JakartaGreater.com - Forum Militer
Oct 252017
 

dok. Tanggal 5/9/2017 pasukan Suriah mengibarkan bendera di Deir Ez Zor, menandakan kemenangan mereka (@MmaGreen)

PBB. Jakartagreater.com – Rusia menggunakan hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Selasa 23-10-2017 untuk mencegah pembaharuan mandat terhadap sebuah misi yang menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah.

Penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi untuk Larangan Senjata Kimia – yang dikenal sebagai Mekanisme Investigasi Bersama (JIM)- dibuat dengan suara bulat oleh 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada tahun 2015 dan diperbaharui pada tahun 2016 untuk setahun lagi.

Laporan terakhirnya dijadwalkan pada Kamis 26-10-2017 dan mandat misi tersebut akan berakhir pada pertengahan November 2017. China memilih abstain pada pemungutan suara pada Selasa 23-10-2017, sementara Bolivia bergabung dengan Rusia dalam pemungutan suara dengan memilih tidak. Sebelas negara memilih mendukung usulan tersebut.

Situasi di Suriah

Saat ini, sesudah serangan selama 4 bulan oleh Pasukan Demokratis Suriah (SDF) yang didukung AS, ISIS menghadapi tekanan kuat dan kehilangan ibu kota de faktonya di Provinsi Ar-Raqqah di Suriah Utara.

Personel SDF aliansi pasukan tempur Kurdi, Arab dan Assyiria dan dipimpin oleh YPG Kurdi dan disokong oleh koalisi pimpinan AS sudah sepenuhnya merebut Ar-Raqqah pada Selasa 17-10-2017, sesudah menghapuskan pasukan tempur yang dicap teroris di jantung kekuasaan mereka di Suriah.

Kota tersebut juga menghadapi penyisiran untuk mencari ranjau, sementara situasi di Ar-Raqqah sudah sepenuhnya dikuasai oleh SDF. Kemenangan itu menandai kekalahan besar pertama ISIS di Suriah, sebab Ar-Raqqah adalah Ibu Kota de Fakto kelompok fanatik tersebut.

Dalam satu pekan belakangan, satu kesepakatan dicapai antara SDF dan ISIS dengan penengahan suku setempat di Ar-Raqqah bagi penyerahan diri mereka. Sebanyak 3.500 warga sipil mengungsi dari kota itu selama satu pekan belakangan, selain 275 pasukan tempur lokal ISIS, sementara sebanyak 300 lagi orang asing masih berada di kota tersebut untuk menghadapi nasib suram mereka.

Pegiat suku Kurdi mengatakan pasukan tempur ISIS yang menyerahkan diri dibawa ke penjara di Kota Tabqa di pinggir Ar-Raqqah, sementara pegiat lain, yang pro-Pemerintah Suriah mengatakan, koalisi pimpinan AS dan SDF mengizinkan mereka dipindahkan ke pinggir Provinsi Deir Az-Zour di Suriah Timur. Di sana militer Suriah bergerak maju dalam pertempuran melawan ISIS di daerah yang kaya akan minyak di dekat Irak. (Antara/Reuter).

Berbagi

  8 Responses to “Rusia Veto Perpanjangan Misi Penyelidikan Penggunaan Senjata Kimia”

  1.  

    Pertamix..mwehehe

  2.  

    Usaha untuk tetap memiliki alasan untuk bisa menekan Suriah… karena jika ISIS sudah berhasil dikalahkan maka urusan yang terjadi adalah kota Raqqa… sangat riskan jika SDF mempertahankan untuk menguasai kota, karena pemerintah Suriah memiliki hak untuk menyerang mereka… sesuatu yang sangat buruk bagi USA

  3.  

    CIH, ALASAN KLASIK SI AMRIK BUAT MELEGALKAN INVASI NEGARA LAIN

  4.  

    Politik busuk dipertontonkan terus oleh negara2 yg ikut bermain dikancah Suriah untuk menggulingkan pemerintahan yg sah untuk diganti boneka kerbau dicucuk hidung!

  5.  

    Maklum gudang senjata isis yg luar biasa banyak peralatan tempur nya dah direbut suriah, jadi amerika perlu kesana lg sambil bawa hadiah senjata utk isis huehuehue

    Senjata isis disita sampai susah angkutnya

    https://youtu.be/V07xXI5j5fw

 Leave a Reply