Apr 102018
 

Peluncuran sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia © Russian MoD

JakartaGreater.com – Sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia akan mampu mencegat target pada jarak jauh dan bahkan di ruang angkasa. Rudal 40N6 telah lolos pengujian tahap akhir, dimusim panas mereka direncanakan untuk uji lapangan, seperti dilansir dari laman Izvestia.

Produk rudal 40N6 tersebut dirancang untuk mengalahkan rudal jelajah, pesawat dan manuver hulu ledak pada jarak hingga 400 km. Di masa depan, mereka akan menjadi bagian dari persenjataan utama sistem S-500 Prometey atau Prometheus.

Seperti disebutkan Izvestia, bahwa komando utama Pasukan Pertahanan Luar Angkasa Rusia (VKS) pada bulan Februari, melaksanakan uji peluncuran rudal 40N6. Berdasarkan hasil tersebut, perubahan kecil dilakukan pada desain produk ini. Pada bulan April-Mei dijadwalkan pengujian lapangan, setelah itu akan diputuskan tentang adopsi dari rudal ke dalam layanan dan produksi massal.

40N6 menggunakan roket pendorong dua tahap berbahan bakar padat dan dilengkapi bantalan serta kontrol stabilizer aerodinamis. Jangkauan rudal tersebut memungkinkan untuk menjangkau benda-benda yang berada sangat jauh.

Oleh karena itu, hulu ledak homing telah dibuat. Ini dapat bekerja dalam mode aktif – setelah menemukan sasaran, sistem radarnya akan memandu ke bagian akhir lintasan.

Rudal baru tidak hanya meningkatkan kemampuan untuk menjangkau sasaran secara signifikan, tetapi akan membuat sistem rudal anti-pesawat Rusia (SAM) tidak rentan terhadap respon musuh. Menurut Letnan Jenderal (Purn) Alexander Gorkov, mantan kepala pasukan rudal anti pesawat Rusia bahwa semuanya itu tercapai berkat sistem kendali rudal 40N6 yang sangat terlindungi.

Pengembangan ZUR baru diluncurkan sekitar tahun 2007 sebagai rudal pencegat jarak jauh. Produk tersebut dirancang menangkal serangan udara dan memiliki kecepatan hipersonik, dengan berbagai tingkat ketinggian, hingga mendekati ruang angkasa. ZUR dirancang untuk S-400 yang digunakan bersama-sama dengan pencegat generasi sebelumnya dengan jangkauan yang lebih rendah dan juga pada S-500.

Rudal 40N6 Senjata Utama S-500 Prometey

Dalam fase penerbangan, rudal ini menggunakan sistem pemandu inersia. Hulu ledak homing untuk menjangkau sasarannya, sehingga ZUR dapat bekerja pada objek-objek yang sangat jauh.

“Dengan demikian, musuh harus mendorong jammer beberapa ratus kilometer ke depan. Sehingga akan mengurangi efektivitas peperangan elektronika musuh”, kata Letnan Jenderal (Purn) Alexander Gorkov.

40N6 juga dapat ditingkatkan untuk menyelesaikan misi anti-satelit, tambah Letnan Jenderal (Purn) Alexander Gorkov. Untuk ini, akan diperlukan untuk mengubah tata letak GOS, menambahkan sistem pemandu elekto-optik pada rudal tersebut.

Pertahanan udara jarak menengah dan jarak jauh S-400 diadopsi pada tahun 2007. Ini dirancang untuk melindungi fasilitas strategis dan dapat menembak jatuh rudal jelajah, pesawat taktis dan pembom strategis, manuver hulu ledak dari rudal balistik. Sekarang Triumf juga mampu mencapai target aerodinamis pada jarak hingga 250 km, dan rudal balistik hingga jarak 60 km.

Sistem pertahanan udara S-500 Prometey dibuat sebagai pengganti S-400 Triumf. Itu akan dikerahkan ke pasukan mulai tahun 2020. Tugas utama sistem ini adalah untuk melawan rudal balistik. Sistem S-500 mampu mendeteksi sasaran pada jarak hingga 2.000 km dan dapat menyerang hulu ledak rudal antar benua.

Bagikan:

  31 Responses to “S-400 Akan Dilengkapi Rudal Berdaya Jangkau 400 Km”

  1.  

    Kapan RI wabil khusus TNI bisa memperoleh S400 ya?

    •  

      bisa cepat, bisa juga lama… tergantung pengembangan rudal nasional bung Andre, bila kita mampu membuat rudal dengan jangkauan diatas batasan MTCR maka sistem pertahanan rudal jarak jauh boleh diakuisisi TNI tanpa perlu mengalami downgrade yg signifikan… Apalagi itu S-400 selain utk pertahanan juga bisa untuk menyerang.

  2.  

    S-400 Utk Rudal Pertahanan dan Kalibr Utk Rudal Penyerang

  3.  

    bukannya yg versi lama jangkauannya juga 400km ya ??……..xixi

    dan juga 40n6 adalah rudal versi lama yg digunakan utk s-400, lalu skrg malah dipakai utk s-500…

    sepertinya pemilik situs lemah….

    udah ganti oli belum ??….xixixoxo

  4.  

    Mending beli s 400 daripada pespur fulusnya ga ada kita jika beli pespur

    •  

      S-400 tidak bisa digunakan untuk menyerang, untuk patroli dan untuk melakukan force down blakc flight

      •  

        saya pernah baca klo itu S-400 bisa untuk ofensif maupun defensif bung Yuli, karena bisa untuk menyerang sasaran darat…

        makanya ini yg dikhawatirkan AS bila rudal S-400 malah buat melumpuhkan SAM buatan AS yg ada disekitarnya bila dibeli oleh Turki

        •  

          @bung Lingkar… sebenarnya yang menakutkan itu sistem deteksinya bung… karena bisa untuk menjadi guide untuk sistem serang yang lain, seperti platform serang darat…
          Pada kasus serangan Drone dibuktikan dengan pelacakan dengan sistem pada S-400 dan kemudian di eksekusi dengan krasnopol…

          •  

            Klu sesama buatan Rusia bs terintegrasi klu dgn buatan NATO apa bs dikutak-katik agar bs jg konek dgn sistem SAM lainnya yg dimiliki Turkey dan Arab Saudi bl benar2 jd membelinya.

          •  

            Itu bagi yang paham lho bung 😀 heheheh…

          •  

            Sepertinya bisa bung @Andre, sebab sekarang kan sudah menggunakan Open Platform, masalahnya NATO mau memberikan datanya atau tidak, itu aja sih IMO

          •  

            Saya yakin tidak… software yang berbeda akan sangat sulit untuk di koneksikan… bahkan mungkin akan ada yang harus dikorbankan supaya bisa terkoneksi dan terintegrasi dengan sistem software lainya…
            Bahkan di artikel sebelumnya sistem koneksi antara Patriot dan THAAD baru diuji coba…

  5.  

    kalau kedua sistem bisa bicara mungkin mereka bilang gini”moh koncoan karo koe cok”

  6.  

    RUDAL ASING WALAU BISA MENJANGKAU 400 KM, 500 KM ATAU BAHKAN 10000 KM, TETAP SAJA KALAU KITA BELI DARI MEREKA AKAN DIKASIH CUMA MAKSIMAL JANGKAUAN 300 KM DENGAN SESUAI DENGAN PERJANJIAN MISILE TECHNOLOGY CONTROL REGIME (MTCR).
    MAKA DARI ITU PENTINGNYA KEMANDIRIAN NASIONAL PENGEMBANGAN TEKNOLOGI RUDAL.

 Leave a Reply