Nov 042019
 

Drone Orion Rusia (foto : Livejournal.com)

JakartaGreater.com – Rusia mengangkut kembali drone Orion medium-altitude long endurance (MALE) kembali ke negaranya setelah melakukan tes di Suriah.

“Drone Orion, yang mampu membawa hingga empat rudal, berhasil dilakukan uji tembak di Suriah. Drone mulai diterima oleh pasukan Rusia untuk evaluasi operasionalnya, setelah itu komando akan membuat keputusan untuk meluncurkannya ke dalam produksi massal dan siap beroperasi, ” kata sumber di industri pertahanan seperti dikutip oleh TASS pada hari Jumat, dan dilansir Defenseworld.

Ketika dihubungi oleh TASS, Kepala Desainer Orion Nikolai Dolzhenkov mengatakan masih terlalu dini untuk memverifikasi informasi yang diterima dari sumber. Dia menolak mengomentari penyebaran drone bersenjata di Suriah.

“Masih terlalu dini untuk menentukan aspek-aspek ini. Uji coba saat ini sedang dalam tahap akhir. Tes ini akan selesai dalam waktu dekat, dan akan lebih baik untuk membicarakannya kemudian,” kata Dolzhenkov.

Namun, seorang pakar militer mengatakan bahwa Orion drone berada di negara yang dilanda perang dalam konfigurasi tempur.

“Ada beberapa drone di Suriah dalam konfigurasi pengintaian dan tempur untuk waktu yang lama. Tapi saya tidak bisa mengatakan apakah UAV melakukan serangan,” kata Viktor Murakhovsky, Pemimpin Redaksi Arsenal of the Fatherland journal.

Murakhovsky mencatat bahwa Orion menyelesaikan uji coba negara dengan sejumlah kecil komentar kritis. “Dokumentasi operasional sedang dikembangkan,” tambahnya.

“Pasukan Aerospace telah memiliki proposal tentang pengaturan unit untuk mempekerjakan drone serang berat yang berkemampuan jelajah jarak jauh dan daya tahan lama. Sejauh ini, tampaknya unit-unit ini akan dicampur untuk terdiri dari kendaraan udara berawak dan tanpa awak,” kata pakar tersebut.

“Orion, yang membawa bom, sedang diuji. Itu digunakan di Suriah tanpa senjata, ”kata seorang sumber kepada TASS Februari ini.

Militer Rusia diperkirakan akan mendapatkan satu drone Orion pada akhir tahun ini.

Dikembangkan oleh Kronshtadt Group, Orion memiliki berat lepas landas maksimum 1 ton dan muatan maksimum 200 kg. Drone memiliki langit-langit layanan 7,5 km dan durasi penerbangan maksimum dengan muatan standar adalah 24 jam. Drone dapat terbang dengan kecepatan hingga 200 km / jam.

 Posted by on November 4, 2019

  2 Responses to “Rusia Uji Coba Drone Tempur Orion di Suriah”

  1.  

    perang itu gak enak, hilang nyawa, duit habis, babak belur …
    tapi perang dan konflik bersenjata tetap diperlukan untuk uji coba senjata, strategi dan mengasah kemampuan tempur prajurit.
    kalo perang cuman lewat latihan ya disebut nya perang2an …

  2.  

    Rusia tetep stroooong