Apr 022018
 

Markas Besar PBB di New York, AS. © Neptuul via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Rusia geram dengan keputusan Amerika Serikat yang mengusir diplomat Rusia dari Markas Besar PBB di New York, AS. Moskow pun menyebut bahwa Washington telah melanggar semua perjanjian internasional, seperti dilansir dari Russia Today, Senin (2/4/2018).

“Keputusan Washington memasukkan 12 pegawai Rusia untuk misi PBB dalam daftar diplomat yang dikeluarkan dari AS atas kasus Sergei Skripal, adalah benar-benar ilegal dan juga bertentangan dengan semua perjanjian internasional dan konvensi tentang hubungan diplomatik”, menurut Gennady Gatilov, utusan Rusia untuk Kantor PBB di Jenewa.

Lebih jauh Gatilov menyebut bahwa AS telah gagal sebagai negara tuan rumah bagi badan internasional.

“Ini benar-benar melanggar hukum karena para diplomat itu terakreditasi di PBB dan memiliki status yang sama sekali berbeda. Mereka bekerja sebagai perwakilan Rusia di PBB, bukan dengan pemerintah AS”, jelasnya.

Gennady Gatilov menyebut bahwa AS menggunakan “metode tak bermoral” untuk menekan para diplomat Rusia di PBB jauh sebelum mengumumkan pengusiran pada hari Senin. Salah satunya adalah dengan cara tidak memperbarui visa bagi diplomat Rusia yang bekerja di Markas Besar PBB, New York.

“Dengan melakukan hal tersebut, mereka menciptakan situasi dimana orang tidak bisa melakukan perjalanan keluar AS untuk tujuan pribadi atau resmi dan kemudian kembali ke tempat kerja mereka karena visa mereka berakhir dan tak bisa masuk ke AS”, tutur Gatilov.

Utusan itu mengatakan bahwa ia mengetahui ada 4 atau 5 diplomat Rusia di PBB yang visanya belum diperpanjang selama enam bulan, terlepas dari fakta-fakta bahwa semua dokumen yang diperlukan telah mereka ajukan tepat waktu.

“Benar-benar tidak ada reaksi dari pihak Amerika”, katanya, dan menambahkan bahwa semua upaya untuk mengklarifikasi situasi oleh pihak Rusia juga diabaikan.

Duta Besar AS untuk Rusia, Jon Huntsman, sebelumnya mengatakan bahwa pengusiran para diplomat Rusia dari Markas Besar PBB akan menjadi urusan yang pelik, karena itu akan membutuhkan persetujuan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Gatilov menggambarkan bahwa pengusiran para staf PBB Rusia sebagai tindakan tidak ramah terhadap Rusia. Ia lantas mengatakan bahwa Washington telah berperilaku tak beradab.

“Bukan begitu cara tuan rumah yang baik untuk bertindang dalam mengakomodasi diplomat yang bekerja di PBB”, ujarnya. Menurut utusan itu, penganiayaan terhadap para diplomat Rusia seperti itu “sangat mustahil” terjadi di Jenewa, Swiss.

Bagikan: