Oct 232016
 

air_jas-39ng_iris-t_meteor_gbu-10

Presiden dan CEO, Saab Asia Pasifik, Dan Enstedt, berbicara tentang kegiatan Saab di Indonesia, proposal Gripen dan upaya agar dapat menjadi mitra dalam memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia.

Dapatkah Anda secara singkat menjelaskan kegiatan Saab di Indonesia ?

Kami memiliki produk andalan yang hadir di seluruh wilayah membentang dari Korea hingga ke India. Produk kami telah digunakan di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara dan telah teruji dalam waktu yang lama. Angkatan bersenjata Indonesia merupakan pelanggan RBS 70 dan radar Giraffe selama bertahun-tahun, dan kami melihat banyak potensi dengan Indonesia untuk beberapa sektor di masa depan.

Indonesia menghadapi tantangan yang cukup unik, mulai dari pengamanan sejumlah rute laut yang paling sensitif di dunia, ancaman dari bajak laut, illegal fishing, penebangan dan peredaran gelap dan banyak lainnya. Agar dapat menjangkau semua itu, Indonesia memerlukan sistem pengawasan kualitas tinggi. Ini tidak hanya soal menambahkan angka-angka untuk pengawasan wilayah darat dan laut yang kompleks. Pertanyaannya adalah tentang bagaimana mengawasi kalaikan aset melalui teknologi canggih.

Misalnya, mensinkronkan informasi data link antara matra darat, udara dan laut dengan cepat dan memungkinkan Anda menyebarkan solusi terbaik dan tercepat. Saab unggul dalam solusi ini dan merupakan salah satu alasan mengapa kekuatan pertahanan Indonesia mengambil begitu banyak produk kami.

Saab dan Swedia bisa menciptakan teknologi yang independen dari kekuatan besar, karena sikap politik kami yang unik selama Perang Dingin. Hari ini, kita dapat melihat banyak kesamaan dengan Indonesia, yang terletak di wilayah yang menarik bagi hampir semua kekuatan super – yang semuanya hadir langsung di sekitar Indonesia. Komitmen Indonesia untuk menciptakan industri pertahanan yang kuat, mandiri di dalam negeri, dillihat Saab sebagai pasangan yang sempurna untuk membangun industri pertahanan dalam negeri karena filosofi kami adalah kerjasama industri.

Bagaimana Gripen memenuhi kebutuhan masa depan Angkatan Udara Indonesia?

Angkatan Udara Indonesia menjaga wilayah yang sangat besar, mencakup lebih dari 17.000 pulau, yang membentang lebih dari hampir 2 juta kilometer persegi. Kepulauan yang luas membutuhkan kekuatan udara dengan ketersediaan operasional yang tinggi. Dengan waktu yang singkat untuk persiapan operasional, Indonesia membutuhkan pesawat berkemampuan peran ganda, dimana situasi dapat berubah menjadi ancaman dan memerlukan intervensi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Yang paling penting, negara perlu cukup pesawat untuk menjaga perbatasan, di wilayah yang terbuka dari segala arah.

Gripen merupakan generasi baru, pesawat tempur multi-peran yang siap masuk dalam layanan operasional. Dengan menggunakan teknologi terbaru, Gripen mampu melakukan berbagai tugas, baik udara-ke-udara, udara-ke-permukaan dan misi pengintaian menggunakan senjata terbaru. Gripen merupakan pesawat tempur berkemampuan tinggi dengan kemampuan multi-peran yang baik dan biaya yang efektif untuk beroperasi dalam jangka panjang, yang bertentangan dengan pesaing yang bermesin ganda besar dan berat.

battlefiled-network

Apa saja fitur kunci usulan Saab Gripen untuk Indonesia?

Kami telah menawarkan pesawat tempur Gripen C dilengkapi dengan upgrade kemampuan MS20 terbaru yang meliputi Rudal Meteor MBDA (beyond-visual-range air-to-air missile) dan bom GBU-39 Small-Diameter. Opsi Gripen E juga terbuka tergantung kemampuan yang dibutuhkan Indonesia.

Proposal kami cukup komprehensif, fleksibel dan diarahkan untuk memberikan kontribusi pada pengembangan kemampuan kedirgantaraan pertahanan negara Indonesia. Gripen dapat memenuhi setiap kebutuhan operasional yang dihadapi Indonesia dan ini adalah solusi tempur yang paling efektif untuk Indonesia.

Kami menawarkan sistem pertahanan udara lengkap yang mencakup sistem peringatan dini (AEW & C) untuk pengawasan maritim dan pengawasan wilayah, datalink taktis untuk berbagi data di seluruh platform serta komando dan control berbasis darat.

Kami berkomitmen kerja sama dengan industri lokal dalam mendukung pengguna akhir. Banyak pekerjaan dapat diciptakan melalui kerjasama industri yang kuat yang mencakup transfer teknologi dan produksi lokal. Bagi kami, penting untuk membangun kompetensi dengan orang-orang lokal di negara Indonesia. Kami menciptakan banyak pekerjaan dengan konsep tersebut, dan ini sesuatu yang tidak dilakukan oleh pesaing kami.

Sumber : Saab.com

Bagikan:

  114 Responses to “SAAB Siap Gandeng Indonesia Ciptakan Teknologi Independen”

  1.  

    Nah,BORONG!!!!!!! semua produk SAAB,karena lebih BAGUS dan lebih BERKUALITAS dari alusista KW buatan si NAGA EMPRIT

    Hore saya sekali lagi dapat PERTAMAX,MINYAK TANAH,GAS ELPIJI, PERTALITE,BENSIN,SOLAR…….horee!!!!!!

  2.  

    pastiy di beli tawaran yg menggiurkan dari saab !

  3.  

    Borong lah saaab. Berhenti beli ploduk militer china

  4.  

    Ngebet banget ma Indonesia

  5.  

    Daripada beli f16 bekas mending gripen walaupun masih ada beberapa komponennya yang buatan anggota nato.
    Yang lebih penting sukhoi su35 harus segera terwujud.
    Smoga NKRI semakin jaya.

    •  

      Setuju banget. Kalau melihat ke belakang. Daripada beli F-16 bekas, lebih baik beli Gripen dan berkenalan dengan teknologi baru. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Semoga ke depan langkah Indonesia lebih strategis utk kepentingan negeri ini.

      •  

        Mana bisa dibandingkan gripen vs f16 bekas?
        Bukan masalah Spek tapi sikon keuangan dan prioritas kita.
        Keputusan F16 bekas murni hanya utk menutup gap dengan biaya murah dan cepat dikirim. Bandingkan dengan harga gripen dan waktu kirimnya. Jadi beda konteks dan reason.
        Promosi spekc gripen selalu type NG tetapi yg disodorkan type CD. Beli gripen CD adalah percuma krn sebentar lagi diskontinue.
        Sedangkan jika beli NG maka gripen harus face to face dengan IFx.
        Paling benar adalah setelah F16 dengan harga murah utk menutup G dan dibackup dengan SU35, mengawal lahirnya IFx.

        •  

          BETUL

        •  

          IFX baru mulai produksi 2025 itupun kalau tiada Korut melintang dan barangkali jika Korsel ganti presiden akan ganti juga kebijakan, misalnya dengan meningkatnya ketegangan dengan Korut maka KFX untuk Korsel akan lebih dulu diprioritaskan. Dalam situasi terburuk, bisa saja Indonesia baru mendapatkan IFX beberapa biji tahun 2030. Disini gap-nya malah bertambah panjang.

          •  

            Ngak ada belajar Instan bung
            India saja pontang panting dan sangat lama

          •  

            Maksud gue, Indonesia harus siap dengan “Plan B” jika IFX menghadapi situasi yang sulit/lama produksi

          •  

            Dari semua pilihan herder mengawal lahirnya kfx, Gap antara tahun 2023-2030, kita bisa lihat berbagai pilihan dengan syarat :
            -deterjen yg maximal
            -harga
            -delivery
            Typhon dan Rafael kecualinya harga yg sangat mahal juga antrian delivery yg panjang.
            Gripen deterjen kurang dan harga relatif tinggi utk kelasnya, delivery juga lama
            Dan potensial ancaman adalah F35, f15, mig29, j20 so kira2 pesawatnya multirole antidot dengan Harga terjangkau, deterjen, delivery cepat adalah………

          •  

            Plan b mungkin tidak etis dibuka saat ini saat kedua negara semangat mengerjakannya. Apalagi kontribusi kita yg inferior di kfx
            Kfx sulit dihentikan saat ini, karena Sudah menjadi pertaruhan nama baik dan gengsi Korsel vs Jepang F3 dan China J20.

        •  

          Yang paling sial adalah ketika beli yang bekas tapi pengirimannya tetap lamaaa.

        •  

          yup betul bung @senopati, f16 eks national guard us dibutuhkan untuk menutup gap kebutuhan pespur ug mendesak dg pertimbangan budget yg terbatas.
          Cuma yg saya bingung sama si Saab ini menurut opini saya terlalu jual kecap janji2 manis (kaitannya dengan Gripen) pihak saab sangat PeDe bisa mengirim barang cuma dlm tempo SETAHUN dari mulai kontrak ditandatangani (Jika Indonesia berminat). Nah janji manis ini sangat kontradiktif dengan berita dari Saab sendiri yg menyatakan mereka mengalami kesulitan di lini produksi pespur Gripen, bahkan untuk kebutuhan AU swedia sendiri mereka harus terpaksa membongkar stok Gripen C/D yg sdh dlm pelayanan untuk dicomot perangkat “kunci” nya demi dicangkokkan ke Gripen E/F.
          Bahkan pihak Saab sendiri menyatakan estimasi waktu pengiriman Gripen E/F untuk AU swedia baru bisa selesai pada tahun 2024…Nahh..Lohh…piye iki..?? Misal Indonesia jadi berminat akuisisi Gripen paling yg tersedia hanya stok Gripen C/D bekas AU swedia, ujung2nya kita kebagian bekas lagi dan paling banter mungkin hanya diupgrade biar bisa gotong si meteor.
          Opsi lainnya adalah jika ingin memindahkan lini produksi Gripen di Indonesia pastinya memanfaatkan fasilitas yg ada di PT. DI, sedangkan PT. DI sendiri punya projek prioritas pengembangan IFX di tahun2 mendatang. Saat ini saja PT. DI msh kesulitan dlm memenuhi kebutuhan pesanan TNI AU yg sering molor dlm hal pengiriman barang dikarenakan karena kapasitas produksi PT. DI yg terbilang masih sangat kecil.
          Jadi maksud sy jgn sampai projek prioritas nasional spt pembuatan pespur IFX menjadi terkendala karena terbuai janji manis Saab.
          Khayalan saya sih maunya kita (PT. DI) mempunyai kapasitas lini produksi yg besar ditunjang dengan SDM dan Financial yg mumpuni sehingga lini produksi si Gripen bisa digeser kedalam negeri…hihi..

  6.  

    asalkan jangan iming iming doang…

  7.  

    Indonesia beli alutsista dari saab berkualitas dan dapat tot. kalo alutsista dari cina kurang bagus

  8.  

    Lancrootkan…

  9.  

    Bisa dipertimbangkan

  10.  

    Nah….jadi kan Indonesia beli grippen nya?
    Setelah natuna Di bangun landasan pangkalan Dan sebagai nya…Maka Akan Ada kekosongan pesawat tempur…hehehe…plus karena prioritas Maka Dana pertahanan tidak dipotong…hehehehehe

  11.  

    saab gak tau kalau disini gak ada duit

  12.  

    Tawaran yang menarik,keputusan ada ditangan pemerintah..

  13.  

    Ko sepi ya….

  14.  

    5 tahun lagi deh datang ke Indonesia tawarkan tu semua sistem pertahanan saat ini kami lebih mengutamakan pembangunan ekonomi, Indonesia terpaksa mendekat ke cina karena untuk alasan ekonomi, kalau ke barat kami cuma konsumtif dan saat ini sudah tdk ada yang bisa kami jual ke Eropa minyak sawit diisukan dgn lingkungan, sumber daya alam lain sudah kian menipis karena konservasi lahan masiv buat kebun sawit, kami juga sudah bukan produsen minyak, batubara merusak lingkungan habis2san dan yg untung swasta pemilik konsesi sementara kontribusike negara kecil, ekspor kami cuma meubel itupun sudah kalah bersaing juga dgn vietnam, dan laos dan produksi karet kamipun sudah disalip vietnam yg bahkan dulu tidak punya kebun karet, tidak ada yang bisa dijadikan modal lagi dari negara kami untuk SDA nya kecuali SDM yang melimpah tapi kurang trampil sehingga saat ini kami rawan dicabik2 dari luar karena untuk hal yg sepele pun saat ini kami mudah emosi saling hantam sesama saudara julukan bangsa yang ramah tamah sudah hilang itu untuk generasi 70 sd 80 kmrn.

  15.  

    Dengan diresmikannya bandara2 di perbatasan maka pertahanan udara bisa meningkat.

    Gripen bisa ditaruh 1 flight di Natuna, Tarakan, Miangas, Morotai, Biak, Yahukimo, Selaru, Saumlaki dan Merauke.

    4 unit x 9 lokasi = 36 unit.

    Logistik seukuran hercules bisa untuk 1 skuadron gripen selama 1 bulan.

    Jika untuk 1 flight maka logistik seukuran hercules bisa untuk 3 bulan.

    Lumayan khan ?

  16.  

    beli gripen dulu sambil nunggu su35 . su35 lama datangnya . ditambah lagi jumlahnya yg sedikit . borong saja tuhh gripen + kapal selamnya . nanti TOT nya untuk ifx dan changbogo class 🙂

    •  

      GripenNG delivery tahun 2023 sedangkan su35 tahun 2019, jadi duluan sukhoi drpd gripen NG.
      Gripen NG pesawat bagus tapi terlambat masuk di Indonesia.
      Harusnya 2011 saat penentuan partner IFx.
      Gripen saat ini dalam posisi “waktu dan Tempat yg salah” di indonesia

      •  

        Kalau ditinjau dari sisi strategis, Gripen bagus untuk scramble dan intercept pesawat asing dengan biaya murah. Kalau tuh pesawat ternyata lebih canggih, baru kirim F-16 atau Sukhoi sebagai pendukung gertakan. Sayang kalau kirim Sukhoi hanya untuk intercept pesawat baling-baling.

        Kalau ditinjau dari sisi waktu, apakah pada 2025 negara Korsel masih ada? Apakah pemerintahnya sudah beralih prioritas? Berapa cepat IFX bisa diproduksi? Kondisi terburuk kita baru punya IFX satu squadron lengkap dengan modifikasi dan munisi tahun 2035 ke atas.

      •  

        @SP

        Hidup ini memang penuh dg kejutan….sampek dibuatkan filmny “accidental hero”.

        Kalo dalam istilah jawanya “ketiban pulung” bung @SP.

        Sedangkan jagoan yang batal dibeli, istilahnya “ketiban penthung”…hihihihihi

      •  

        Ini baru komentar yg cerdas @senopati, salken bung.

  17.  

    yg menjadi masalah tdk ada T.o.T mesin GE kecuali DI punya plan mesin jet

  18.  

    Borong 1 skuadron Gripen E beserta rudal meteor, dan pesawat AEW&C

  19.  

    Dari penawarannya sih bagus banget…tpi sayangnya embargonya lebih besar ketimbang dri produck Rusia. karna Sistem politik Rusia tdk ingin mencampuri urusan politik negara lain. Beli alutsista Rusia terserah mau buat apa…namanya barang sudah dibeli orang terserah mau di gunain utk apa selagi itu utk kedaulatan negaranya.

    Mungkin Embargo yang membuat petinggi TNI ataupun menhan memilih utk tdk tergesa membelinya dan melihat situasi yang dihadapi masa depan.

    •  

      @topeng

      Embargo biji PLERRRR???

      Dari jaman orba sudah ada tuh radar giraffe, rudal rbs-70, peluncur roket carl gustaf, meriam bofors 40&57mm, roket ASW 120mm……..sampe sekarang semuanya masih bisa beroperasi !!

      •  

        sabar mas….bung topeng ada benarnya juga loh..coba anda telisik dengan hati yang sabar, siapa siapa yang berperan dalam pembuatan pesawat ini?? klo memang gak ada embargo “kemungkinan”argentina sudah membeli ini pesawat, tapi karena ada campur tangan inggris maka….belum lagi pengalaman pahit nan sakit pak Menhan yang kala itu masih jenderal aktif, dimana negara ini adalah penyokong utama gerakan separatis bersenjata di aceh…

    •  

      Rusia juga pernah mengembago Kita tahun 1969 – 1980

  20.  

    tes

  21.  

    Biji gue….biji gue dimana?

  22.  

    2taun pemerintahan jkw jk…ditunggu gebrakannya nih…alutsista yg dtg adlh kontrak pemerintan yg lalu…rezim sekarang blm ada kontrak apa2…ayo pak ambil tawaran saab agar kita bs bljar bnykndr mrk…tp su35 tetep beli jg

  23.  

    seperti yg disebutkan bung senopati pamungkas, kalo beli gripen tipe CD, tanggung…masih lebih bagus mig 35 (selevel, medium fighter)
    kalo beli gripen tipe NG, kelamaan nunggu..keburu lahir kfx/ifx

  24.  

    Kalau pendapat saya pribadi mengenai pespur lebih baik ToT dengan MIG dibandingkan SAAB Grripen.
    Karena pespur MIG lebih botol pulpen di kancah perang, terlebih lagi niatan MIG mebuat pespur gen 5 untuk kelas medium fighter dapat di jadikan alasan kuat unruk pespur masa depan TNI AU.

    •  

      Sayangnya dibanding dengan counterpart-nya di Barat, Rusia tampaknya tidak begitu antusias dengan TOT, dengan kata lain butuh effort lebih besar untuk membujuk Rusia.

      Bukannya merendahkan cewek, tapi merayu cewek ramah dan murah senyum lebih mudah daripada merayu cewek jual mahal dengan muka jaim, kan?

      •  

        @Joss Gandoss : Sebenarnya Rusky dalam mengimplementasikan ToT di bidang militer bukanlah hal yang sulit, hal tersebut jika Indonesia ingin belejar seperti India.

        Maju mundurnya ToT Rusky terhada Indonesia lebih disebabkan persoalan finansial dan waktu.

        Contoh : Sukhoi PAK FA T-50

        Menurut saya pribadi wajar saja jika Rusky mempunyai nilai jual yang tinggi dalam dunia militer jika ingin meminang dan memproduksi pruduct made in Rusky

        •  

          Benar…India dapat ToT dari Rusia setelah membeli Ratusan Su-30MKI.
          100 Milyar Dolar untuk dapat produksi Brahmos
          100 Milyar Dolar untuk dapat T-50 tanpa ToT

          Untuk mendapatkan UANG sebegitu banyak apa tidak “SULIT” bung ????

          kecuali, Uangnya MBAHMU yooo ?

          •  

            @Indonesia_Raya : Jika hanya cuap-cuap pakai dengkul ya hasilnya seperti komentar anda!

            Mau ToT ke China saja harus membeli minimal 500 rudal made in China, mau ToT ke korSelharus borongpespur Korea Selatan…

            Jika Indonesia menginginkan ToT dari Rusia, Rusia mempunyai aturan dan kebijantersendiri.

            Jika Indonesia sanggup silahkan, jika tidak sudah pasti Indonesia mencari alternarif lainnya…
            Akan tetapi tang jelas Indonesia / TNI AU tidak meminta ke mbah anda…

            Btw saya bersyukur bahwa mbah saya aedikit atau banyakmemberikan sumbangsih untuk negara dan bangsa, semua terbukti dari tanda jasa penghormatan dari negara Indonesia yang dimilikimbah saya…!
            Dan 1 lagi yang anda harus ketahuiadalah mbah saya manusia taat pajak..!

            Kali ini saya buat pengecualian kepadaanda dalam bertutur kata, lain kali jika anda tidak dapat menjaga etika dalam lisan / tulisan saya ajan buat perhitungan dengananda…!

          •  

            Sentil terusss bung WK ..(y)

    •  

      @Wangsa
      Nah yang ini saya sependapat. MiG lebih ampuh Daripada Gripen. Dan sepertinya MiG kesulitan dana karena pemerintah Rusia lebih mengutamakan pesawat Sukhoi. Itu kesempatan bagi pihak luar yang ingin bermitra dengan MiG demi mendapat ilmunya. Sedangkan SAAB sedang sibuk membimbing Brasil membuat Gripen.

      •  

        @Patih Pragota : Semuanya kembali lagi ke pihak Indonesia, jika Indonesia berniat untuk maju, maka pilihannya adalah MIG untuk pespur gen 5 medium fighter pesawat TNI AU yang akan datang.
        Untuk SAAB Gripen…?
        Jika hanya gen 4+ / 4++ medium fighter ataupun heavy fighter, TNI AU sudah memiliki F16 block 52 dan next IFX lalu untuk heavy fighternya ada Sukhoi SU-35
        Lalu project burung besi fighter untuk jangka panjangnya apalagi jika bukan pespur gen 5 …

      •  

        India menolak mentah mentah MiG-35
        Banyak negara kaya yang sama sekali tidak tertarik dengan MiG-35
        Berarti ada MASALAH SERIUS dengan MiG-35

        2x Mesin untuk pesawat setara F-16, belum lagi spare part yang tidak jelas dan rumit.
        beli murah, biaya perawatan MEMATIKAN

        Pesawat yang serba TANGGUNG

        •  

          @Indonesia_Raya : MIG-35

          Powerplant : 2 × Klimov RD-33 MK afterburning turbofan
          Dorong kering: 5.400 kgf , 53,0 kN (11.900 lbf ) masing-masingDorongan dengan afterburner : 9.000 kgf, 88,3 kN (19.800 lbf) masing-masing
          Kecepatan maksimum : Mach 2,35 (2.600 km / jam, 1.491 mph) di ketinggian,  1.450 km / jam (901 mph) pada tingkat rendah
          Rentang : 2.000 km (1.240 mil)
          Radius tempur : 1.000 km (620 mil)
          Kisaran Ferry : 3.100 km (1.930 mil) dengan 3 tangki bahan bakar eksternal
          Layanan langit-langit : 17.500 m (57.400 ft )
          Tingkat panjat : 330 m / s (65.000 ft / min)
          Thrust / weight : 1.14
          Max. manuver load factor : 10,0 G

          F-16

          Mesin: 1 × F110-GE-100 after burning turbofan
          Dorongan kering : 17,155 lbf (76.3Templat:Newton (unit))
          Dorongan dengan pembakar lanjut : 28,600 lbf (127 kN)
          Laju maksimum:
          At sea level : Mach 1.2 (915 mph, 1,470 km/h)
          At altitude : Mach 2+ (1,500 mph, 2,410 km/h) clean configuration
          Radius tempur : 340 mi (295 nmi, 550 km) on a hi-lo-hi mission with four 1,000 lb (450 kg) bombs
          Jangkauan feri : 2,280 NM (2,620 mi, 4,220 km) with drop tanks
          Langit-langit batas : 50,000+ ft (15,240+ m)
          Laju tanjak : 50,000 ft/min (254 m/s)
          Beban sayap : 88.3 lb/ft² (431 kg/m²)
          Dorongan/berat : 1.095

          Btw anda ini berkomentar akan tentang militer India akan tetapi tidak mengetahui perkembangan militer India.

          Saya beritahukan kepada anda, Angkatan Udara India tidak mungkin melirik MIG-35 karena AU India telah mengikat kontrak dengan Rafale Prancis untuk pespur 4++
          Lalu India juga sudah bekerja sama dengan Rusia untuk pespur gen 5 mereka yaitu Sukhoi PAK FA T-50.
          Lalu hubungannya dengan Indonesia adalah niatan MIG untuk membuat pespur Gen 5 kelas medium fighter.
          Sekali lagi “Pesawat Tempur Gen 5 Medium Faighter Class.”

          Untuk apa Indonesia membeli MIG-35 jika KFX/IFX terlearisasi…

          Paham…???

      •  

        @patih pragota

        Kok nuduh saab sedang sibuk…emangnya anda kesana kerja disana?

        Sekarang hari minggu bung, semua sedang leyeh-leyeh dirumah

      •  

        @patih pragota

        Kok nuduh saab sedang sibuk…emangnya anda kerja disana?

        Sekarang hari minggu bung, semua sedang leyeh-leyeh dirumah

        •  

          Hari minggu mereka juga lembur kejar setoran bung,
          hi hi..

          •  

            @patih pragota

            Ooh ndak bisa bung…orang bule itung2annya memet. Hari libur gak boleh lembur…kalo tjd kecelakaan kerja selama hari libur, perusahaan gak mau nanggung asuraansinya (kata orang bulenya gitu)

    •  

      Bung@WK,, mau mig 35 sama gripen NG sama2 bagus.. tinggal kalo mau murah didepan mahal dibelakang ya Mig 35.. kalo mau mahal didepan murah dibelakang Gripen NG.. masalah produksi Gripen NG udah tahap sertifikasi dan selesai 2018.. tahun 2019 bisa produksi.. kalo masalah pengembangan Gen 5,, baik Mikoyan dan SAAB dua2nya punya kemampuan dan pengalaman utk membangun pesawat tempur.. kita udah punya desain dgn karakteristik pesawat gen 5.. sedangkan desain yg ada di Mig 35 dan Gripen NG masih pesawat gen 4 yg di modifikasi kemampuan tempurnya ke arah gen 5.. poin plusnya kalo kita bisa akusisi Awacs bisa menambah kemampuan gripen mungkin F-16 second juga..

      Semuanya trgantung kebutuhan dan kemampuan user aja..

      •  

        Saya tidak mengatakan lebih di fokuskan untuk membeli MIG-35.
        Saya hanya lebih menitik beratkan kepada ToT dengan MIG untuk Gen 5 kelas medium fighter, sesuai dengan niatan next pespur dari MIG dan kenaikan kelas dari IFX

      •  

        @whelleh

        Kalo mau pesawat yang murah didepan dan murah dibelakang, pilihannya sudah tepat….MIG-35 tapi terbangnya mundur, hihihihihihihi

  25.  

    ok

  26.  

    memang SAAB kan yang mengajarkan cara membuat data link dan kodal 3 matra TNI

  27.  

    bungkus aja pakai daun jati bung.. hehehe..

  28.  

    Beli Gripen C/ D tak ubahnya beli sampah bahkan Swedia sendiri bingung mau diapakan Gripen C/D mereka, jika mereka jual Gripen C/D yang dijuak adalah EKS AU Swedia.
    Sama seperti hibah F-16 AS, kecuali jika yang ditawarkan SAAB adalah Gripen NG, baru bisa DIPERTIMBANGKAN.
    SU 35 gantikan SU-27 lama
    Gripen gantikan F-16 A/B
    SU-34 gantikan TU-16 di musium
    Itu baru mantab!

  29.  

    Luar biasa..

  30.  

    Tawaran yg menarik tuh….!!!!!
    Gak ada salah y di ambil dan bekerja sama dalam hal teknologi pertahanan agar negri ini bisa mandiri

  31.  

    Terus terang saya saya sangat salut dg ke-ngotot-an SAAB untuk bisa mendapatkan perhatian Indonesia… tp saya jg bingung jika melihat kenyataan bhw pemerintah swedia sndr skrng kebingungan untuk mengganti gripen mrk… kalo bikin baru semua komponennya… dg menambah keuangan lbh dr yg d rencanakan… yg CD pastinya akan d jual BEKAS spt F-16 CD TNI… tp kalo sebagian jeroannya d ambil untuk d pasang d gripen EF… lalu yg lama mau d kemanain tanpa jeroan yg sdh d pasang d gripen EF… masak iya d jual kiloan…..

    melihat kenyataan ini… apa mungkin gripen bisa secepatnya datang k Indonesia… jangan2 opsinya msh spt yg dulu.. Indonesiad pinjemin dulu sebelum yg punya Indonesia selesai d rakit… butuh wkt brp lama itu… pdhl punya tentara swedia sndr msh blm tuntas d rakit…

    •  

      @Cendol : Saya juga salut dengan salesnya Grepen SAAB…
      Hampir di setiap forum militer selalu eksis… 🙂

    •  

      @cendol

      Masih lebih ngotot fansboynya bung (apapun mereknya)…..malah dibela-belain saling memaki, hadeuh?!!!

      •  

        Jujur saja, saya bukan fansboy manapun, saya berkomentar berdasarkan ralita daei ucapan Panglima TNI…
        Btw jika pembelian Sukhoi SU-35 gagal, menurut saya lebih baik Indonesia joint venture dengan MIG untuk pespur gen 5 kelas medium fighter sebagai kelanjutan kenaikan kelas 4++ (KFX/IFX) ataupun dapat melupakan MIG dan memilih Thypoon untuk 3th opinion untuk mengisi gen 4++ heavy fighter…
        Karena situs militer dunia (ahli / pakar pespur luar negri) lebih menyarankan Sukhoi SU-35 dn Thypoon dibandingkan SAAB Gripen

        •  

          @WeKa

          Nggak ngaku fansboy kok komennya puanjaaaaang pol?!!!

          •  

            Xixixixi… 😀

            Sekalian memperjelas maksud dan tujuannya saya…
            Takut masih ada yang beranggapan tidak realistis antara pesawat tempuruntuk perangdan pesawat tempuruntuk patroli…
            Kan sampaibotak sariawan ga bakalan nyambung…

          •  

            @Biji-bijian : Intinya ada beda pemahaman antara fungsi pespur di antara WARJAG.
            Ada yang hanya mencari irit / reability / daya dobrak / dan sebagainya tanpa memperhatikan kelasnya dan gennya.
            Oleh sebab itu terkadang yang di maksud dan yang mengartikannya / membalas komentar terkadang jaka sembung…

            Saya pribadi tidak akan ada persoalan denganhal itu, hanya saja yang menjadi jengkeladalah dengankata dan kalimatbalasan yang memprovokasi..

            Salam…

          •  

            @Weka

            Komen anda sangat komplit dan menarik…tapi sayangnya gak bisa kebaca, soale komennya kegencet terlalu kepinggir…xixixixi

          •  

            @Biji-bijian : Beaok via telepatisaja… 😀

      •  

        Jujur saja, kalo ane samasekali bukan fanboy tapi pemancing mania…. 😆

        Ane ga perduli mo dibeliin apa aja, yg penting ane tetep dikasih dispensasi buat mancing… xixi…

  32.  

    usul saja sedikit, sebaiknya sesama warjager jangan emosian, sama sama pelapak nongkrong di warung hik boleh kemukakan pendapat ataupun komentari pendapat buat apa kita berantem sendiri malah hilang teman toh keputusan ada di pemerintah dan harapan adanya blog Jakarta Greater tak lain semata mata berharap pemerintah ataupun pemangku kepentingan pertahanan paling tidak tahu aspirasi rakyat yang mencintai TNI…. salam

    •  

      Semua penerapan standart dalam diskusi di forum ini bisa lebih sehat jika tidak ada embel-embelnya seperti kata / kalimat provokasi.
      Kembali lagi kepada dirinya masing-masing, jika seseorang yang dengan sadar menuliskan segala sesuatunya di forum ini niatnya seperti apa?
      Setidaknya seseorang mengerti dan paham bahwa tulidannya tersebut mungkin sopan, kurang sopan atau tidak sopan mungkin akan di jawab kembali dengan hal yang sama.

      Salam…

  33.  

    Kita sdh dan masih pakai beragam merek pespur jet mulai dari Hawk, F16, Sukhoi, T50 ntar ada lagi IFX … SUDAH CUKUP VARIASI MEREK nya … walaupun Gripen bagus, kalau kita ambil pun bisa sedot budget AU … pilot dan teknisi perlu belajar lagi + invest peralatan pendukung dll.

    Lebih baik tetep konsen ke pespur kelas berat Sukhoi family … kelas medium utk sementara cukup dg F16 sambil bersaaaabaaar nunggu IFX … jika nanti punya duit banyak, belanja barang tetep hrs efisien.

  34.  

    dari sukhoi kita tak dapat inves ilmu apapun , rusia amat kikir tot kecuali suatu negara itu beli bnyk unit , liat aja skrg india aja beralih ke AS..gripen dgn biaya operasional murah amat cocok bwt patroli jaga wil nkri, itu jg pengaruh dgn jam terbang

  35.  

    Dari semua Paket Senjata tsb,yg paling menarik adalah Pesawat ERIEYE-nya. Pesawat jenis ini yg “WAJIB” dibeli, kelemahan RI yg paling krusial adalah Radar dan Kapal Selam.

  36.  

    sebenernya mau beli pesawat tempur campuran barat atau timur seperti komen2 di atas tdk msalah menurut saya asal dilengkapi dengan missile utamanya… dan di era network centric warfare system seharusnya pembelian peawat tempur juga dilengkapi dengan pesawat AEW&C nya….Saab dengan Saab-340 AEW&C….sukhoi family dan mig dengan Beriev A-50……f-16/ keluaga pesawat buatan US dengan AEW&C E-7A Wedgetail /Northrop Grumman E2 Hawkeye …atau dengan platform pesawat buatan sendiri misal CN-295 dicangkok radar impor…

  37.  

    Yang aku tahu swedia tidak suka mencampuri urusan negara lain dan gak pernah mengEmbargo pelanggannya.
    Jadi Perlu dipertimbangkan pemerintah deh tawaran gripen.
    Thailand sdh mengakui gripen bagus

    •  

      masak sih bung…???ah yang bener toh!!!kmaren mereka mencampuri urusan negara arab saudi truz tahun 2004 mencampuri urusan negara indonesia dan ingat bung waktu itu Pangkostrad nya pak RR loh….JASMERAH

  38.  

    Tawaran ini adl sourcing yg bagus tinggal indonesia menempatkannya di posisi yg mana mau serap teknologi dan menguasai lini yg mana..hardware dan software pesawat banyak..jadi pilih yg mana..?? Teknik design pun banyak ?? Toll jig banyak ?? Metode system ?? Jadi cobalah pelajari ilmu buat pesawat ini secara detail dan systemik..sampai benar benar katam..

    Kalo saya pilih
    “eknik menjiplak saja sampe sempurna..dan katam dari A sampe Z”

    Jiplak aja sulit apalagi buat sendiri dari nol tanpa guru tanpa fasilitas dg modal mepet..bullshitt..

  39.  

    SUDAH TERUJI SAAB. SKANDANAVIA SETROONG JUGA

    Breaking

    masih anget dari dubes DENMARK

    https://pbs.twimg.com/media/Cvch217VIAIAiwM.jpg:small

  40.  

    “Kami menawarkan masalah baru tidak seperti kompetitor lain tawarkan.. Namun dengan solusi tepat yang dapat anda beli dengan harga yang jauh lebih mahal dibandingkan dengan…”
    …apa kira kira seperti itu ya..?

  41.  

    @waduh : Tenang bro…
    Kalau dananya sudah keluar nominalnya baru dapat dipastikan di beli atau tidaknya SU-35 dari Rusky…
    Btw jika SU-35 jadi kemungkinan besar juga KS Improved kilo 636.3 menyusul di borong…
    Kalau gagal, saya pribadi lebih baik meminang Thypoon + lengkap dengan cantelannya, cukup 1 skuardon.
    Karena kalau terlalu banyak juga mubazir, sebab 5 – 10 tahun kemudian pespur gen 5 diperediksi akan lebih suporitas di angkasa.
    Terkecuali negara kita mempunyai payung udara sekelas S-400 Triumph atau iron dome sebagai pertahanan terakhir udara kita.

  42.  

    First

  43.  

    Kata sesepuh dari warung sebelah Gripen ikut tender 2017, utk pengadaan 4 skadron (bkn pengganti F5, yg sdh memilih su 35)

  44.  

    Keren kl gripen dibeli Indonesia. Jd lbh byk varian pespur qt. SU 27/30, F-16, T-50i, next SU-35 dan Gripen. Kebayang pas 17 agustus flying pass di atas Istana makin bertaji Indonesia, bikin keder para dubes yg ngeliatny. Negara tetangga yg berniat usil makin ciut nyalinya.

  45.  

    Paling realistis tidak mengambil Gripen-nya tapi ambil produk lainnya dari Saab, contohnya sistem radar pengawasan ruang udara besutan Saab. Kalo bener Saab bisa ngasi ToT ini baru ajib. Bisa gak tanpa Gripen pihak Saab menyediakan fasilitas data link antara matra darat, udara dan laut (Network Centric). Alangkah ajibnya kalo TNI AU bisa mengoperasikan Erieye apalagi Globaleye…baru dah kalo ini boleh bilang borrrooooongggg….hihi

    (GRIPEN = PESAWAT HEBAT DI WAKTU YG TIDAK TEPAT)

  46.  

    Tes

  47.  

    Mantap..sy selalu tertarik tuk membaca semua komentar dan diskusi serta argumen dari Bang Senopati Pamungkas..Ajib abis dah untuk disimak… 🙂 (y)

  48.  

    @waduh

    Kok gue dibawa-bawa siy bung waduh…mang punya salah apa?

 Leave a Reply