Sep 022017
 

Pesawat Gripen, Saab, Swedia

New Delhi – Saab Swedia mengikat kerja sama dengan Grup Adani untuk mengajukan tawaran ke program pertahanan di India, dengan fokus pada pesawat jet tempur Gripen, ujar Kepala Eksekutifnya, Hakan Buskhe, kepada wartawan di New Delhi, Jumat, 1/9/2017.

Kemitraan ini akan bersaing dengan raksasa pertahanan AS Lockheed Martin dalam lomba untuk memenangkan pesanan potensial dari militer India untuk pesawat tempur single engine yang akan diproduksi secara lokal di bawah kebijakan inisiatif “Make-in-India” Perdana Menteri Narendra Modi.

Kemitraan Saab-Adani ditujukan untuk memproduksi pesawat di bawah kebijakan “kemitraan strategis” India yang baru, ujar Ratan Shrivastava, konsultan dan penasihat independen, India’s industry lobby group FICCI, New Delhi.

Di bawah kebijakan kemitraan pertahanan, pembuat pesawat luar negeri akan berkolaborasi dengan perusahaan India untuk membuat pesawat tempur kelas dunia dalam negeri, yang India telah berusaha selama bertahun-tahun membuatnya. Lockheed telah memilih Tata Advanced Systems dari India sebagai mitra lokalnya untuk memproduksi pesawat tempur F-16 yang akan bersaing dengan pesawat Saab’s Gripen.

Pemerintah akan mengajukan permintaan resmi kepada Lockheed dan Saab selama beberapa hari ke depan untuk memberikan informasi mengenai rencana mereka merancang, mengembangkan dan memproduksi jet tempur di India, kata seorang pejabat pemerintah kepada Reuters awal pekan ini.

Angkatan Udara India membutuhkan ratusan pesawat untuk mengganti armada era Soviet; PM Modi menginginkan pesawat dibangun di India untuk membantu meningkatkan basis industri dalam negeri dan mengurangi impor.

Adani adalah kelompok industri senilai $ 12 miliar dengan bisnis mulai dari energi dan logistik hingga real estat dan pertahanan. ndtv.com.

  12 Responses to “Saab Swedia Gandeng Adani, Ajukan Gripen ke India”

  1. Para sales dipersilakan komentar …

    • Komen ntar aje lah….

      Ntar klo sudah deal baru komentar 😆

    • Toop india….pilih pesawat amrik eropa dan swedia……jangan ulangi lagi ya belanja pesawat soviet dan rusia….ntar repot sendiri

      • Sebenarnya yg membuat repot itu sendiri adalah india, mrk bisa membeli baru tapi tidak bisa service secara baik, tapi sebenarnya rewelan india itu utk mempengaruhi china tidak membeli produk rusia walau itu berkualitas, supaya india lebih banyak mendominasi produk rusia tanpa ada saingannya yg pada saat ini mrk masih konflik dgn china yg bisa memicu perang.
        Jadi saat ini india lagi ditawarin pesawat lockheed martin F16 & gripen, tapi pada akhirnya nanti india akan memilih F16 bukan sekedar ToT & produk lisensi melainkan karna hubungan politik saja.
        Jadi anda juga harus tau politik didalamnya, bukan cuma anda tersanjung dgn produk barat & amerika, tapi juga anda harus tau, kalau anda menggunakan produk barat atau amerika anda harus ikut sistemnya, jika itu anda gunakan utk brperang didalam negri & luar negri? Anda hrs buat laporan terlebih dahulu sebelum anda angkat senjata, kalau tidak? Mereka menyebut anda radikal, bukan tidak mungkin anda diembargo dlm segala hal.
        Hahhahaaaa

  2. Israel mau menjual seluruh F16nya, sebiji tinggal jd barang antik militer di museum.
    Hihhihiii

  3. Bentar lg ada yg komen dari sales tandingan loh bung.. Xixixixixixixi

  4. sebentar sy akan panggil sales top ane..nih mantranya. gual geol gutat gitet..10x

  5. Monggo bung Tukang Ngitung, Phd dipersilahkan waktu dan tempatnya utk mempromosikan dagangannya. Sebagai sales cabang pembantu dr sales cabangnya DR, anda dituntut utk lebih giat berpromosi agar trend dagangan anda bisa meningkat bahkan bersaing dng sales Sukhoi Jimmy yg songong….xixixi….pisss bung jimmy

  6. maaf sales top blm bisa nimbrung di karnakan..beliau sedang ngtitung keuntungan dr hasil jual kambing. … hohihihihi

  7. Apapun pesawatnya, Yang penting 100% TOT dan mendukung program “made in Indonesia”.

  8. Hahaha… 100Buat Bung Welleeehh… Hueeekkk

 Leave a Reply