Jun 282019
 

Pesawat tempur multiperan Sukhoi Su-35 Angkatan Udara Rusia © Marina Lystseva via TASS

Di saat India sedang membangun otot militernya untuk menyamai kekuatan China dan siap untuk menerima pesawat tempur Rafale pertama dari 36 yang dipesan ke Dassault Aviation Prancis, Rusia menawarkan lebih banyak lagi jet tempur Sukhoi Su-35S ke China.

Rusia sedang menunggu tanggapan China atas tawaran lagi Su-35S, sebuah pesawat tempur bermesin ganda generasi 4 ++, yang dilaporkan dapat mendeteksi dan melacak pesawat tempur stealth F-35 Lightning II Amerika Serikat.

China menerima pesawat tempur Su-35S ke-24 (nama pelaporan NATO: Flanker-E) senilai US$ 2,5 miliar dari Rusia pada bulan April 2019.

Kini Rusia kembali menawarkan lagi jet tempur Su-35.”Kami mengharapkan tanggapan dari China atas tawaran kami untuk membeli senjata modern dan peralatan militer yang diproduksi Rusia, termasuk sejumlah pesawat tempur Su-35S,” kata Layanan Federal Service for Military-Technical Cooperation (FSVTS), Kamis seperti dikutip oleh Sputnik News di Forum Teknis-Militer Internasional 2019 di Patriot Expocentre di Moskow.

Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLAAF) Brigade ke-6 di pangkalan Angkatan Udara Suji di Guangdong telah dilengkapi dengan Su-35S. China adalah satu-satunya negara selain Rusia yang mengoperasikan Su-35S.

Rusia mengklaim jet Su-35S adalah lompatan kuantum dari pesawat tempur Su-27 Sukhoi dan tepat di belakang pesawat siluman Su-57 Generasi ke-5, yang mulai dikerahkan Angkatan Udara Rusia, dalam hal teknologi.

Su-35S yang berdaya +9 g adalah pesawat tempur supermanuver dengan mesin daya dorong vectoring. Jet itu memiliki panjang 21,9 meter dengan lebar sayap (dengan ujung sayap) 15,3 m, tinggi 5,9 m. Su-35S memiliki berat kosong 17.200 kilogram, berat lepas landas maksimum 34.500 kg. Bahan bakar internal dapat membawa 11.500 kg bahan bakar dan didukung oleh dua mesin Saturnus AL-41F1S afterburning turbofan yang dapat menghasilkan daya dorong kering masing-masing 86,3 kN (19.400 lbf). Dorongan dengan afterburner adalah 142 kN (31.900 lbf) masing-masing.

Memiliki kecepatan maksimum Mach 2,25 (2.400 kmph / 1.490 mph), Su-35S dapat melakukan supercruise pada Mach 1.1+ (1.250 km / jam; 775 mph) di ketinggian sedang dan di permukaan laut dapat mencapai kecepatan Mach 1.13 (1.400 kmpj; 870 mpj). Kisaran maksimum jet di ketinggian 3.600 km (2.240 mil) sementara di permukaan laut 1.580 km (980 mil) dengan radius tempur sekitar 1.600 km (932 mil). Jangkauan feri adalah 4.500 km (2.800 mil) dengan dua tangki bahan bakar tambahan dan langit-langit servisnya adalah 18.000 meter (59.100 kaki).

Su-35 dapat naik dengan kecepatan lebih dari 280 meter per detik (lebih dari 55.000 kaki per menit). Rasio thurst to weight sebesar 1,13 pada 50% bahan bakar dan 0,92 dengan bahan bakar internal penuh.

Persenjataannya mencakup satu autocannon 30 mm Gryazev-Shipunov GSh-30-1 internal dengan 150 amunisi dengan 12 hardpoint. Rel ujung sayap memiliki dua cantelan sementara ada 10 cantelan senjata di bawah sayap dan badan pesawat berkapasitas 8.000 kg (17.630 lb) rudal dan bom. Pesawat tempur ini dapat membawa campuran rudal udara-ke-udara, udara-ke-permukaan, rudal anti-kapal, rudal anti-radiasi. Su-35 dapat membawa bom yang dipandu oleh TV, laser, dan dipandu oleh satelit juga.

Mata Su-35S termasuk radar pasif array yang dipindai secara elektronik (PESA) Irbis-E (Snow Leopard) yang dapat mendeteksi dan melacak hingga 30 target udara secara bersamaan hingga 400 kilometer, dan menyerang hingga delapan di antaranya.

Mode udara-ke-permukaan memungkinkan Irbis-E untuk menargetkan dan menyerang empat target, sementara pada saat yang sama memindai langit untuk ancaman udara yang dapat dikunci oleh rudal-rudal dengan sistem pemandu radar aktif. Su-35 juga memiliki sistem pencarian dan pelacak OLS-35 infra-merah dan sistem peperangan elektronik L175M Khibiny-M.

Sementara itu, Angkatan Udara India (IAF) kemungkinan besar akan menempatkan satu skuadron dari Pesawat Tempur Multi-Peran Medium (MMRCA) bermesin ganda di Hasimara, Benggala Barat. Rafale pertama akan bergabung dengan IAF pada September 2019, sedangkan jet tempur yang ke-36 akan mendarat di India pada tahun 2022.

Zeenews

 Posted by on Juni 28, 2019

  8 Responses to “Rusia Tawarkan Sukhoi Su-35 Canggih ke Tiongkok”

  1.  

    Su35s adalah puncak dr keunggulan flanker untuk segala jenis pespur gen 4++,,,,radar pasif array (PESA) yg menjadi dasar radar irbis-E adalah teknologi terkini dr perkembangan kemampuan radar PESA,,,dalam hal ini banyak orang salah kaprah tentang maksud dr radar PESA dan AESA, radar aktif dan pasif adalah sifat dasar cara kerja radar dan kedua sifat kerja radar ini punya kelebihan dan kekurangannya masing2, banyak orang berfikir bila pesawat menggunakan radar pasif (pesa) diartikan sebagai pesawat yg menggunakan sistem avionic jadul dan yg menggunakan radar aktif (AESA) adalah pespur yg menggunakan avionic modern, padahal pesa dan aesa adalah dasar kerja dr kedua sistem radar tersebut, radar aktif/aesa punya berbagai jenis kemampuan dan kemampuan radar aesa tersebut tergantung seberapa besar kemampuan riset perangkat radar negara yg mengembangkan kemampuan radar aesa tersebut’ tiap2 negara yg mengembangkan riset kemampuan Aesa pasti memberi nama kepada radar aesa yg mereka kembangkan, begitu jg radar yg berdasarkan radar pasif/pesa kemampuannya jg tergantung seberapa besar kemampuan riset pengembangan perangkat radar pesa tersebut, puncak dr pengembangan kemampuan pesa yg dikembangkan rusia saat ini untuk pesawat tempur produksi mereka adalah irbis-E, pilihan antara radar aesa dan pesa dipengaruhi pemahaman mendalam doktrin militer yg diyakini negara yg memilih dasar kerja radar tersebut, kedua cara kerja radar tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing2′ radar aktif kemampuannya lebih cepat mendeteksi ketimbang pasif tp rentan terhadap perangkat jaming, radar pasif meski sedikit lebih lambat dr aktif sangat sulit dijaming oleh perangkat jaming, kelebihan radar pasif jg bisa mendeteksi pesawat setelth melalui perangkat2 yg memancarkan gelombang elktromagnetik yg digunakan pespur satelth tersebut, menurutku melalui teori perangkat kamera satelith yg di koneksikan/yg dipindai secara elektronika ke radar pasif akan mampu membuat pespur satelth terlihat nyata dilayar monitor pespur sehingga muncullah ide membuat satelith yg khusus digunakan pespur untuk menjadi mata tuk menampilkan hasil deteksi radar pasif terhadap pespur setelth,,,jd menurutku apa yg dikatakan rusia tentang kemampuan su35s ini bukanlah muluk2 atau pun berlebihan, dr desain peasawat yg bener2 memperhatikan kemampuan manufer dr sisi berat pesawat, diameter pesawat, power mesin yg awalnya saturn AL-41FP dikembangkan menjadi saturn AL-41F1S yg bener2 telah disesuaikan dengan berat pesawat yg membawa full load, fleksibelitas mesin yg disusaikan agar bener2 mendukung desain pespur sehingga membuat pesawat super lincah dan jg tetep memperhatikan kemampuan rangka pesawat membawa muatan senjata yg full load, kemampuan radar irbis-E yg dipakai su35s yg ditawarkan rusia diatas adalah radar hasil pengembangan radar irbis-E terbaru hasil dr uji coba di suriah kemaren, kesimpulanku SU35s yg ditawarkan rusia adalah hasil uji dr pengembangan dan uji coba yg dilakukan disuriah dan apa yg dikatakan rusia tentang kemampuan su35s yg diatas bukanlah omongan sesumbar belaka, mereka berani menawarkan ini karena mereka telah yakin bahwa su57 telah memiliki kemampuan yg melebihi su35s dan yakin bisa membunuh su35s yg mereka tawarkan tp itu akan tetep menjadi rahasia rusia, rusia berani produksi masal dan memesan banyak su57 adalah bukti keyakinan rusia terhadap su57 yg melebihi kemampuan su35s dan bisa membunuh su35s yg mereka tawarkan diatas, tp su35s diatas sangat mudah membunuh pespur gen 4++ milik us, barat atau pun china’ bahkan untuk membunuh f35 pun su35s diatas tak akan menemui kesulitan.

  2.  

    dr artikel diatas sedikit ada kesimpulan bahwa su30s produksi selanjutnya akan menggunakan mesin saturn AL-41FP dan produksi su35s akan menggunakan mesin saturn AL-41F1S.

  3.  

    Bung tungkir bahas su35 ,kita yang sempat melupakan masalah jadi tidaknya pembelian jadi ingat lagi bung

  4.  

    Hehee,,,bertukar opini itu bagus, meski belum tentu terjadi ya paling tidak opininya rasional dan positif

  5.  

    Otak tengkulak…emang kek gini.

  6.  

    Harus ditambahkan bung Raden situngkir, versi awal su 57, menggunakan mesin al41s, alias, isu penjualan su 57 versi ekspor, diyakini ialah tipe ini

  7.  

    Semua nya jadi kuatir kalau pembelian sukhoi 35 ini Batal karena tekanan USA ..
    Jadi …pak RR ..tidak usah bilangan ini masuk 10 besar militer terkuat di dunia hanya karena tentara nya banyak…
    Kita ini tidak berani beli Alutsisa made in Russia karena takut USA marah..
    Tidak berdaya itu juga karena kebanyakan hutang Dan nyaris bangkrut karena negara2 kapitalist yang super kejam pads Kita ini..
    Ya salah Kita juga dari semua aspect…

  8.  

    Apa kabar SU 35 TNI AU?