Des 182019
 

Moskow – Jakartagreater.com – Rusia telah menguji-coba Rudal Hipersonik Kinzhal di Kutub Utara, ujar kata Kepala Staf Umum Rusia, Valery Gerasimov, kepada atase militer asing pada hari Selasa, dirilis TASS, 18-12-2019.

“Tugas-tugas tugas tempur sistem Rudal Hipersonik Kinzhal sedang dipraktikkan. Rudal-rudal itu diuji coba pada rentang pelatihan dalam kondisi iklim yang berbeda, termasuk di Kutub Utara,” kata Gerasimov seperti dikutip oleh surat kabar Krasnaya Zvezda (Red Star). Dia menambahkan bahwa jaringan aerodrome sedang dikembangkan untuk memperluas area untuk mengoperasikan sistem Rudal terbaru.

Sumber-sumber di industri pertahanan mengatakan kepada TASS sebelumnya bahwa pesawat pencegat MiG-31K melakukan uji coba menembakkan Rudal Kinzhal di Arktik Rusia di daerah pelatihan Pemboy (terletak di timur laut Vorkuta) untuk pertama kalinya pada pertengahan November 2019.

Rudal udara-ke-permukaan hipersonik yang dijuluki “Kinzhal”, ini dalam bahasa Rusia berarti “belati”, telah diuji setidaknya 3  kali. Pada bulan Juli 2019, Kremlin telah berhasil menguji senjata terhadap target hampir 500 mil jauhnya (sekitar 800 km).

Kh-47M2 Kinzhal adalah Rudal Aero-Balistik Hipersonik berpresisi tinggi yang diperkenalkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 Maret 2018 sebagai salah 1 dari 6 senjata strategis baru Rusia.

Rudal itu memiliki jangkauan lebih dari 2.000 km (1.200 mil), kecepatan Mach 10, dan kemampuan untuk melakukan manuver menghindar di tahap penerbangan. Ini dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir. Rudal Kinzhal sudah dikerahkan di pangkalan udara Distrik Militer Selatan Rusia. Rudal itu dibawa oleh jet pencegat supersonik MiG-31K Foxhound.

Rudal berakselerasi ke kecepatan hipersonik dalam beberapa detik setelah peluncuran dan melakukan manuver di semua tahapan lintasan penerbangan untuk menghindari pertahanan Rudal musuh.

Dokumentasi Rudal Kinzhal dengan MiG-31. (11-02-2018).

  5 Responses to “Rusia Uji Rudal Hipersonik Kinzhal di Daerah Ekstrem”

  1.  

    Rudal ini yg nantinya bakal digotong oleh pembom PAK-DA Rusia. Duet yg makin menakutkan dan bagai mimpin buruk bagi pasukan NATO……xicixicixi

  2.  

    NATO tdk cukup mampu utk membuat Rusia menjadikannya mimpi buruk. Kemampuan anggota NATO tidak sebanding dng kemampuan miter Rusia.

    Ditambah lagi dng perkembangan militer China yg semakin pesat, membuat konsentrasi NATO terbelah. Dan itu disadari benar oleh China dan Rusia. Mereka berbagi peran memecah konsentrasi NATO. Yg satu di Eropa dan satu lg di Asia.

    Dng pertumbuhan GDP tertinggi didunia dan dan anggaran militer yg terus ditingkatkan, maka 15 tahun yg akan datang China sdh dipastikan oleh analis militer akan memiliki 12 unit kapal induk. Dan disaat itu pula destroyer china sdh melebihi angkat diatas 50 unit. China tdk akan mampu dihadang oleh kekuatan gabungan Jepang, Australia dan Korsel yg merupakan sekutu AS di Asia. Konsentrasi AS akan terpecah.
    Kolaborasi Rusia dan China akan membungkam NATO di 15 tahun kedepan dan itu sdh dirasakan sejak skrng oleh pihak NATO……xicixicixicixicixi

  3.  

    Mantab