Saab Luncurkan Gripen Aggressor untuk “Red Air”

29
7
Desain Pesawat Gripen Aggressor, (SAAB)

London – Saab meluncurkan varian terbaru dari pesawat multirole Gripen yang dinamai Gripen Aggressor, yang ditujukan untuk menyediakan pesawat terbang ‘Red Air’ (pesawat bertindak seolah pesawat musuh yang memungkinkan taktik tatap muka di udara) berkemampuan tinggi.

Keputusan SAAB untuk memilih pameran Defence and Security Equipment International (DSEI)  di London, Inggris sebagai tempat meluncurkan penawaran baru tersebut tidak dilakukan secara kebetulan. Salah satu tujuan memunculkan Gripen Aggressor adalah menyasar program ASDOT (Air Support to Defense Operational Training), Angkatan Udara Inggris, RAF.

ASDOT adalah program 15 tahun untuk memberikan ‘Red Air’ dalam pelatihan tempur Angkatan Udara Inggris RAF, dan juga platform ‘Blue Air’ untuk pelatihan joint terminal attack controllers (JTAC) dan pengendali tempur. Persyaratan ASDOT juga mencakup peperangan elektronik dan elemen simulasi.

Untuk memperkuat proposal Saab, ada replika Gripen Aggressor skala penuh yang dipamerkan di DSEI Zona Udara di Aula Utara. Replika pesawat dicat hitam agar sesuai dengan skema jet pelatih RAF yang lazim.

Kontraktor ‘Red Air’ telah menjadi pasar yang berkembang akhir-akhir ini, dan Saab telah mempelajari konsep Gripen Aggressor selama sekitar 18 bulan. Setelah melihat berbagai persyaratan dari pelatihan advaced pesawat tempur yang potensial, Saab berkesimpulan bahwa Gripen sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi. Gripen adalah airframe pesawat yang terbukti dengan biaya operasi rendah dan keandalan yang terbukti memungkinkan tingkat sortie penerbangan yang tinggi.

Desain Pesawat Gripen Aggressor, (SAAB)

Selain itu, sistem kontrol penerbangan fly-wire Gripen, kemampuan sensor dan kinematik dapat menghadapi jenis ancaman pesawat terbang terbaru. Selama misi pencarian fakta, SAAB menemukan banyak contoh di mana pilot dan instruktur berbicara tentang pelatihan tempur udara ‘yang bernilai negatif’, di mana pesawat terbang modern berperang melawan jenis pesawat yang sama, atau melawan pesawat yang lebih tua dan kurang berkemampuan. Sebaliknya, tipe pelatihan berbeda dibutuhkan oleh pesawat terbang modern untuk nilai pelatihan maksimal, sehingga pilot bisa “berlatih seolah mereka bertempu sesunguhnyar”.

Gripen Aggressor didasarkan pada airframe pesawat Gripen C, dengan opsi basis two-seater Gripen D. Gripen Aggressor (proposal) dioptimalkan untuk misinya, sehingga tidak akan memiliki kemampuan senjata hidup. Gripen Aggressor didorong untuk program ASDOT, yang seharusnya memasuki tahap awal proposal akhir tahun ini. Gripen Aggressor juga ditujukan untuk memenuhi persyaratan bentuk latihan advance (“musuh yang kuat”) untuk Angkatan Udara AS yang mungkin dikontrak pada awal 2019.

Saab bukan pihak asing bagi Inggris atau layanan pelatihan lainnya. SAAB telah mendukung silabus pelatihan pilot Inggris sejak tahun 1999 dengan menyediakan satu Gripen kursi ganda dan dan dukungannya, termasuk pesawat target (radar) SK 60 (Saab 105- twin-engine trainer aircraft), selama beberapa minggu di setiap tahunnya. (Janes.com).

29 COMMENTS

  1. Laaahhhh….ini dia pespur jagoannya kakak beradik Tukang Ngitung, Phd & DR. Cuma pesawat ini yg mampu merontokan F22, bahkan menghancurkan B-2 Spirit (parkir di landasan soalnya). Pespur ini yg mampu mencapai ketinggian 100 Km. Ini pesawat spek dewa ….. kata si bersaudaraTukang Ngitung, Phd dan DR. Mungkin verdasarkan analisa ” Mari Berhitung ” yg sdh sampe di jilid 36.
    Wessss…pokoke ini pesawat super…duper deh

    • Gak lah… Bung TN,Phd dan saya itu tau seni meramaikan lapaknya bung Diego…..xixixi. Jd kami berdua cuma candaan doank yg diramu secara serius.
      Tapi kalo dng warjag yg namanya U**d pendekar gugling gemblong, begitu dia muncul sdh ane siapkan rudal Kalibr utk menghajar link abal2 nya itu…… 😆

LEAVE A REPLY