Rusia Uji Luncurkan Rudal Daya Jangkau 12.000 Km

17
3
Rudal ICBM RS-24 Yars Rusia (Vitaly V Kuzmin)

Rusia berhasil menyelesaikan peluncuran uji rudal generasi baru RS-24 Yars yang merupakan rudal balistik antar benua (ICBM) dari sebuah silo di Cosmodrome Plesetsk, Arkhangelsk, Rusia utara, 11/9/2017.

Beberapa hulu ledak advanced dari rudal strategis ini mencapai area yang ditentukan di Semenanjung Kamchatka.

“Tujuan utama peluncuran ini adalah untuk menegaskan kembali keandalan sejumlah rudal kelas yang sama. Hulu ledak berhasil mencapai targetnya di tempat pengujian di Kura, Kamchatka. Semua tujuan tes tersebut tercapai,” ujar sebuah pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia.

Rudal RS-24 Yars (NATO SS-27 Mod 2) dilengkapi dengan tiga sampai enam hulu ledak nuklir dan mampu mencapai target yang berbeda hingga 12.000 km jauhnya.

RS-24 Yars memiliki bobot 49 ton dengan panjang 21 meter dan diameter 2 meter. Rudal ini mampu membawa sedikitnya 4 hulu ledak nuklir dan terbang dengan kecepatan Mach 20 atau 24.500 km/jam atau 6.806 meter/second.

Ini pertama kali diuji satu dekade yang lalu, dan telah digunakan oleh pasukan strategis Rusia selama tujuh tahun terakhir.

Roket bahan bakar padat adalah versi upgrade dari rudal Topol-M, dan dapat diluncurkan baik dari darat maupun dari kendaraan.

Menurut Presiden Rusia Vladimir Putin, Rusia beralih ke Yars ICBM dengan dengan prosentasei 72 persen pada akhir 2017.

Pada awal September, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan latihan ekstensif untuk 11 resimen strategis di 20 wilayah.

Rusia menguji ICBM Bulava berbasis kapal selam pada bulan Juni, berhasil menargetkan fasilitas yang sama seperti pada tes terakhir, yang terletak di dekat pantai Pasifik di Kura.

Uji coba rudal termonuklir RS-28 Sarmat super berat dilakukan pada bulan Oktober, TASS melaporkan pada hari Senin, 11/9/2017 mengutip sebuah sumber militer. Rudal SS-X-30 Setan 2 (disebut NATO), diharapkan memasuki penyebaran penuh pada tahun 2020.

Sebagian besar kekuatan nuklir terkemuka melakukan penjadwalan uji coba persenjataan strategis mereka. Peluncuran baru-baru ini oleh Rusia, China, dan AS telah menarik perhatian ekstra setelah Korea Utara melakukan rudal balistik dan uji coba nuklir bawah tanah. (RT.com/TASS).

17 COMMENTS

LEAVE A REPLY