dengan tiga skuadron MiG-29UPG India lainnya, dengan tambahan biaya sekitar US$ 15 juta untuk satu pesawat.

Selain armada MiG-29UPG, Angkatan Laut India juga mengoperasikan varian MiG-29K / KUB yang berbasis di kapal induk INS Vikramaditya. Varian ini juga akan berpangkalan di INS Vikrant saat dikirimkan pada tahun 2020-21.
Theprint

 Posted by on Februari 14, 2019

  9 Responses to “Rusia Tawarkan MiG-29 Stok Lawas ke India”

  1.  

    sekali,kali tawarin ke Indonesia kek,, biasanya mau,pelit amat!upgrade f16 bekas saja ditampung.

  2.  

    mesti di borong nih.

  3.  

    Ngaps?

  4.  

    Indonesia bukan indon

  5.  

    Semua negara justru pada ngarep dapet hibah Mig-29. Krn secara kualitas hrs diakui memang lebih superior..

    •  

      Betul tuh
      Secara kemampuan dan teknologi juga lebih bagus karena dari awal memang konfigurasinya air supriority meskipun masih belum multirole air to ground tidak ada, tapi dalam hal daya serang dan manuver sangat hebat
      Hanya satu kekuarangan di semua pesawat buatan sovyet maupun rusia yaitu umurnya pendek tapi pengecualian su 35 dan mig 35 yang umur airframenya 6000 hours flight dan mesinnya 4000 hours flight setara 30 tahun dengan 200 jam terbang pertahun atau 24 tahun untuk 250 jam terbang pertahun mengikuti jam terbang pilot pilot usa (kayaknya susah, kan kita tidak cari gara gara dengan negara lain hehe)

      •  

        Kalo lifetimenya pendek percuma dong buat perang tuh Mig-29. Jangan² tak perlu satu rudal pun buat jatuhin tuh pespur, ntar juga jatuh sendiri. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh

    •  

      Superior dari Mig 23 dan 27 sih iya. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh