Oct 112017
 

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Mayor Jenderal Igor Konashenkov (southfront.org)

Moskow, Jakartagreater.com – Rusia, menuding Amerika Serikat pada Selasa 10-10-2017 berpura-pura memerangi ISIS di Suriah dan Irak. Rusia menuduh AS secara sengaja mengurangi serangan udara di Irak agar para milisi ISIS bisa memasuki Suriah, dengan niat untuk memperlambat pergerakan tentara Suriah sokongan Rusia.

Pentagon membantah keras tuduhan-tuduhan itu dengan mengatakan bahwa koalisi pimpinan AS yang memerangi ISIS selalu mengumumkan data kepada publik setiap hari soal jumlah dan hasil serangan yang dilancarkan.

Dalam tanda-tanda terbaru peningkatan ketegangan antara Moskow dan Washington, Kementerian Pertahanan Rusia menyuarakan dalam suatu pernyataan bahwa koalisi pimpinan AS sudah secara drastis mengurangi serangan udara ke Irak pada September 2017 ketika pasukan Suriah, yang disokong kekuatan udara Rusia, mulai merebut kembali kendali Provinsi Deir al-Zor.

“Semua tahu bahwa koalisi pimpinan AS berpura-pura memerangi ISIS, terutama di Irak, tetapi diduga terus memerangi ISIS di Suriah secara aktif dengan beberapa alasan,” kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan Rusia.

Sebagai akibatnya, kata Mayor Jenderal Igor Konashenkov, milisi ISIS dalam jumlah besar sudah berpindah dari daerah-daerah perbatasan Irak ke Deir al-Zor. Di situ, para milisi berusaha masuk ke tepi kiri Sungai Eufrat.

“Aksi-aksi Pentagon dan koalisi itu harus dijelaskan. Apakah perubahan taktik mereka itu adalah niat untuk semaksimal mungkin menyulitkan operasi tentara Suriah, yang disokong oleh angkatan udara Rusia, untuk merebut kembali wilayah Suriah hingga ke wilayah Timur Eufrat,” tanya Konashenkov.

“Atau apakah ini adalah langkah licik, untuk mendorong para teroris ISIS keluar dari Irak dengan memaksa mereka bergerak menuju Suriah dan ke jalur pengeboman yang diincar oleh angkatan udara Rusia” Di Washington, juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning menggambarkan tuduhan Rusia itu sebagai pernyataan yang “tentu tidak benar”.

“Kami tetap bertekad untuk memerangi ISIS dan mencegah mereka mendapatkan tempat berlindung yang aman ataupun kemampuan untuk melakukan serangan di kawasan maupun secara global,” ujar Kolonel Robert Manning.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov menambahkan bahwa pasukan Suriah sedang berusaha mendorong ISIS keluar dari kota al-Mayadin di tenggara Deir al-Zor tetapi bahwa ISIS setiap hari berusaha memperkuat kemampuannya di sana dengan banyaknya “tentara asing bayaran” yang berdatangan dari Irak. (Antara/Reuters).