Jun 192019
 

Washington, Jakartagreater.com   – Anggota parlemen AS pada hari Senin 17-6-2019 memperkenalkan undang-undang baru – Undang-Undang Pendanaan Pertahanan NATO – untuk membantu meningkatkan pasukan militer anggota NATO yang bergabung dengan aliansi setelah 1999 sambil mengurangi ketergantungan mereka pada peralatan Rusia. Dirilis Sputniknews.com pada Selasa 18-6-2019.

Dalam RUU, “Presiden… berwenang :

  1. Memberikan pinjaman langsung berdasarkan pasal 23 dari Undang-Undang Kontrol Ekspor Senjata (22 USC 2763) kepada negara-negara anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) yang bergabung setelah 1 Maret 1999 .
  2. Untuk membebankan biaya untuk pinjaman tersebut berdasarkan ayat (1), yang harus dikumpulkan dari peminjam sesuai dengan bagian 502 (7) dari Anggaran Kongres 1974, dan yang dapat digunakan untuk menutupi biaya seperti pinjaman sebagaimana didefinisikan dalam bagian 502 dari UU Anggaran Kongres 1974.

RUU itu menjelaskan bahwa beberapa negara anggota NATO terus menggunakan peralatan militer era Soviet yang sudah ketinggalan zaman dan tidak dapat secara efektif mengintegrasikan dan beroperasi bersama dengan pasukan militer AS, sehingga mengurangi efektivitas tempur NATO dan menempatkan ketegangan tambahan pada militer AS.

“Beberapa sekutu NATO terpaksa membeli suku cadang dan layanan dari penyedia Rusia untuk menjaga fungsional peralatan yang dirancang Soviet. Sekutu NATO ini ingin mengoperasikan peralatan militer Barat modern, tetapi memiliki sumber daya keuangan yang terbatas untuk membeli peralatan baru yang mahal”, RUU itu, mengatakan.

AS memang menyediakan beberapa peralatan militer untuk sekutu NATO melalui program pembiayaan militer asing dan bantuan hibah lainnya, tetapi bantuan itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sekutu, kata RUU itu.

Untuk menambah bantuan hibah yang ada, memberikan pinjaman pembiayaan militer asing kepada sekutu – dengan harga pasar komersial yang kompetitif – diperlukan untuk membeli peralatan militer interoperable NATO dan mendukung persyaratan modernisasi sekutu, tambah RUU tersebut.

Pinjaman yang diterima oleh negara-negara harus dilunasi dalam waktu 12 tahun, sesuai dengan tagihan.

  2 Responses to “RUU Baru AS Berusaha Tingkatkan Kekuatan NATO”

  1.  

    akal akalan si pendengki
    buatemaksalan kehendaknya spy pd beli peralatsn militer ke si pendengki

  2.  

    Kalau yang diubek ubek aja aturan asu anggotanyavsendiri ya biarkan klw ngurusi yang bukan nato itu emang dasarnya asu ya emang ASU