Jun 142018
 

S-300 Rusia. (photo: piligrims74 (Anton) via commons.wikimedia.org)

JakartaGreater.com – Di tengah kecurigaan bocornya kode dan ketidakmampuan sistem S-300PMU2 mendeteksi F-35, Rusia tetap bersikeras bahwa sistem tersebut cukup untuk mengungkap keberadaan F-35, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Sebuah pernyataan oleh militer dilakukan setelah media Kuwait, Al-Jarida mengatakan Iran mencurigai bahwa kode S-300PMU2 telah dipasok untuk Angkatan Udara Israel sehingga sistem pertahanan udara baru bisa dengan mudah diterobos F-35I.

Sumber itu mengatakan bahwa jika memang ada infiltrasi terhadap ruang udara Iran dari jet tempur siluman F-35I seperti klaim Israel, ini hanya akan terjadi bahwa kemungkinan: S-300PMU2 tersebut sedang tidak dalam status siaga tempur.

Hanya atas sebab inilah sistem pertahanan udara canggih Iran yang diperoleh dari Rusia ditargetkan oleh F-35I.Karena fitur-fitur khusus dari sistem S-300PMU2, untuk deteksi dan penangkapan target siluman menjadi prioritas dari peralatan tersebut.

Menurut informasi, S-300PMU2 edisi khusus ini adalah versi perbaikan dari S-300PMU1.

Ini dirancang untuk melindungi instalasi negara yang sangat penting, termasuk pangkalan militer strategis terhadap serangan udara massal dengan senjata berteknologi tinggi, rudal jelajah, rudal balistik dan pesawat (termasuk pesawat siluman).

S-300PMU2 dilengkapi dengan empat jenis rudal permukaan-ke-udara: 48N6E2, 48N6E, 5V55R dan 5V55K, yang mampu menembak jatuh sasaran dari jarak 3-195 km, mencegat target pada ketinggian terendah 10 meter hingga 27 km yang bergerak dengan kecepatan hingga 10.000 km/jam.

Sistem tersebut dianggap tidak hanya mampu menembak rudal balistik jarak pendek tapi juga menembak rudal balistik jarak menengah. Untuk mencapai misinya, S-300PMU2 dilengkapi dengan sistem kontrol tembakan 30N6E2 dengan radar X-band.

Sistem radar sepenuhnya otomatis dalam proses deteksi, menangkap, menangani target. Radar dilengkapi dengan mikroprosesor digital berkecepatan tinggi yang memungkinkan waktu respons lebih cepat, ketahanan gangguan yang lebih tinggi.

Radar 30N6E2 Tomb Stone memiliki jangkauan target 300 km, mampu melacak sasaran tidak kurang dari 100 target secara bersamaan dan kontrol hingga 72 rudal.

Menurut beberapa sumber, fitur khusus dari versi S-300PMU2 Rusia yang dijual ke Iran adalah bahwa semua komponen mereka dapat sinkron seperti radar kendali tembak, radar pencari target, kendaraan amfibi di lingkungan taktis terpadu.

Ini memiliki kemampuan untuk mengendalikan hingga 12 kendaraan pada saat yang sama, di samping kemampuan untuk mengendalikan pengoperasian sistem yang lebih tua seperti S-300PMU1, S-200, S-75 dan S-125.

Bagikan :

  9 Responses to “S-300PMU2 Iran Bisa Diterobos F-35I?”

  1.  

    Mampir lewat ah sebelum kena sambit esteh 300-an. Hhhhhhhhhh

  2.  

    Monggo F-35 nya mampir main main ke rumah bang. Tp hrs dng nyali besar dan setumpuk rapalan doa tolak mati mengenaskan, gosong plus ancoorr….wekwekweekkk

  3.  

    Israel nggak sah banyak retorika.Ayo dicoba….!!!! Berslonong boy ria.

  4.  

    Masing2 penjual senjata seperti penjual kecap bahwa buatannya kwalitet no.1 sing gak ada lawan, dicoba ayo dicoba dibeli ayo dibeli senin depan naik harga!he3

  5.  

    Beli rudal quantum

  6.  

    mungkin depazito tau apa itu quantum, loe tunggu saja penjelasan depazito mengenai rudal quantum

    hahhaahaaaa

  7.  

    F-35i Adir varian unik angkatan udara istael

    https://youtu.be/OO_UKMC_wd0

 Leave a Reply