Jul 062019
 

Baterai sistem rudal pertahanan udara jarak jauh S-400 buatan Rusia 漏 Kemhan Rusia

Moskow, Jakartagreater.com – Pemuatan sistem Rudal S-400 Rusia untuk pengiriman ke Turki dapat dimulai segera pada 7 Juli 2019, ujar saluran TV Haberturk melaporkan pada hari Jumat 5-7-2019, mengutip sumber, dirilis TASS, 5-7-2019.

Sesuai informasi yang diperoleh dari saluran tv itu, muatan pertama direncanakan akan dimuat pada pesawat kargo hari Minggu 7-7-2019 ini untuk dikirim ke Turki minggu depan. Pada saat yang sama, 9 ahli teknis Rusia yang akan terlibat dalam penggelaran sistem Rudal akan tiba di Turki pada hari Senin 8-7-209. Tahap pertama akan melihat Ankara menerima satu sistem Rudal, laporan saluran TV.

Pada hari Kamis 4-7-209, Wakil Menteri Turki untuk Industri Pertahanan Ismail Demir mengatakan bahwa pasokan S-400 dapat dimulai minggu depan. Pihak Rusia tidak menentukan tanggal pasti pengiriman.

Berita tentang pembicaraan Rusia-Turki tentang pembelian sistem S-400 pertama kali datang pada November 2016. Moskow mengkonfirmasi bahwa kontrak telah ditandatangani pada 12 September 2017. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa Ankara telah melakukan pembayaran di muka.

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa penyebaran sistem S-400 akan dimulai pada Oktober 2019. Menurut Direktur Jenderal Rostec Rusia Sergei Chemezov, biaya kontrak adalah $ 2,5 miliar. Turki adalah negara anggota NATO pertama yang membeli sistem rudal dari Rusia.

Amerika Serikat telah melakukan upaya keras untuk mencegah Turki membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia. Sebelumnya, Pentagon menyatakan bahwa pembelian sistem S-400 oleh Turki membahayakan partisipasi Ankara dalam sebuah program untuk menciptakan pesawat tempur multirol F-35 AS tingkat lanjut.

S-400 ‘Triumf’ Rusia (Nama pelaporan NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal darat-ke-udara jarak jauh dan menengah terbaru yang mulai beroperasi pada 2007. S-400 dirancang untuk menghancurkan pesawat, pesiar, dan balistik. Rudal, dan juga dapat digunakan terhadap instalasi berbasis darat.

S-400 dapat melibatkan target pada jarak hingga 400 km dan pada ketinggian hingga 30 km di bawah tembakan musuh yang intensif dan gangguan.