Rusia Tawarkan Sistem Rudal Antey-2500

32
511
Sistem Rudal Anti-
Sistem Rudal Anti-Serangan Udara Antey-2500 Rusia

Moskow – Perusahaan Teknologi Senjata Negara Rusia, Rostec, telah menawarkan rudal anti-pesawat terbaru Antey-2500, varian baru dari rudal S-300 yang sudah lama didambakan, namun sempat menghadapi kendala politis.

Iran sendiri sedang mempertimbangkan tawaran itu. ”Kami telah menawarkan rudal Antey-2500, bukan rudal S-300. Mereka sedang berpikir. Belum ada keputusan yang telah dibuat,” kata CEO Rostec, Sergei Chemezov, saat pameran senjata internasional di Abu Dhabi.

Chemezov, seperti dilansir Russia Today, Selasa (24/2/2015), mengingatkan, bahwa rudal Antey-2500 adalah versi perbaikan dari rudal S-300. Rusia, kata dia, sudah berhenti mengembangkan rudal S-300.

Iran dan Rusia sejatinya sudah terikat kontrak jual beli rudal S-300 pada tahun 2007. Namun, kontrak senilai US$800 juta itu terpaksa dibatalkan pada 2010 karena Iran terkena sanksi PBB terkait program nuklirnya.

Gara-gara pembatalan kontrak jual beli rudal S-300 itu, Teheran mengajukan gugatan senilai US$4 miliar ke pengadilan arbitrase Jenewa.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, pada Januari 2015 lalu lawatan ke ke Iran. Menurutnya, Moskow dan Teheran telah menandatangani kesepakatan kerja sama militer yang menyiratkan kerjasama yang lebih luas dalam pelatihan personel dan kegiatan kontra-terorisme. Namun, dia tidak menolak membahas soal tawaran rudal ke Iran. (sindonews.com).

32 KOMENTAR

  1. Bila komisi 1 dan pemerintah serius membangun kekuatan pertahanan dr misi menjadi poros maritim dunia, tentu penguatan pertahanan udara diutamakan terlebih dahulu krn negara sekitar telah & akan mempunyai pesawat generasi 5, untuk dpt mengimbangi tentunya perlu pengadaan pesawat sebanding misalkan SU T50 paling tdk 3 skuadron full persenjataan, lalu sistem anti rudal jarak sedang/jauh, radar serta peralatan perang elektronika. Untuk angkatan laut secepatnya menambah kapal selam yg juga dpt mengimbangi punya negara sekitar, perbanyak miget. Percepat proyek roket dijadikan rudal untuk jarak sedang dan jauh.
    Sudah waktunya benar² mewujudkan bangsa yg kuat serta disegani, gugup dan akhirnya ribut sendiri krn pertahanan alakadarnya sudah bkn jamannya. Sekarang dunia mengunakan hukum rimba, bukan perang dlm hutan rimba.

    • seperti’a canggihan s-400 bung KM.
      Antey-2500 S-300VM atau
      SA-23 Gladiator yg jauh lebih canggih dari S-300 MPU (setara dng S-400).

      Antey-2500 adalah sistem anti rudal * anti pesawat yg belum bisa ditandingi oleh us. sistem’a mampu mengunci sasaran terbang pd jarak 250 km utk 6 obyek secara bersamaan. sistem ini juga anti jamming, sehingga akurasinya hampir dipastikan presisi/tepat sasaran.

      disebut NATO sbg SA-21 Growler, S-400 merupakan upgrade dari sistem rudal pertahanan udara S-300 namun dng fitur penggunaan 3 (skrng mungkin 4) rudal berbeda, meliputi rudal jarak menengah 9M96 (120 km), rudal jarak jauh 48N6 (250 km) & 40N6 (400 km).
      maaf klo salah…

  2. Salah satu syarat mutlak yg perlu TNI antisipasi adalah peperangan yg semakin modern dan canggih yg telah diperlihatkan pihak AS sewaktu mengagresi Iraq, Afghanistan dan Pakistan, contohnya! lalu bgmn peta kekuatan alutsista terutama pertahanan rudal kita terhadap musuh? Kita sudah mempunyai rudal2 jarak pendek dan menegah, tetapi sayangnya kita belum memiikirkan mempunyai rudal jarak jauh, padahal hampir negara2 yg mempunyai wilayah luas (AS, Rusia, China, India dll) hampir semua mempunyai rudal2 jarak jauh! Sedangkan panjang wilayah kita Sabang-Merauke 8.514 Km yg terdiri dari wil. laut dan kepulauan2 yg rentan serangan dan infiltrasi musuh dari berbagai sudut! .. Jd kita mutlak memerlukan pertahanan jarak jauh, termasuk diantaranya pengadaan rudal jarak jauh (Klo bisa menjangkau dr Sabang-Merauke demikian sebaliknya), baik itu buatan LAPAN maupun negara2 sahabat!

  3. Tdk akan mungkin Antey 2500 bakalan mengisi arsenal TNI

    Pertama – tidak ada sejarahnya pembelian SAM pd TNI yg merupakan barang retrofit
    Awal 2000an pasca embargo kita pernah ditawari oleh Inggris rudal Rapier retrofit dn baru2 saja pasca Jokowi dilantik Amriki menawarkan 50 peluncur dgn 150 Hawk retrofit kesimpulan akhirnya sama yaitu semuanya ditolak
    Antey 2500 alias S300VMU sejatinya retrofit S300 yg sdh tdk diproduksi lagi sejak 2014 dgn mengganti seeker, warhead, search & tracking radar serta propelan yg sdh dianggap kadaluarsa

    Kedua – melihat MEF tdk ada pengadaan Long range SAM macam S300, S400, Patriot, Arrow ato Aster30
    Sedikit flashback ketika IDAM 2012 Rusia menawarkan S300VMU, Tunguska, Pantsyr, Buk, Osa ttp pd ajang IDAM 2014 penawaran Rusia berkurang menjadi Buk, Pansyr & Osa. Artinya Rusia mengetahui bhw tdk ada agenda TNI untuk Long Range SAM

    Setidaknya ada 5 proyek pengadaan SAM di TNI saat ini
    Pertama – MEF2- GBAD Arhanud TNI AD speknya SHORAD 6-11km yang tampaknya mengerucut ke arah Forceshield vs Saab GBAD (RBS70 NG base)
    Kedua – MEF2/3 program repowering & upgrade KRI seprti KCR60, Van Speijk class, Fatahilah class & Parchim II class dimana Osa bakalan bersaing dgn FL300N
    Ketiga – MEF 2/3 pengadaan rudal SAM VLS base untuk PKR & Bung Tomo class. Kalo ini Mica tdk dpt diganggu gugat.
    Keempat – MEF2 – pengadaan Medium range SAM (20-30km) untuk Paskhas dimana Pantsyr bakalan bersaing dgn NASAMS & RBS23 BAMSE
    Kelima – MEF 3 – pengadaan Medium range SAM (40-75km) buat Kohanudnas dgn Buk bakalan bersaing ketat dgn KM-SAM & Iron Dome

    Mudh2an yang terbaik dpt terpilih untuk meningkatkan pertahanan udara kita