Apr 232018
 

S-400 Rusia (photo: Mil.ru)

Moskow, Jakartagreater.com – Sekelompok sistem pertahanan udara S-400 Triumf, artileri dan sistem Rudal Pantsir-S1 dari Distrik Militer Pusat untuk pertama kalinya digunakan sebagai sistem integral untuk mengusir serangan Rudal besar-besaran musuh hipotesis pada latihan taktis di tempat uji Ashuluk, di Wilayah Astrakhan, ujar kepala penjabat dari Angkatan Udara 14 dan Angkatan Udara Pertahanan Pertahanan udara, Kolonel Gennady Shlag, dirilis TASS, 6-4-2018.

“Selama latihan sistem pertahanan udara S-400 untuk pertama kalinya dikumpulkan ke dalam satu sistem dengan sistem jarak dekat Pantsir-S1. Dipandu oleh satu komandan, mereka memasuki tugas dan berhasil mengusir dua serangan rudal besar-besaran,” katanya. .

S-400 kru menghancurkan target yang meniru rudal balistik berkecepatan tinggi, sementara Pantsir-S1 secara bersamaan menghancurkan target kecil ketinggian rendah, seperti rudal jelajah dan drone musuh hipotetis.

“Ini tandem menciptakan sistem multi-tier perlindungan di bawah satu komandan,” kata Shlag. Layanan pers distrik mengatakan percobaan itu berhasil. “Semua target diidentifikasi tepat waktu, dilacak dan dihancurkan. Para delegasi pabrik hadir di tempat latihan,” tambah layanan pers tersebut.

Pantsir-S1. (photo: Alexxx1979 via commons.wikimedia.org)

S-400 dan Pantsir-S1

S-400 Triumf adalah sistem pertahanan udara Rusia dari jarak dekat dan menengah yang dimaksudkan untuk menghancurkan serangan udara dan sarana pengintaian (termasuk pesawat siluman) dan kendaraan terbang lainnya. S-400 mampu menangani hingga 80 target. Jarak efektif maksimum adalah 400 kilometer dan ketinggian, 30 kilometer.

Pantsir-S1 dimaksudkan untuk perlindungan jarak dekat dari semua sarana serangan udara di tengah situasi radio-elektronik yang merugikan dan dalam segala cuaca. Senapan dan sistem misilnya mampu menyerang semua jenis target berawak atau tak berawak. (TASS).