Apr 122017
 

Militer Rusia diperkirakan akan segera menerima contoh sistem rudal pertahanan udara baru buatan Almaz Antey yaitu S-500 baru dalam waktu dekat. Sementara itu, pengujian terus dilakukan pada sistem canggih S-350 Vityaz, yang pada akhirnya akan menggantikan baterai pertahanan udara S-300PS yang ada, seperti dilansir dari National Interest.

“Kami berharap bahwa sampel pertama dari sistem rudal anti pesawat S-500 akan segera dikirimkan”, menurut Letjen. Viktor Gumyonny, komandan pasukan pertahanan udara di Angkatan Udara Rusia, mengatakan kepada Rossiya-24, menurut TASS Defense.

Persenjataan baru tersebut diharapkan dapat menyerang target pada ketinggian sekitar 125 mil (200 km). Itu berarti bahwa sistem S-500 akan dapat menyerang sasaran seperti rudal balistik di ruang angkasa pada jarak jauh hingga 400 mil (lebih dari 640 km). Resimen pertama dari sistem S-500 akan dikerahkan untuk melindungi Moskow dan Rusia Pusat.

S-500 diharapkan mampu mendeteksi dan secara bersamaan menyerang hingga sepuluh hulu ledak rudal balistik yang terbang pada kecepatan diatas 20 mach. Sistem S-500 ini juga dikabarkan sedang dirancang untuk menggunakan pencegat berkemampuan “hit-to-kill”, suatu desain yang mirip dengan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) buatan Lockheed Martin.

Seperti semua sistem pertahanan udara modern buatan Rusia, S-500 diharapkan menjadi sangat mobile dan akan menggunakan jaringan radar untuk menargetkan jangkauan yang luas. Sistem rudal diharapkan untuk menggunakan radar manajemen pertempuran 91N6A (M), yang merupakan modifikasi dari radar akuisisi 96L6-TSP, serta radar tempur multimode baru 76T6 dan radar tempur 77T6 ABM, berdasarkan analisa Ancaman Rudal yang dibuat oleh George C. Marshall dan Claremont Institutes.

Sementara itu, militer Rusia sudah menguji sistem pertahanan udara dan rudal mobile kelas menengah S-350 Vityaz. Senjata baru akan menggantikan yang versi lebih tua S-300PS dan melengkapi untuk sistem seperti Buk-M3 , S-300VM4, S-400 dan S-500.

“Pengujian sistem rudal anti pesawat S-350 Vityaz saat ini sedang berlangsung”, menurut Gumyonny. “Peluncuran pertama telah berhasil dan karakteristik sistem telah terbukti serta akan digunakan pada skala besar untuk penggantian sistem rudal pertahanan udara S-300PS”.

S-350 dibangun menggunakan radar AESA canggih terbaru dan kendaraan komando baru. Sebuah baterai S-350 standar akan mencakup kendaraan komando, dua buah radar dan delapan kendaraan peluncur. S-350 menggunakan pemandu radar aktif, kemampuan pencegat “hit-to-kill” sama seperti sistem pertahanan udara S-400 dan dapat menyerang target pada ketinggian 75 mil (lebih 120 km). Sistem S-350 dapat menyerang 16 target secara bersamaan dengan total 32 rudal pada satu waktu.

Rusia diharapkan untuk menggabungkan S-500 dengan S-400, S-300VM4 dan S-350 serta senjata lainnya sebagai bagian dari jaringan pertahanan udara terpadu secara keseluruhan. Sebagaimana menurut catatan salah satu pejabat di industri pertahanan AS, meski sektor industri militer Rusia sedang menderita pasca runtuhnya Uni Soviet, entah bagaimana Moskow berhasil untuk terus mengembangkan sistem pertahanan udara canggih tanpa banyak degradasi (penurunan) dalam hal kemampuan.

Dan memang, beberapa persenjataan terbaru seperti sistem pertahanan udara S-500 yang sangat mampu, mampu membuat banyak pejabat pertahanan AS khawatir bahwa bahkan pesawat tempur siluman seperti F-22, F-35 dan B-2 mungkin akan memiliki masalah untuk mampu mengatasi sistem rudal S-500 tersebut.

Bagikan Artikel :

  53 Responses to “S-500 Rusia, Senjata Pembunuh B-2, F-22 dan F-35”

  1. pesen deh tp 50 tahun lagi

    • Kalau menurut ane. Clue dari artikel yg udah lewat mengenai F22 muter2 di sekitar S400 adalah statement dari pilot atau pihak U.S yaitu mereka tidak benar2 yakin kalau selama terbang mereka tidak terdetek oleh S400. Ini menjadi suatu kunci dimana bisa saja russia telah berhasil mendetek dan disimpan rapat untuk modal kedepannya dan apabila tidak terdetect menjadi bukti masih unggulnya F22.
      Walau bagaimanapun apabila terdetek mungkin russia menyimpannya untuk analisa dia dan tidak mungkin sampai menembak F22. Selama ini S400 belum pernah di uji cobakan secara real di lapangan. Dan suatu kesempatan langka bagi russia untuk mengujinya langsung dan menganalisanya.

      • rusia pasti bisa ngedeteck bung cm ndak mau ngelock aja
        sekalian mengumpulkan parameter terbang dr raptor untuk dimasukkan dlm data base rudal2nya
        tau sendiri kan rusia, terkesan diam namun menghanyutkan

  2. Makin panik nih amerika dan sekutunya…..
    Wkwkwk

  3. Ngadepin pertahanan udara rusia gampang, hujani dengan roket tanpa hulu ledak seperti roket hamas harganyapun murah, otomatis sistem pertahanan udara rusia akan meluncurkan rudal”nya sampai habis, setelah habis baru serang pakai rudal beneran, mission accomplish.

    • ngapain pake roket ..ada yg lebih murah dan lebih hemat.. pake ketapel aja di salvonya. cukup modal karet sama batu. .piss bung unknow…ohohohoho..

      • roket jejak panasnya kuat, di radar s350/400/500 rcs roketnya segede truk tronton, otomatis langsung dihancurin sama sistem pertahanan rusia. piss juga bung pueteey nick namenya susah amat dieja.

        • hehehe … peuteuy bukan pueteey..bung unknown

        • Bukannya ukuran RCS ditentukan oleh bentuk dan ukuran target, Apa jejak panas juga berpengaruh pada ukuran RCS?

        • Kalau menurut ane lg. Xixixi.. dari judul awal pembuatannya saja kl gak salah S400 dan sejenisnya diutamakan untuk objek2 yg bernilai tinggi seperti ICBM, pespur rudal jelajah dan sejenisnya. Kl untuk roket yg disalvokan. Mungki penangkis yg lebih kecil yg digerakkan. Rudal jelajah skeaming pun bisa dicegat ditengah jalan sama penangkis yg lebih kecil.

          • Diatas hanya analisa ngawur gan wkwkwkwkw.. Berarti pakai cara roket yang disalvokan tidak mempan ya,, terus gimana dong cara menembusnya mungkin ada cara yang efektif?

          • F15E malah disebut F15SE. Hadeh

          • Aduh, komen ku melayang kesini.

          • F-15SE = F-15 Silent Eagle… Sedangkan F-15E = F-15 Strike Eagle…
            Perbedaannya F-15 SE Udah Pake Teknologi Stealth sedangkan F-15E Belum…

        • Makanya bung unknow mereka russia punya hanud sekelas pantsir rudal plus machine gun itu yg bertugas utk mengatasi sekelas roket. sdh ada antidot masing2 dri rudal russia

    • ada namanya kue kroket sudah kemanca negara tinggal waktu di klaim tempatan oleh tetanggah jaguh sebelah. tuh kroket selain enak dimakan dengan di emut emut. pis bung xixixixiiii

  4. s 500 emang keren…yg lain mah lewat …

  5. Indonesia jangan takut untuk memilikinya..

  6. Strong apanya, mana taring S-300/400 di suriah ???????
    Macan kertas ompong perot

    • Test

      • ada berita baru WAKIL PRESIDEN AS akan ke Indonesia mau menawarkan F15SE dan C17 . Indonesia didesak untuk lebih fair dalam berbisnis .Subsidi LISTRIK,BBM harus di hilangkan kalau tidak export Indonesia ke AS akan dikenakan pajak tinggi atau di Amerika akan menolak import komodity dari Indonesia.
        Hal diatas akan di bahas dengan presiden dan kabinet Indonesia .Di samping itu AS meminta partisipasi lebih dari Indonesia untuk mempromosikan perdamaian di LCS ,meminta pada RI agar NATUNA bisa digunakan sebagai tempat isi ulang perbekalan kapal /pesawat militer . Gitu kira -kira berita ……kabur…..

        • kayaknya ngga mungkin AS menawari kita F15SE, paling pol F16 viper… tapi bisa saja dengan sarat SU35 dibatalkan…

        • Btw… sumbernya?

        • Waduh….benar gak itu bung komerat..untuk msalah listrik,BBm…mau memiskinkan rakyat,supaya lapar,susah,dan mudah dipengaruhi…masalah pulau natuna…jika benar,betul yg diucapkan pak gatot,kalo sudah bermukim susah utk mengusirnya…kenapa lelihatan urgent sekali,dan memaksa sekali,apa yg membuat seakan2 negri kita sudah masuk perangkap dalam strategi diplomasi..

        • Loh RI disuruh fair dia sendiri gak fair petani dan peternaknya disubsidi sehingga produknya bs murah, AS menerapkan anti doping sementara dia sendiri menerapkan doping kpd produk2nya, ini namanya mau menang sendiri! Ma’af bl salah beropini.

        • Ngawur

        • Ini jika benar…bisa ujung2nya embargo…itu saja udah ada ancaman…katanya hari gini omong embargo??yg bener saja??…

        • eeg tuh amerika ngancem melulu bisnis aja pake ngancam!!!!YONHAP mana YONHAP junjungan mu ***.. makanya buruan beli A400 nya keburu di salip C17 ah sptnya yg bikin molor tanda tangan kontrak alusista beraliansi dgn kebijakan amerika

        • menurut saya menyuruh menghapuskan listrik dan bbm sama saja menyuruh presiden kita biar di bully rakyatnya artinya di tendang dgn cara terciptanya chaos!!! wah wah wah bahaya laten penunggangan extrimis oleh amerika. jangan sampai negara kita di suriah kan oleh amerika

        • @INDO ELITE(kenapa lelihatan urgent sekali,dan memaksa sekali,apa yg membuat seakan2 negri kita sudah masuk perangkap dalam strategi diplomasi)

          coba tanyakan ke PAK GEDUT dia kan suka dapet pengharagaan dari amerika nah dia bikin deal apa waktu itu

    • sandenya kemarin rudal as di cegat sama s300/s400 pastinya akan terjadi PD lll,, makanya as ngomong dulu ama rusia karena uda di rencanakan..

  7. indonesia mah udh punya
    s doger
    s cendol
    s cincau

  8. indonesia punya ini mungkin negara tetangga gaberani masuk wilayah indonesia

  9. 20 mach….? Ckck

  10. Indonesia harus punya, kalo tidak ingin di olok2 terus oleh tentara aushit/Asu di darwin !

  11. Nihh ..kita yg butuh S 500, kasihan lah lebih gahar rudal tetangga.

  12. Test.

  13. S500 mampu saya yakin dan saya percaya…..

  14. seperti biasa rusia menang kata2, us menang teknologi n srategi jg uang…

  15. Mengapa tak di uji coba saja fi suriah

  16. Wajib borong! Semua warjag bahas botol pulpen ya klu mau bgt nunggu perang terjadi aja! AS selalu dibilang alutsistanya mempuni wong untuk uji cobanya dia buat perang dimana2.

  17. Ini bagus, sdh mulai bermuncul teknologi baru, saatnya Indonesia borong rudal dan alutsista yg banyak.

  18. sambil dengar lagu yang berjudul ‘badai pasti berlalu’ ya bung?

  19. sapa yang bilang pesawat bung,,, baca tu teliti,,

 Leave a Reply