Feb 152018
 

S-400, sistem pertahanan udara generasi baru Rusia. © Vitaliy Ragulin via wikimedia.org

JakartaGreater.com – Rusia dan Turki telah berencana untuk menandatangani kontrak pengiriman batch kedua dari sistem rudal pertahanan udara S-400 pada tahun 2020, menurut sumber diplomat militer mengatakan kepada TASS pada hari Rabu.

“Setelah pengiriman batch pertama berakhir pada bulan Mei atau Juni 2020, kedua pihak telah berencana untuk menandatangani kontrak baru mengenai pengiriman batch kedua sistem S-400 pada tahun 2021. Daftar persediaan akan serupa dengan yang disertakan dalam kontrak pertama”, kata sumber tersebut.

Menurut sumber tersebut menambahkan, bahwa didalam dokumen baru rencananya telah menetapkan produksi lokal karena perusahaan pertahanan dari Turki yang akan memproduksi komponen tertentu dari sistem pertahanan udara S-400.

Sementara itu, Dinas Federal untuk Kerjasama Teknik Militer beserta Rosoboronexport menolak untuk memberikan komentar mengenai informasi tersebut.

Kontrak Pertama

Berita tentang pembicaraan Rusia-Turki mengenai pengiriman sistem pertahanan udara S-400 pertama kali muncul pada bulan November 2016 dan penandatanganan kontrak tersebut telah dikonfirmasi oleh Rusia.

Pada bulan September 2017, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pun mengumumkan bahwa Ankara telah menandatangani kontrak dengan Moskow untuk membeli sistem rudal pertahanan uadara S-400 dan melakukan pembayaran di muka.

CEO Perusahaan Negara Rostec, Sergei Chemezov juga mengatakan bahwa pengiriman dari sistem S-400 tersebut akan dimulai pada bulan Maret 2020.

Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara jenis ini dari Rusia.

Kepentingan Internasional

Pada bulan November 2014, diumumkan bahwa pemerintah Rusia dan China pun telah menandatangani kontrak untuk menyediakan sistem S-400. Pada bulan Oktober 2016, Rusia menandatangani sebuah kesepakatan antar pemerintah untuk mengirim sistem S-400 ke India.

Menurut laporan media, Belarus, Vietnam, Mesir, Irak, Kazakhstan, Suriah, Sudan, Asia Tenggara dan negara-negara Timur Tengah juga tertarik untuk membeli kompleks ini.

Sistem S-400

S-400 Triumf (NATO menyebutnya: SA-21 Growler) adalah sistem rudal anti pesawat jarak jauh yang paling canggih yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

Sistem ini dirancang untuk menghancurkan pesawat, rudal jelajah dan balistik, termasuk rudal balistik jarak menengah dan juga bisa digunakan terhadap sasaran darat.

Kompleks sistem pertahanan uadara S-400 dapat melibatkan target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km.

Bagikan: