Des 212015
 

Russian President Vladimir Putin speaks at a Security Council meeting in the Kremlin in Moscow, Russia, Friday, March 28, 2014. Russia's president says Ukraine could regain some arms and equipment of military units in Crimea that did not switch their loyalty to Russia. (AP Photo/RIA-Novosti, Alexei Nikolsky, Presidential Press Service)

Russian President Vladimir Putin speaks at a Security Council meeting in the Kremlin in Moscow, Russia, Friday, March 28, 2014. Russia’s president says Ukraine could regain some arms and equipment of military units in Crimea that did not switch their loyalty to Russia. (AP Photo/RIA-Novosti, Alexei Nikolsky, Presidential Press Service)


Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan akan terus mengembangkan senjata nuklir untuk memperkuat pertahanan mereka, namun tidak berniat menggunakannya. Komentar pemimpin Kremlin itu muncul dalam tayangan dokumenter “world Order” yang diputar di stasiun televisi Pemerintah Rusia.

”Rusia sebagai negara nuklir terkemuka akan meningkatkan senjata ini sebagai faktor penahanan; triad nuklir adalah dasar dari kebijakan keamanan nuklir kami,” katanya, mengacu pada tiga sistem pengiriman utama untuk hulu ledak nukli; pesawat pembom, rudal balistik antarbenua dan kapal selam ICBM.

”Kami tidak pernah mengacungkan atau akan mengayunkan klub nuklir ini, tapi doktrin militer kami mengalokasikan sebuah tempat dan peran,” ujar Putin seperti dilansir dari Itar-Tass, Senin (21/12/2015).

Pernyataan Putin tentang pengembangan senjata nuklir terjadi di tengah tekanan berat dalam hubungan Rusia dengan AS bersama sekutu NATO-nya, yang telah jatuh ke titik terendah sejak Perang Dingin yang dipicu oleh krisis Ukraina dan Suriah.

Putin dan NATO telah berdebat secara terbuka dalam beberapa tahun terakhir tentang kemampuan penangkal nuklir Rusia. Pada bulan November, presiden Rusia berjanji untuk melawan program pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang memimpin NATO dengan mengerahkan senjata penyerang baru yang mampu menembus perisai rudal AS.

Putin mengatakan kepada para pejabat pertahanan bahwa rudal balistik Washington bertujuan untuk ”menetralkan” penangkal nuklir strategis Rusia dan memperoleh “superioritas militer”.

Moskow juga akan merespon dengan mengembangkan sistem senjata penyerang baru yang mampu menembus setiap rudal pertahanan musuh.

”Selama tiga tahun terakhir, perusahaan dari kompleks industri militer telah menciptakan dan berhasil menguji sejumlah calon sistem senjata yang mampu melakukan misi tempur dalam sistem pertahanan rudal berlapis. Sistem seperti ini sudah mulai masuk militer tahun ini. Dan sekarang kita berbicara tentang pengembangan jenis senjata baru,” kata Presiden Putin.

Dalam wawancara tersebut, Putin juga menyatakan harapannya bahwa perang nuklir global tidak akan terjadi. “Dalam kondisi dunia saat ini, penggunaan senjata nuklir akan menjadi suatu bencana besar dan saya harap tidak ada orang gila di planet ini yang akan mengambil risiko menggunakan senjata nuklir,” pungkas Putin.

Bagikan:
 Posted by on Desember 21, 2015