Saab Tawarkan Bangun Pabrik Gripen di India Sebagai Bonus

NEW DELHI – Perusahaan kedirgantaraan Swedia, Saab telah menawarkan kepada India sebuah pabrik jet tempur baru jika DRDO mampu mengamankan kesepakatan untuk memasok lebih dari 200 jet tempur militer, seperti dilansir dari Sputnik News.

Sebuah jet tempur JAS 39 Gripen buatan Saab Swedia (© AFP 2016)

Saab Swedia saat ini sedang bersaing ketat dengan perusahaan AS Lockheed Martin untuk memasok 250 unit jet tempur bermesin tunggal kepada Angkatan Udara India.

Dengan pabrik “termodern di dunia” untuk pesawat militer, Saab mengklaim bahwa mereka akan mampu memproduksi jet tempur Gripen E untuk pasar di seluruh dunia serta India.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, Pimpinan Saab India Jan Widerstrom mengatakan bahwa “usulan tersebut adalah tawaran tak tertandingi yang akan menetapkan standar baru dalam keunggulan teknik penerbangan selama beberapa dekade mendatang, India harus mendapatkan Gripen”.

Tawaran pabrik dari Lockheed Martin kepada India sedang menunggu persetujuan dari Presiden Donald Trump guna mendirikan jalur produksi jet tempur F-16 di India.

Juru bicara Lockheed menyebut dalam sebuah pernyataan, “Kami telah memberitahu pemerintah mengenai usulan ini, yang mana telah didukung oleh pemerintah Obama sebagai bagian dari dialog kerjasama yang lebih luas dengan pemerintah India… Kami paham bahwa pemerintah Trump akan memperbaharui beberapa program ini dan kita siap mendukung upaya untuk memastikan bahwa setiap kesepakatan penting ini sejalan dengan prioritas kebijakan AS”.

Penawaran Saab juga muncul berdasarkan dorongan dari Perdana Menteri India, Narendra Modi untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi pertahanan yang mahal dari luar negeri.

India telah menerapkan kampanye “Make in India”, yang bertujuan untuk membuat negara itu menjadi “pusat manufaktur global”, dengan mendorong kemitraan asing dan lokal serta membatasi investasi asing di bidang pertahanan.

Widerstrom mengatakan, “Saab menawarkan fasilitas industri yang akan menjadi pusat gravitasi untuk Gripen Made in India”.

Tahun lalu, setelah mengalami beberapa kesulitan dan penundaan untuk menghimpun Rafale di India, negara itu akhirnya menandatangani kontrak senilai 8,8 milyar dolar untuk membeli 36 unit jet tempur bermesin ganda tersebut.

Sputnik News

Tinggalkan komentar