Rusia Tunjukkan Bukti Israel Terlibat Insiden Il-20

Igor Konashenkov, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia © Sergey Bobylev via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Kementerian Pertahanan Rusia telah menyajikan data dari radar S-400 yang ditempatkan di Pangkalan Udara Hmeymim, Suriah yang membuktikan bahwa Angkatan Udara Israel bertanggungjawab atas terjadinya insiden pada pesawat Ilyushin-20 Rusia yang menewaskan 15 prajuritnya, menurut TASS pada tanggal 24 September.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Igor Konashenkov, mengatakan pada hari Senin bahwa kementerian itu menyimak komentar-komentar tertentu yang berusaha untuk memutarbalikkan fakta tentang insiden tersebut dan dengan teliti memeriksa pernyataan-pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang manyangkal bahwa jet tempur F-16 Israel tak bersembunyi di belakang pesawat Rusia karena mereka sudah berada di wilayah udara Israel saat kejadian itu.

“Hari ini, kami akan memberikan data-data tambahan yang tersedia untuk Kementerian Pertahanan Rusia dalam melacak pesawat Israel dan rudal S-200 secara harfiah detik demi detik. Data ini diambil dari radar komando dan pos kontrol dari sistem rudal S-400 yang dikerahkan di Hmeymim”, katanya.

Menurut Konashenkov, radar sistem S-400 mencatat penerbangan rudal S-200 yang menargetkan jet tempur F-16 Israel. Dari radar terlihat rudal mengubah arah ketika menargetkan pesawat Israel yang mendekati Il-20.

“Rudal menghantam Il-20 pada pukul 22:02:45. waktu setempat. F-16 Israel, sengaja bersembunyi dibelakang Il-20 Rusia dari incaran rudal, kejadian tetap berada di daerah patroli sebelah barat pantai Suriah”, katanya.

Menurut Kementerian Pertahanan, data dari radar S-400 Rusia menunjukkan bahwa jet tempur F-16 Israel masih berada di daerah kecelakaan Il-20 Rusia tak seperti yang dinyatakan oleh Angkatan Bersenjata Israel (IDF) bahwa mereka sudah berada di wilayah udara Israel.

Konashenkov menunjukkan slide yang berasal dari citra radar S-400.

“Saya ingin menarik perhatian Anda pada fakta bahwa F-16 Israel masih berada di daerah wilayah Suriah, dengan salah satu dari mereka berada di sekitar tempat kejadian itu. Harap dicatat bahwa jumlah target udara dari Israel F-16 telah berubah. Ini berarti bahwa itu telah mengubah arah dan ketinggian penerbangan segera setelah terjadinya insiden. Hal ini dicatat dengan jelas oleh radar S-400”, jelas Konashenkov.

Menurut Konashenkov, slide dengan data radar menunjukkan bahwa jet tempur F-16 Israel yang bersembunyi di belakang pesawat Il-20 Rusia, tinggal di daerah patroli di sebelah barat pantai Suriah. “Tiga pesawat Israel lainnya tinggal di daerah patroli di barat pantai Latakia”, katanya.

Pesawat pengintai elektronik Il-20 Rusia jatuh di Laut Mediterania pada 17 September ketika terbang kembali ke pangkalan udara Rusia di Hmeymim, Suriah. Pesawat Il-20 ditembak oleh rudal dari sistem pertahanan udara S-200 Suriah ketika menembak ke empat jet tempur F-16 Israel yang menyerang sasaran Latakia. Pilot Israel sembunyi di balik pesawat Rusia yang mengeksposnya ke rudal Suriah.

Tinggalkan komentar