Jul 142019
 

Jet tempur Gripen E (foto : Saab)

Perusahaan dirgantara Saab Swedia menawarkan pesawat tempur Gripen kepada Angkatan Udara Kolombia (Fuerza Aérea Colombiana: FAC) untuk menggantikan armada pesawat tempur Kfir buatan Industri Aerospace Israel (IAI).

Swedia menawarkan 12 Gripen kursi tunggal dan 3 Gripen kursi ganda kepada Kolombia yang sedang mencari pesawat tempur superioritas udara multirole dan menurut kepala Saab Jonas Hjelm percaya bahwa Gripens sangat sesuai dengan persyaratan Kolombia sebagaimana dilansir Jane’s.

Meski masih terlalu dini untuk mengatakan dimana Gripen Kolombia akan dibangun andai terpilih, Hjelm mengatakan Saab akan menggunakan fasilitas yang ada di Brasil dan Swedia untuk membangun Gripen Kolombia. Selain itu Saab akan menawarkan paket transfer teknologi yang sangat komprehensif karena Saab tahu Kolombia ingin industri penerbangannya semakin maju.

Saab kemungkian akan menghadapi pesaing dari F-16 Lockheed Martin dan Eurofighter Typhoon, sementara IAI Israel menawarkan jet tempur Kfir Next-Generation (NG) yang ditingkatkan. Kolombia saat ini mengoperasikan jet tempur Kfir Blok 60.

 Posted by on Juli 14, 2019

  14 Responses to “Saab Tawarkan Gripen ke Kolombia”

  1.  

    Menurut saya ini paspur bagus. Akuisisi dan perawatan yang murah, teknologi baik, dan persenjataan yang bagus pula. Plus TOT. Bandingkan dengan biaya akuisisi,operasional dan perawatan yang mahal nan rumit. Ditambah lg dgn sanksi embargo Amerika dan TOT yg rumit. Ditambah lagi dgn ketidak jelasan kedatangannya. F-5 tiger sdh pensiun. Harus cepat cari penggantinya.

    •  

      Gini..
      TNI AU sekarang g punya pengalaman sama jet jenis delta wing, dan bukan sebagai superioritas udara(single engine), g cocok disandingkan sama Sukhoi series.
      Kalopun disanding F-16 jelas TNI AU milih F-16 lah, pengalaman sudah lama jelas jadi pertimbangan utama.

      Jangan cuma lihat tawaran TOT sama perawatan mulu, jangan berpikir beli jet seperti beli mobil, yg bisa langsung dipakai. Pikir pelatihan pilotnya, dipikir murah apa ngelatih pilot, beda jet beda feel.

      #jadi pengen ngegas aja

      •  

        A4 Skyhawk yg pernah dioperasikan TNI AU itu sayap delta bro.

      •  

        Sama kayak membeli jet amerika, eropa maupun rusia
        Jelas lah kalau membeli itu pasti satu paket sama pelatihannya plus simulatornya
        Yang bikin harga naik itu suku cadang, senjata dan peralatan pendukungnya
        Kalau soal suprioritas udara malah gripen lebih superior dari f 16 viper

        •  

          Blom terbukti buk klo gripen lebih superioritas dibanding f16.

          Biasanya dalam pengadaan peralatan militer khususnya pesawat tempur atau sejenisnya, ada 3 komponen biaya yg umum dikeluarkan :
          – Pengadaan unitnya itu sendiri
          – Suku cadang & Maintenance
          – Pelatihan operator dan teknisi.

          Jika ada kesepakatan lain dalam pengadaan tersebut maka ada biaya tambahan lg semisal
          – Pengadaan Simulator
          – TOT yg disepakati.

          Makanya pembelian unit yg sama antara satu negara dng yg lain cenderung tidak sama. Bergantung paket yg dipilih dan paket tambahan yg dimasukkan.

          •  

            Sama saja lah sama penjelasan diatas
            Cuman lebih banyak

            Btw spesifikasi peperangan elektronik gripen E lebih sangar loh dari pada f 16 viper, makanya ane berani bilang lebih superior dari f 16 viper

          •  

            Gak samalah bro. Penjelasan ente kurang lengkap…..xicixicixi

        •  

          Gripen belum pernah maju perang, sedangkan F-16 sudah kenyang pengalaman di berbagai front.

          Emangnya sistem elektronik apa aja yg bikin Gripen lebih unggul dari F-16V??

  2.  

    buli aja si yuni tuh…wrkawkawkw…simpatisan si entung dia …xixixixixi
    padahal di forum sebelah s yuni sama gato yo kompak bener…..!!!

  3.  

    Salam kenal semua saya archi Dari singapore stay in Batam..

  4.  

    Kok jadi sales gini ya
    Hohoho

  5.  

    Rasanya kalau mengenai pelatihan pilot, dalam setiap pembelian alutsista sudah 1 paket yah.. Akuisisi gripen menimbang beberapa hal :1.mengurangi hegemoni F-16 yang memiliki banyak persyaratan dalam penggunaannya. Kita sudah mengalami embargo pespur ini. 2. Mengisi pos kosong yg ditinggalkan pespur F-5 tiger. 3.lebih efektif dan efisien dalam melakukan intersepsi black flight dan patroli (terutama dr segi biaya). Apalagi mengingat doktrin militer kita yang defensive. Itu saja sih opini saya. Kalau masalah flanker, tetap kita butuhkan sebagai heavy weight air superiority.