Sep 102016
 

Dalam Army 2016 forum, Russian Helicopters menandatangani kontrak untuk memasok aviation inventory untuk helikopter yang berada dalam layanan militer Indonesia dan Royal Thai Armed Forces.

Kontrak yang ditandatangani dengan pemerintah Indonesia adalah untuk menyediakan rotor blade set untuk helikopter Mi-35P yang digunakan oleh militer Indonesia. Sesuai dengan kontrak, penyelenggaraan Rusia untuk mengantarkan barang dilakukan pada kuartal ke-2 tahun 2017.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani dengan Thailand, Russian Helicopters akan memasok aviation inventory untuk helikopter Mi-17V-5 yang dioperasikan oleh Royal Thai Armed Forces, termasuk lifting rotor dan set rotor antitorque.

Mi-17V-5 Royal Thai Armed Forces. (thaimilitaryandasianregion.wordpress.com)

Mi-17V-5 Royal Thai Armed Forces. (thaimilitaryandasianregion.wordpress.com)


“Saat ini, pasar Asia Tenggara merupakan prioritas kami untuk dipegang karena permintaan untuk helikopter Rusia stabil di wilayah ini. Menandatangani kontrak merupakan langkah penting menuju penguatan lebih lanjut dari kerjasama kita. Kami siap untuk memasok suku cadang guna memastikan operasi yang tepat dari helikopter buatan Rusia bagi seluruh siklus hidup mereka,” ujar Deputy Chief Executive Officer untuk After Sales Service Igor Chechikov.

Pada ajang Army 2016 expo, manajer puncak Russian Helicopters juga bertemu dengan delegasi Kementerian Pertahanan Myanmar. Para tamu forum juga diberikan presentasi dan menerima tawaran teknis dan komersial pada perbaikan dan pemeliharaan helikopter Mi-24P.

Russian Helicopters sedang melakukan perbaikan terhadap empat helikopter transportasi-militer Mi-24P yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Myanmar di bawah kontrak yang ditandatangani pada tahun 2015. Setelah pekerjaan tersebut berhasil diselesaikan, para pihak dapat menandatangani kontrak lebih lanjut.

Sumber: Rostec

  17 Responses to “Russian Helicopters Incar Pasar Asia Tenggara, Termasuk Indonesia”

  1. Pasar besar yang masih kesulitan memanfaatkan pasar sendiri

    • krn kita negara produsen mental konsumen

      borong produk luar sih ga masalah tp produksi dlm negri jgn smpai terbengkalai

    • PT DI tidak cukup mengandalkan satu titik produksi. Harus segera dibangun lokasi produksi baru yang juga menyerap tenaga-tenaga ahli baru. Akan ideal jika ada lokasi produksi khusus pesawat propeller, ada lokasi khusus untuk helikopter, ada lokasi khusus untuk pesawat jet dan ada lokasi khusus untuk pusat penyerapan, penelitian dan pengembangan teknologi

  2. beliiiiii

  3. Waallaahhh….saiki malah kalah karo wong wedo’ seng gendon anak. Piye to karep e.. 🙁

  4. Tambah mi 35 nya 30 unit lagi..

  5. Knapa ya mi 35 kita tifak pernah muncul beritanya, masih beroperasikah, ada yang tahu sebenarnya kita punya berapa?

    • Apa tidak ada rencana menambah helikopter tempur MI 35/17V….Untuk TNI AD…? Masa Cuma 5 dan 10 saja …?? Apa kurang bagus ..? Kok tidak ditambah lagi ..???

    • Ada issue bahwa helikopter buatan Rusia lebih sulit dioperasikan/dikendalikan oleh TNI-AD dari pada helikopter buatan Barat, terutama jika harus menempuh area pegunungan dalam cuaca ekstrim yang biasa terjadi di negara-negara Tropis. Kita sudah sering mendengar helikopter Rusia kehilangan kontak atau melakukan pendaratan darurat pada awal-awal 2010an.
      Pernah terdengar cetusan dari salah seorang perwira TNI-AD, “No more Russia!”
      Jadi gue pikir helikopter Rusia yang kita miliki masih aktif namun dengan pembatasan operasional mengingat Rusia dikenal sebagai negara yang buruk soal pelayanan maintenance barang yang dijualnya.
      Dalam hal ini, berita bahwa russian Helicopters akan memperluas ekspansinya ke ASEAN merupakan berita yang sangat positif, berarti kita akan dimudahkan dalam hal perawatan produk helikopter Rusia dan menghilangkan keraguan untuk menambah armada udara.

  6. woow,, ini toh alasan pak Jokowi menolak tawaran heli kemarin,, rupanya mau borong heli Mi dari kang Putin… good 100 unit boleh pak Jokowi.. hhaaaa….

  7. Beli rotor nya dulu..kmd mesin…lama2 jadi juga

  8. Bung Pustaka DI, MI 35 Skadron Serbu 31 di Semarang masih sangat aktif latihan Bung. Saya pernah hitung ada 8 kalau gak salah, hangarnya kelihatan dari jalan baru yang sedang dibangun untuk access bandara Ahmad Yani yang baru yang sama 2 lagi dibangun.

    Hangar nya berdekatan dengan Hangar MI 17 yang camo hijau dan putih untuk UN mission.

    Pameran alutsista tahun 2014 semua jenis helikopter angkatan darat semuanya dipamerkan termasuk Fennec yang masih gress.

    Saya punya videonya…

  9. Menhan daripada beli apache rawan embargo kualitas downgrade, mending borong MI-28 Night Hunter

    • Kan ada Komisi nya … Walaupun tidak ada buktinya … Mereka tahu rawan embargo ..tapi Kalau tetap beli Tanpa jaminan Tidak ada embargo …ta berarti ..ada yang tidak beres dan penawaran nya ….entah Apa dan Bagaimana ..saya tidak tahu . .

  10. jangan ditawarin ke indo….percuma gak ada duit…nanti cuma tertarik,dibicarakan….akan direncanakan dan dibatalkan hi hi

  11. Mungkin butuh proses..krn ingatn kita ke belakang waktu PT DI di tutup oleh geng barat atas nama bantuan..mana ada negara lain yg senang pt di maju seperti kasus N250 baru terbang perdana ..langsung kita kena moneter dan terkapar..

 Leave a Reply