May 152017
 

Sebuah konsep Gripen M (Sea Gripen) untuk operasi CATOBAR. (© Saab)

SAAB Gripen E tetap berada pada jalurnya untuk memulai debut penerbangannya di kuartal kedua tahun ini, karena pabrikan asal Swedia tersebut meningkatkan upaya penjualan untuk jet tempur generasi baru dan varian Gripen C/D standar sebelumnya, seperti dilansir dari Flight Global.

Mengkonfirmasi bahwa prototipe jet tempur Gripen 39-8 itu akan mengudara sebelum akhir kuartal kedua tahun ini (April-Juni), Kepala Gripen Jerker Ahlqvist mengatakan “Sejauh ini, semuanya berjalan sesuai rencana, dan ini terlihat sangat menjanjikan”. Pengiriman pesawat tempur bermesin F414 dari GE Aviation tersebut akan dimulai tahun 2019 untuk Angkatan Udara Swedia, diikuti untuk pelanggan ekspor yaitu Brasil.

Uji taksi dengan kecepatan rendah Gripen E telah dimulai SAAB dilokasi produksi Linkoping akhir tahun lalu, dan Jerker Ahlqvis mengatakan bahwa perusahaan kini sedang melakukan validasi perangkat lunak untuk persiapan penerbangan perdana. Pesawat berkode 39-8 saat ini dalam pengujian darat, sementara prototipe kedua telah memasuki perakitan akhir.

Jerker Ahlqvist mencatat bahwa keputusan Saab menggunakan arsitektur perangkat lunak berjenis aplikasi pada Gripen E sudah terbukti berhasil.

“Kami melihat bahwa perbaikan perangkat lunak yang diperlukan telah berjalan sangat cepat. Kami sudah membuat perbaikan dan perangkat lunak baru tersebut akan dipasang ke dalam pesawat dalam beberapa hari mendatang. Sebelumnya proses ini bisa memakan waktu hingga berminggu-minggu bahkan bulanan. Hal ini memberi keyakinan bahwa program akan sesua jadwal dan mencapai tonggak sejarahnya”, jelas Ahlqvist.

Kepala pemasaran dan penjualan Gripen, Richard Smith, mengatakan bahwa “SAAB akan terus meningkatkan upaya untuk menambah jumlah pelanggan jenis ini, baik Gripen C/D standar maupun Gripen E/F.

Diskusi sedang berlanjut dengan Botswana dan Slowakia mengenai potensi rencana akuisisi mereka, dan SAAB baru saja menyampaikan tanggapan terhadap proposal permintaan dari Bulgaria. Mereka juga telah memberikan informasi awal pada India terkait syarat potensial untuk pengadaam 150 unit jet tempur bermesin tunggal serta mengincar persyaratan untuk angkatan laut negara yang sama [India] dengan mengajukan Gripen-M yang bisa beroperasi dari kapal induk.

“Pasar terlihat optimis. Kami benar-benar perlu membawa sebanyak mungkin prospek, untuk mencapai target kami, yang menutup kontrak setiap tahun. Saat ini SAAB tidak memiliki pesanan untuk varian Gripen C/D, namun optimis dapat mengamankan kontrak produksi untuk 18 bulan mendatang”, terang Richard Smith.

Ia juga menambahkan bahwa masih ada peluang potensial untuk Gripen di Belgia, Kanada, Kolombia, Finlandia, Indonesia, Malaysia dan Swiss, menurutnya “Kami sedang berada di posisi yang sangat baik saat ini, memiliki kedua platform tersebut”.

Sementara itu, SAAB kini telah mulai melakukan update Gripen C/D Republik Ceko dengan perangkat lunak standar MS20 tipe terbaru, yang mulai digunakan oleh Angkatan Bersenjata Swedia tahun lalu. Hungaria juga telah meneken kontrak dengan perusahaan tersebut untuk melakukan modifikasi yang sama terhadap armadanya dan Ahlqvist juga mengatakan bahwa sedang dalam dialog awal dengan Afrika Selatan dan Thailand mengenai update serupa.

  45 Responses to “SAAB: “Kami Siap Bangun 150 Gripen E Untuk India””

  1. “Kami Siap Bangun 15 Gripen CD Untuk Indonesia”

  2. Akankah…..

  3. gagal pertamax

  4. he he he he

  5. “Kami belum siap bangun 15 Gripen E untuk Indonesia”, katanya 😛 hehehe

  6. Ayo buat RI setelah sukro datang.

  7. AKan di tindak lanjutin,.berhubung dengan dollar naik kemungkinan batal.
    Gimana tukar tambah ama getah karet

  8. nanti AKAN kami kaji dulu dibutuhkan pertimbakangan yg matang di lihat dulu untung dan ruginya..

  9. OMG !!! 150 men , di indonesia aja yg sedikit gak kepakek semua buat patroli

  10. India Memang Ganas Klau Soal Beli Alutsista. Walaupun Nyales Di India Itu Lebih Ribet Daripada Di Indonesia Tapi India Belinya Borongan Makannya Para Sales Jadi Betah…

  11. Saab : Kami siap bangun 12 gripen c/d utk Indonesia…
    India : 150 unit
    Indonesia : 12 unit…
    Jauh bgt yaaa…itupun msh blon pasti alias msh AKAN, INGIN, LIRIK, TEHTARIK shh salah, TERTARIK….mo diapain lg, lhawong menhan kita ga pernah tegas dlm melakukan tindakan…

  12. Boroooong

    Prediksi saya :

    Tahap 1 : 12 unit C/D (kontrak 2017, datang 2018 – 2019)
    Tahap 2 : 24 unit E/F (kontrak 2020, datang 8 unit per tahun 2021 – 2022 – 2023)

    F16V : 28 unit (kontrak 2017 / 2018 – delivery bertahap selama 5 tahun dari 2019 sampai last delivery 2023)

    kalau IFX jadi maka IFX baru dibangun massal paling cepat tahun 2027 atau 2028, datang 8 unit per tahun 2028 – 2029 – 2030 – 2031 – 2032 – 2033 – last delivery 2034.

    Hanya prediksi saja. Kalau meleset ya harap maklum.

    Xixixixi

    😛

  13. ini baru mantap mennnn….kalo beli ni pesawat, kaga perlu mudik ke negara asal kalo ada kerusakan kek pesawat odong2 kaga jelas yg beli dari negara yg satu itu…pokok nya mak nyuusssss dah….

  14. nyimak

  15. Masih kabarnya kabur klu untuk RI.

 Leave a Reply