Des 172018
 

Arexis adalah sistem peperangan elektronika yang meliputi RWR, ISR dan ECM © Saab

JakartaGreater.com – Saab berharap untuk dapat masuk ke pasar pertahanan Jepang yang tertutup, dimulai dengan produk peperangan elektronika (EW) di udara. Kepala area bisnis Saab untuk kawasan Asia-Pasifik, Dean Rosenfield, mengatakan bahwa perusahaan sedang dalam tahap pengembangan dan pembicaraan dengan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF), seperti dilansir dari laman AIN Online.

Rosenfield menandai pasar Jepang sebagai pasar tertutup, dengan sebagian besar transaksi ditangani melalui kamar dagang dan biasanya menguntungkan industri lokal. Namun, dia menambahkan bahwa Jepang mulai berpikir tentang membiarkan perusahaan asing untuk menyediakan kemampuan mereka.

“Jepang sekarang ingin membangun kemampuan ekspornya”, katanya, “terutama sejak program kapal selam SEA1000 untuk angkatan laut Australia. Itu membuka pintu bagi mereka”, kata Rosenfield.

Instalasi sistem pernika pada jet tempur Gripen E © Saab

Rosenfield mengatakan bahwa masih ada peluang di segmen peperangan elektronik, seperti jammer udara dan produk-produk ESM (electronic support measures). Portofolio dari Saab mencakup pod HES-21 ESM/ELINT, pod BOW dan pod perlindungan-diri Arexis.

“Pada tahap ini kami masih dalam tahap pengembangan, kami menjelaskan dan berbicara dengan JSDF tentang kemampuan kami”, kata Rosenfield. “Mereka cukup menerima. Saab juga menyediakan fasilitas demonstrasi dan bekerja dengan beberapa perusahaan Jepang. Kami juga telah melakukan sejumlah uji coba di beberapa lokasi yang dirahasiakan”.

Dia mencatat bahwa Jepang sebagai pengguna sistem radar Aegis yang kuat di Pasukan Bela Diri Maritim Jepang dan di masa depan, Angkatan Pertahanan Jepang dan di sanalah Saab dapat melihat beberapa potensi untuk sistem manajemen tempur 9LV.