Sep 262018
 

Stasiun jammer multifungsi Krasukha-4 untuk menangkal AWACS dan sistem radar udara lainnya © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Peralatan jammer atau peperangan elektronika (pernika) Rusia yang dimaksudkan untuk mengganggu serangan udara Israel telah tiba di Suriah guna meningkatkan pertahanan udara Damaskus, menurut laporan Izvestia. (25/9/2018)

Menurut Izvestia, sistem pernika mutakhir telah tiba di Pangkalan Udara Hmeimim dekat Latakia pada hari Senin menggunakan pesawat angkut Il-76, mengutip sumber yang akrab dengan pengiriman tersebut.

Tanpa merinci lebih lanjut apa saja yang dikirimkan, sumber-sumber mencatat bahwa sistem itu dimaksudkan untuk mengganggu radar udara, pesawat AWACS dan sistem navigasi satelit yang digunakan untuk serangan jet, drone dan amunisi dipandu.

Operator akan dapat memproyeksikan kubah pelindung “radio-elektronika” ini hingga ratusan kilometer di atas Suriah dan di sepanjang pantai Laut Mediterania, menurut laporan itu.

Stasiun jammer multifungsi Krasukha-4 untuk menangkal AWACS dan sistem radar udara lainnya dalam radius hingga 300 kilometer © Kemhan Rusia via Wikimedia Commons

Menurut keterangan Dmitry Kornev, kemungkinan besar yang dikirimkan ke Suriah adalah sistem jammer Krasukha-4 dan R-330ZH Zhitel, termasuk sistem Divnomorie mobile terbaru yang dapat menciptakan kubah radio-elektronika yang tak akan dapat ditembus hingga ratusan kilometer.

Sistem jammer 1RL257E Krasukha-4 dirancang untuk memerangi radar pesawat terbang dan AWACS hingga drone dalam radius 150-300 kilometer. Krasukha-4 juga dapat mengganggu sistem komunikasi dan transmisi informasi.

Stasiun radio otomatis R-330ZH Zhytel alias Residen dirancang untuk pendeteksian, pencarian arah dan menekan sistem radio komunikasi serta membungkam tranmisi sinyal satelit dalam radius 20 – 30 km.

Sistem “Divnomorie” mobile telah dirancang untuk menekan pencari dan sistem radio elektronik lainnya yang berasal dari pesawat terbang, helikopter dan pesawat terbang tanpa awak. Ini juga secara efektif mampu menciptakan interferensi kuat untuk “radar udara” seperti pesawat E-3 AWACS, E-2 Hawkeye dan E-8 JSTAR.

“Divnomorie” termasuk pos komando berteknologi tinggi, stasiun radio intelijen serta sarana penindasan yang kuat. Kompleks ini terintegrasi pada sebuah mobil. Sistem ini bekerja bergantian dalam posisi tempur dalam beberapa menit. Pada saat yang sama, kompleks ini pun mampu menghilangkan lokasi objek dari deteksi radar hingga radius beberapa ratus kilometer.

Peluncuran rudal dari sistem S-300 Rusia dalam latihan Vostok 2018 © Kemhan Rusia via Youtube

Rusia akan mengirim hingga 8 baterai S-300 ke Suriah

Kesepakatan antara pemerintah Rusia dan Suriah adalah untuk menyebarkan sistem rudal pertahanan udara S-300 guna memberikan perlindungan pada fasilitas di pantai Mediterania, serta perbatasan Suriah dengan Israel, Yordania, Libanon dan Irak, tulis laporan itu.

Sistem jammer radio-elektronika dan S-300 in akan menyulitkan upaya berkelanjutan Israel untuk mencegah Iran memperdalam kehadiran militernya di Suriah dan untuk menggagalkan pengiriman senjata Iran di Suriah kepada Hizbullah.

Baik Tel Aviv dan Washington telah memperingatkan Rusia agar tidak menyediakan sistem S-300 untuk Suriah sebab langkah itu akan semakin meningkatkan ketegangan yang sudah tinggi.

Bagikan:

  17 Responses to “Rusia Telah Mengirim Sistem Jammer Untuk Suriah”

  1.  

    .. dgn pantsir jg kan.. btw klo kena jamming 4G 3G gitu wilayah israel gak bisa maenan pesbuk ig ya wkkkk

  2.  

    nah paan..encang bilang juge apee..kalau dah begini..boro boro mau nonjok..ngintip aje dah keselepet kitee..xixixixixi

  3.  

    Wahh…gaswattt !!!! Nggak bisa nonton bola lgi nich.signalnya diacak rusia….

  4.  

    Perlahan2 teknologi tingkat tinggi dari masing2 pihak dikeluarkan. Teater Suriah bisa jadi lebih seru dari perang dingin..

  5.  

    Ayo kirim S300 ke suriah niscaya jika berhasil nembak jatuh F35, F15 dan F16 israel bakalan laris manis kaya cilor.

  6.  

    tanpa asu bani isroil modyar…

 Leave a Reply